IKA Unimed Gelar Halal Bi Halal dan Seminar Pendidikan Melalui Daring

  • Whatsapp

IKA Unimed Gelar Halal Bi Halal dan Seminar Pendidikan Melalui Daring

CERITAMEDAN.COM –  Dalam rangka mempererat silaturahmi, IKA Unimed (Ikatan Alumni Universitas Negeri Medan) menggelar halal bi halal lebaran Idul Fitri 1441 H dan melaksanakan Webinar dengan tema “Peluang dan Tantangan Dunia Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19″ melalui Live Streaming Youtube dan aplikasi Zoom Meeting : IKA Unimed, pada Sabtu malam (6/6).

Pada Webinar tersebut menghadirkan Tokoh Pendidikan Sumatera Utara Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. sebagai pembicara. Dibuka oleh sambutan Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. Ketua Umum DPP IKA Unimed Drs. Alfian Hutauruk, M.Pd. (Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara), Ketua PC IKA Unimed Kota Medan Drs. Abdul Ghani, M.Pd., dan dimoderatori oleh Sekretaris PC IKA Unimed Kota Medan H. Juliandi Siregar, S.Pd., M.Si. Diikuti juga Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan se-lingkungan Unimed, dan ratusan alumni Unimed.

Ketua Umum DPP IKA Unimed Drs. Alfian Hutauruk, M.Pd. berharap agar Ikatan Alumni Unimed ini bukan hanya sekedar wadah silaturahmi alumni saja, namun bisa menjadi wadah dan gerakan untuk mengembangkan pendidikan khususnya di Sumatera Utara. Di masa pandemi covid-19 ini kita harapkan komunikasi dan silaturahmi kita semakin erat dengan adanya internet dan media komunikasi lainnya. Tema Webinar yang kita ikuti mengenai peluang dan tantangan dunia pendidikan hari ini sangat relevan dan menarik untuk kita ulas. Semoga bermanfaat dan menjadi masukan dan menambah inspirasi kita bersama dalam menyelenggarakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 menuju New Normal. ”

Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, M.Pd. mengatakan “Saat ini, kita semua masih dalam suasana kekhawatiran dan penuh kewaspadaan, karena mungkin lokasi tinggal kita masih dalam zona merah dari penyebaran Covid-19. Termasuk kelanjutan proses pendidikan di negeri kita yang saat ini juga masih dikaji secara matang dan penuh pertimbangan oleh pemerintah, apakah akan masuk belajar secara tatap muka di sekolah dan kampus, atau harus diperpanjang belajar dari rumah. Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran diberlakukannya sistem kerja pegawai ASN dalam tatanan kehidupan normal baru (new normal), dan presiden juga pada 4 juni kemarin telah menyiapkan peta jalan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman di era disrupsi.”

“Sistem pendidikan mulai dari prasekolah hingga pendidikan tinggi harus mampu menjawab perubahan besar yang ada saat ini. Era disrupsi teknologi saat ini, pasti akan berdampak pada sistem pendidikan kita, baik penerapan otomatisasi, artificial intelegence, big data, internet of things, dan lain-lainnya. Pemerintah juga sedang mempersiapkan kebijakan new normal untuk bidang pendidikan di masa pandemi ini. Kita harus yakin dan percaya kepada pemerintah, saya yakin pemerintah akan memutuskan yang terbaik untuk dunia pendidikan kita di masa pandemi ini. Apapun keputusan pemerintah nantinya, sebagai warga negara yang baik dan bijak, harus kita sikapi dengan arif dan laksanakan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.”

