524 TKI dari Malaysia Pulang Ke Sumut, Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

524 TKI dari Malaysia Pulang Ke Sumut, Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

CERITAMEDAN.COM – Sebanyak 524 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia pulang ke Sumatera Utara (Sumut) wajib menerima protokol kesehatan Covid-19. Mengenai mengikuti tes kesehatan dan karantina di Gedung Andromeda Lanud Soewondo.

Read More

Demikian ditegaskan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan di Media Center Gugus Tugas Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (9/4).

“Hari ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menerima dan akan menerima total 524 orang saudara-saudara kita para TKI yang dideportasi oleh Malaysia. Mereka akan kita perlakukan sesuai protokol kesehatan, ”ujar Whiko.

Menurut Whiko, para TKI akan dites dengan pendeteksi panas tubuh, pengisian formulir kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan tanda-tanda demam, batuk dan sesak nafas, maka mereka akan lolos sebagai PDP, untuk selanjutnya dirujuk pada fasilitas kesehatan yang ditunjuk atau rumah sakit rujukan.

“Kecuali jika saudara-saudara kita bebas dari fakta-fakta infeksi saluran pernapasan, maka mereka akan dikarantina di wilayah masing-masing selama 14 hari, untuk mendapatkan tes cepat pada hari pertama dan hari ke-10 serta pembinaan mental dan pembinaan mental,” jelasnya.

Disampaikan juga, untuk TKI yang dikarantina akan dikembalikan dari petugas yang melakukan karantina, sehingga kontak antara petugas dengan TKI akan menggunakan APD lengkap. Sementara untuk petugas-petugas di luar perimeter, pengamanan logistik, administrasi dan petugas instalasi akan masuk ke dalam menggunakan APD.

“Selama karantina para TKI akan mendapatkan makan 3 kali sehari, kemudian mendapatkan makanan ringan dua kali sehari sepanjang waktu makan. Dalam hal ini didukung oleh Dinas Sosial Pemprov Sumut, ”jelasnya.

Siapa pun yang menyapaikan tentang imbauan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar masyarakat tidak melakukan mudik ke kampung halaman. Beribadah bisa dilakukan di tempat masing-masing. “Bersilaturahmi dapat diganti dengan telepon, diaktifkan melalui panggilan video dan media sosial lainnya. Ini semua hanya-mata untuk melindungi masyarakat dan warga Sumut dari penularan virus Covid-19 dan kita menghindari penyebaran Covid-19 dari kota ke desa, ”jelasnya.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sumut, Whiko sebut hingga Kamis (9/4) Pukul 17.00 WIB, jumlah kasus positif PCR 55 dan tes cepat positif 32, lalu 8 dan pulih 8 orang. Kemudian, donasi yang terkumpul hingga saat ini sebesar Rp371.200.000 yang akan disalurkan untuk kebutuhan percepatan penanganan Covid-19.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *