Mudik, Tempat Wisata & Kepulangan PMI Jadi Perhatian Khusus Pemprovsu

  • Whatsapp

Waspada Gelombang Ketiga Covid-19

CERITAMEDAN.COM, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mewaspadai peningkatan signifikan penyebaran Covid-19 menjelang libur Idul Fitri 1442 H. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir sebaran Covid-19 di Eropa, Amerika dan Amerika Selatan serta sebagian Asia mengalami peningkatan.

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana Wilayah Sumut bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, Selasa (20/4/2021).

Di Sumut sendiri, kata Gubsu, kasus Covid-19 dua bulan terakhir cukup datar, di mana rata-rata penambahan Februari 131 kasus per hari dan Maret 91. “Bahkan, tiga bulan sebelumnya berada di angka 80-an. Tren positif ini perlu di tingkatkan dan di pertahankan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Jadi, masyarakat untuk tidak mudik dan menjauhi kerumunan terutama di tempat-tempat wisata,” pinta Gubsu.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sebut Gubsu, mobilitas penduduk Sumut ke taman dan tempat wisata meningkat signifikan pada libur panjang Februari 2020 hingga April 2021. Pada saat Idul Adha 2020 ada peningkatan mobilitas 20%, saat libur Kemerdekaan 29%-99%, Maulid Nabi 41%, Natal dan Tahun Baru 23%-85%, Imlek 21% dan Isra Mikraj 24%.

“Ini perlu kita antisipasi secara serius karena di negara kita Mudik saat Lebaran sudah menjadi tradisi kuat. Bukan hanya dari Sumut, tetapi juga dari luar negeri. Dengan larangan mudik, masyarakat mungkin akan beralih ke tempat wisata karena kita harus mengantisipasi ini,” kata Gubsu.

Selain itu, tambah Gubsu, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga menjadi perhatian Pemprovsu, karena Sumut sebagai salah satu pintu masuk dari luar negeri terus kedatangan PMI baik legal maupun ilegal. “Dari 2 Januari hingga 18 April 2021, terdapat 9.983 WNI dari luar negeri yang masuk ke Sumut. Jumlah ini di perkirakan akan meningkat jelang Idul Fitri,” kata Gubsu.

Sementara Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 dr Dwi Bur Aisyah, ada enam varian yang terdeteksi di Indonesia, D6144G (1048 mutasi April 2020), Q677H (40 mutasi April 2020), L18F (56 mutasi September 2020), N439K (245 mutasi November 2020), N501Y (12 mutasi Jan 2021) dan E484K (2 mutasi Februari 2021).

“Berdasarkan data GISAID (Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data) ada 6 mutasi varian yang ditemukan di Indonesia dan ini bisa jadi bertambah dengan kedatangan orang dari luar negeri. Kita tidak ingin itu terjadi karena semakin banyak variannya tentu akan semakin sulit penanganannya,” kata Dwi melalui teleconference.

Sedangkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengingatkan mudik ke kampung halaman bisa berakibat buruk kepada daerah-daerah yang masih berstatus zona hijau. Di Sumut dari 12 April – 18 April 2021 tidak ada kabupaten/kota yang berstatus risiko tinggi, 10 kabupaten kota risiko sedang, 20 risiko rendah, 3 tanpa kasus dan 0 yang tidak terdampak. Capaian ini menurut Doni tidak akan bertahan lama atau malah makin memburuk bila tingkat kepatuhan masyarakat rendah.

“Sumut sudah bekerja keras untuk menangani Covid-19, tetapi bila tidak ada kepatuhan capaian ini tidak akan lama. Tahan kerinduan Anda kepada orang tua di kampung, karena bila Anda memaksakan mudik dan membawa Covid-19 ke kampung itu bisa menjadi kisah tragis karena di kampung fasilitas kesehatan kemungkinan minim. Secara tidak langsung mungkin Anda menjadi pembunuh orang tua-orang tua di kampung bila memaksakan mudik,” tegas Doni.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *