Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University, Pulihkan Usaha Petani Bunga Krisan dengan Produk Teh Krisan Berastagi Berkualitas

Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University, Pulihkan Usaha Petani Bunga Krisan dengan Produk Teh Krisan Berastagi Berkualitas

CERITAMEDAN.COM – Adanya pandemi COVID-19 yang masih memberikan dampak sampai sekarang membuat sejumlah orang mengalami penurunan dalam usaha mereka. Termasuk para petani bunga krisan yang penjualannya sempat turun selain karena masalah fluktuasi harga.

Hal ini mendorong tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University untuk melakukan sejumlah kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian para petani bunga krisan.

Cara yang dilakukan oleh Dosen Sekolah Vokasi IPB University salah satunya dengan memberikan pelatihan terkait dengan pengolahan bunga krisan menjadi minuman teh berkualitas. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan masyarakat di Balai Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Adapun selain diikuti oleh Ir. Leni Lidya, MM selaku ketua tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung, kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Desa, Kepala UPT wilayah 3, Ketua BUMDES, Kepala BPP, ibu-ibu PKK, PPL Desa Raya hingga Ketua Kelompok Tani serta perwakilan anggota dari gabungan kelompok tani alias Gapoktan Persada Raya.

Tujuan Pelatihan Produk Teh Bunga Krisan

Pelatihan yang dilakukan ini sangatlah penting, karena bagaimanapun dalam prosesnya nanti akan ada pembelajaran terkait dengan pengolahan produk teh bunga krisan. Di mana bunga krisan diolah menjadi teh dengan berbagai varian rasa yang dapat membuat konsumen tertarik.

Diketahui bahwa selama ini bunga krisan memang dijual dalam bentuk bunga potong dan karena pandemi COVID-19 akhirnya terdapat penurunan permintaan yang membuat petani mengalami kerugian. Dengan adanya pelatihan ini, maka diharapkan masyarakat khususnya ibu-ibu yang ada di Desa Raya bisa setidaknya meningkatkan ekonomi mereka.

Mempelajari Tentang Branding dan Pemasaran

Ada banyak hal yang dilakukan oleh tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung. Bukan hanya sekedar memberikan pembelajaran tentang pengolahan produk teh bunga krisan saja, tapi juga harus memberikan sedikit ilmu tentang branding dan pemasaran yang harus dipelajari oleh Gapoktan.

Selain perihal teori semata, praktek secara langsung juga harus dilakukan untuk melihat hasil terbaik dari kegiatan ini. Menurut Dr. Ir. Anita Ristianingrum, MSi selaku salah satu tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung, memang penting memperhatikan tentang branding dan pemasaran mulai dari targeting, positioning, segmentation dan berbagai macam materi lainnya.

Branding yang baik akan membuat kepercayaan konsumen terhadap produk teh krisan semakin meningkat. Cara yang diambil misalnya dari segi pengemasan produk teh tersebut.

Teh Krisan Berastagi - nikmati ketenangan alam pegunungan

Selain dari segi kemasan yang disesuaikan dengan warna bunga krisan sendiri, ditambahkan pula tagline ‘nikmati ketenangan alam pegunungan’ dan juga pemberian nama merek Teh Krisan Berastagi yang dapat mengangkat identitas dari produk tersebut.

Teh Krisan Berastagi

Pentingnya Menjaga Mutu dan Kualitas Teh Bunga Krisan

Menurut Ai Imas Faidoh Fatimah, STP. MP. MSc yang mengambil program studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan menjelaskan tentang penting sekali untuk menjaga mutu produk teh ini. Mulai dari persiapan bahan, pengeringan, pengecilan ukuran hingga pengemasan semuanya harus dilakukan dengan benar agar kualitasnya tetap terjamin sampai di tangan konsumen.

Para petani bunga krisan dan masyarakat yang bergabung dalam kegiatan ini merasa sangat antusias dan melontarkan berbagai pertanyaan yang tidak mereka pahami. Dengan program ini mereka berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan yang membuat usaha dan perekonomian mereka semakin meningkat.

Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University, Pulihkan Usaha Petani Bunga Krisan dengan Produk Teh Krisan Berastagi Berkualitas

Di akhir acara ini, terdapat penyerahan beberapa alat seperti food dehydrator atau alat pengering, saringan, sealer, wadah stainless hingga pisau dan lain-lain dari Ir. Leni Lidya, MM selaku ketua tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung IPB University kepada masyarakat yang diwakili oleh ibu Riska Priatna, SP. Alat-alat tersebut diberikan demi memfasilitasi dan memberikan semangat kepada seluruh peserta latihan dan masyarakat desa tersebut.***(CM/AF)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

UNPRI-HIPMI Kota Medan Teken MoU

CERITAMEDAN – Universitas Prima Indonesia (UNPRI) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Medan menandatangani nota kesepahaman (MoU). Hal ini dilakukan dalam rangka mensukseskan Program 101 Start Up yang diselenggarakan…