“Walau di sisi lain kita juga harus syukuri, dengan Covid-19 ini sistem pendidikan di Indonesia berubah 90% lebih, dan saat ini beralih secara full proses belajar mengajar kita laksanakan dalam jaringan. Padahal pemerintah kita melalui Kemendikbud sudah memiliki target di tahun 2017, proses belajar di perguruan tinggi sudah menggunakan daring. Pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan agar proses pendidikan di sekolah hingga perguruan tinggi di masa pandemi ini bisa berjalan dengan baik. Dan saya yakin pemerintah akan mengeluarkan kebijakan baru untuk mendukung keamanan dan keefektifan proses belajar mengajar di masa pandemi era new normal nantinya.Tema webinar ini cukup bagus kita angkat agar pemerintah dan para pelaku pendidikan, seperti kepala sekolah dan guru-guru. Semoga kegiatan ini, selain dapat mempererat jalinan silaturrahmi dan persaudaraan kita antar sesama alumni IKIP Medan dan Unimed,” tutup Rektor Unimed.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. mengatakan “Dampak Covid-19 kita rasakan bersama dan mempengaruhi semua aspek kehidupan, mulai dari aspek kesehatan, aspek ekonomi, kehidupan spiritual (keagamaan), pangan, kehidupan sosial masyarakat dan khususnya pendidikan. Adanya pandemi Covid-19 telah mengubah semua aktivitas akademik di kampus dan proses pembelajaran di sekolah. Proses dan sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan dominan tatap muka, saat ini harus dilakukan sepenuhnya menggunakan media daring untuk menekan angka penyebaran Covid-19.”

Selanjutnya Prof. Syawal menambahkan, “Perubahan pola pembelajaran yang kita alami menjadi tantangan baru bagi pendidik di Indonesia. Oleh karenanya, Guru harus menjadi seorang pembelajar yang bisa menyesuaikan dengan keadaan. Penyelenggaraan pendidikan saat ini akan mengalami pergeseran Mindset, Kultur dan peradaban baru Dosen, Guru dan peserta didik, kesiapan pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran, kompetensi dan kapasitas guru dalam menguasai materi, rancangan dan desain proses pembelajaran, sistem penilaian yang berubah, dan kualitas LMS (aktifitas dan produk belajar yang dapat diakomodasi), monev dan pelaporan. Sungguh tidak ada situasi yang tidak normal tetapi new normal. Setiap negara, bangsa bahkan individu yang berhasil keluar dari new normal maka akan selalu menghadapi perubahan yang baru lagi, karena itulah siklus hidup di bumi, perubahan itulah yang abadi.”

“Langkah Operasional Pemerintah yang harus segera dilakukan menghadapi New Normal adalah : 1. memetakan kondisi daerah seperti jaringan listrik dan internet , intensitas keterlibatan orang tua dan tokoh masyarakat, intensitas kepedulian pemerintah dan SES, 2. Menetapkan Pendekatan Belajar yang akan dipilih seperti jenjang, jenis dan jalur, full daring, blended, atau full tatap muka. 3. Mengembangkan Strategi sesuai karakteristik yang meliputi desain LMS, RPP, Modul manual/digital, Strategi, Program orang tua sebagai guru, 4. Melakukan monev dan sistem penjaminan mutu dengan menetapkan standar, instrumen, organ pelaksana, sistem pelaporan dan RRL. 5. RTL dan Sustainability.”

“Untuk menjawab tantangan tersebut, harus ada konsistensi kebijakan dan strong leadership integrasi Indonesia Value sebagai dasar dan visi masa depan, eksplorasi model belajar sesuai saat Covid-19 dengan melakukan benchmarking dengan lembaga pendidikan lain yang sudah sukses menerapkan daring, Inovasi Model LMS dengan mengembangkan LMS yang sesuai konteks pembelajaran, penguatan sistem penjaminan mutu proses, output dan outcome dengan fokus dan konsisten menerapkan sistem, penjaminan mutu yang terstruktur, terukur dan terintegrasi pada kegiatan akademik, dan yang terakhir Sustainability dengan pemertahanan keberlanjutan implementasi model pendidikan daring,” tegas Kepala Badan PSDMPK dan PMK Kemendiknas periode 2011-2015.

“Akhirnya pandemi covid-19 menuju New Normal menjadi momentum dan memiliki energi yang besar untuk melakukan evaluasi terhadap keseluruhan aspek pendidikan di Indonesia. Ada agenda yang mendesak yang harus segera dilakukan yaitu penguatan strong leadership dan konsistensi kebijakan, pemetaan SDM Indonesia, menata ulang komponen pendidikan, dan zonasi PT berbasis peran dan unggulan potensi dan pembangunan daerah. Sehingga persiapan menuju new normal nantinya akan menjadi potensi besar untuk perubahan yang lebih baik untuk masa depan Indonesia,” tutup Prof. Syawal.***(CM/ME)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *