7 Local Heroes di Medan Sumbangkan Rp2,66 Triliun Bagi Perekonomian Kota

  • Whatsapp

7 Local Heroes di Medan

CERITAMEDAN.COM – Local Heroes. Mereka adalah sosok yang tidak hanya mampu meraih sukses bagi diri sendiri, namun juga dapat berkontribusi bagi orang-orang di sekitarnya. Rasanya tidak berlebihan jika kita menyebut mereka sebagai sumber inspirasi, karena mereka dapat memperluas dampak positif bagi masyarakat sekitar. Mencakup beragam profesi, local heroes kerap juga kita kenal dengan istilah wirausahawan, atau mereka yang bisa berdikari dengan kegigihan dan hasil kerja keras mereka.

Read More

Jika kita berkaca pada data, Badan Pusat Statistik kota Medan di tahun 2018 melaporkan bahwa perdagangan besar dan eceran, yang juga mencakup kontribusi dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menyumbangkan PDRB terbesar bagi kota Medan, yakni sebesar 22,62% dan menyerap sebanyak 90,80% jumlah lapangan usaha di kota tersebut. Hal ini membuktikan bahwa wirausahawan, baik mikro maupun makro, memiliki peran besar dalam kehidupan sosial dan juga berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi di kota Medan.

Grab mengajak Anda berkenalan dengan 7 local heroes di kota Medan, yang mampu mandiri dan membawa dampak positif bagi lingkungan.

Mulai dari membantu komunitas yang membutuhkan, membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, bahkan mendorong bisnis lokal di sekitar mereka. Mari simak kisah mereka:

Local heroes transportasi yang hidup untuk berbagi

Sandri Tamayo

Sandri Tamayo misalnya. Mitra pengemudi GrabBike yang masih terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Sistem Informasi ini bersyukur bahwa pekerjaannya dapat membiayai kebutuhan pendidikannya. Tak berhenti disitu, Sandri juga terlibat sebagai pengurus Pasukan Solidaritas Grab SMAN 13.

“Kami rutin melakukan aksi sosial seperti kunjungan ke berbagai panti asuhan untuk menyalurkan berbagai bantuan yang telah kami kumpulkan. Prinsip hidup saya adalah kita harus bisa juga bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Untuk bisa mewujudkan hal ini, Sandri rela membagi waktunya untuk bekerja di pagi hari, dan menyelesaikan skripsi di malam hari. Akhir pekan dipakainya untuk melayani komunitas bersama rekan-rekan lainnya.

Sama dengan Wita Widya yang percaya bahwa perempuan harus bisa mandiri dan tak boleh takut. Karenanya, pada saat Grab mengadakan pelatihan bela diri bagi mitra pengemudi perempuan, dia terpanggil untuk menjadi salah satu penggerak bagi komunitas GrabCar Medan.

Wita Widya

“Banyak teman mitra perempuan yang belum memiliki kemampuan bela diri, padahal hal ini penting banget bagi mereka supaya bisa bekerja secara leluasa,” jelasnya. Dari sinilah Wita kerap mengadakan sesi bela diri rutin untuk berbagi ilmu yang sudah didapatkan. “Saya ingin perempuan lain memiliki rasa percaya diri saat bekerja, sehingga tak ada penghalang hanya karena merasa takut,” tambah perempuan yang sudah 4 tahun menjadi mitra GrabCar.

Local heroes kuliner yang ikut buka lapangan pekerjaan bagi sekitar

Adhitiya Wicaksana, pemilik bisnis Keju Kesu bangga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. “Awal membuka bisnis Keju Kesu ini karena hobi suka bereksperimen makanan. Bersyukur banget bisnis berkembang dan sekarang sudah punya banyak gerai dan bisa merekrut lebih banyak karyawan untuk membantu bisnis. Jumlah karyawan saat ini naik sebanyak 30%, dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan oleh Anita Tanotho, pemilik usaha kuliner Zeribowl.

Anita Tanotho Zeribowl

“Teknologi membantu saya untuk bisa mengembangkan bisnis dan membuka kesempatan bagi lebih banyak orang. Dalam 2 tahun, saya kini memiliki 8 gerai di Medan dan 1 di Batam. Fokus saya sekarang adalah untuk merekrut lebih banyak warga lokal dan mengajari mereka tentang service excellence,” ungkapnya.

Teknologi mampu membantu Keju Kesu dan Zeribowl untuk berdikari dan juga membantu banyak orang. Keju Kesu melihat pertumbuhan penjualan sebesar 30%, sementara Zeribowl mengalami peningkatan penjualan sebesar 40% setelah memanfaatkan teknologi GrabFood.

Lain cerita dengan Hengki Irawan Gultom. Pemilik 14 gerai Ayam Penyet Jakarta di Medan yang gemar berpetualangan ini mengaku teknologi mengubah hidupnya.

Hengky Ayam Penyet Jakarta

“Awalnya saya tidak terlalu paham tentang teknologi. Sampai akhirnya saya sadar bahwa teknologi sangat diperlukan untuk bisa mengembangkan bisnis saya. Saat ini saya mengajarkan skill teknologi dasar bagi puluhan karyawan saya. Misalnya cara memakai komputer, termasuk cara mengakses aplikasi GrabFood,” ujarnya.

Hengki yang juga selalu mengambil pasokan ayam dari distributor lokal juga merasakan pertumbuhan penjualan sebesar 50% yang kini didominasi lewat layanan pesan-antar GrabFood dan hal ini juga berimbas pada kenaikan pesanan ayam.

Local heroes warung dan usaha rumahan yang dorong bisnis lokal di sekitar

Edi Jonas Silaen, pemilik toko kelontong di daerah Medan Amplas yang melayani mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam, merasa sangat senang dapat melayani warga sekitar setiap hari.

“Kalau siang bisa puluhan orang yang antri di warung untuk bayar BPJS, transfer uang, atau isi ulang pulsa. Di sebelah warung ada Warnet yang juga sering beli pulsa untuk dipakai atau dijual kembali.” jelasnya.

Di awal tahun 2019, Edi merintis usaha warung ini sendiri, dan hanya dalam waktu 1 tahun, usahanya melejit dan ia memutuskan untuk mempekerjakan warga sekitar.

“Saya memutuskan buat belajar teknologi GrabKios sehingga bisa lebih banyak menawarkan kebutuhan pelanggan. Saat ini sudah dibantu oleh 4 orang karyawan. Ya, selain saya membantu pelanggan, saya juga senang bisa dapat bantuan dari para karyawan yang juga terbantu ekonominya berkat warung ini. Berkat buat semua,” tambahnya.

Berawal dari kegemarannya untuk memasak, Renova Lie Janny kini menekuni usaha katering rice bowl JJ Salmon dan melayani banyak karyawan kantoran untuk makan siang.

Renova Lie Janny Rice Bowl JJ Salmon

Berbekal teknologi GrabExpress, Renova mampu menjangkau lebih banyak pelanggan di banyak lokasi dan memajukan usaha kateringnya. “Senang bisa jadi salah satu solusi makan siang buat pekerja yang serba sibuk di kota Medan. Tiap hari ada puluhan karyawan yang saya layani kebutuhan makan siangnya dengan rice bowl saya. Dengan pengantaran yang terpercaya, saya bisa menjaga kepercayaan mereka, dan sekarang sudah bisa mempekerjakan 1 karyawan untuk membantu operasional katering saya,” jelasnya. Ke depannya, dia berharap bisa lebih banyak membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain yang juga terbantu berkat usahanya.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia mengatakan, satu teknologi, jutaan kisah, dan jutaan kemajuan. Menjangkau lebih dari 500 kota di Indonesia, Grab senang dapat menjadi bagian dari perjalanan jutaan mitra pengemudi, mitra merchant dan mitra kios, terutama di Sumatera Utara. Terlebih, kami bangga bisa melihat kemajuan mereka juga memberi dampak baik bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi di sekitar mereka.

Jika dilihat, di tahun 2018, Grab berkontribusi sebesar Rp 2,66 triliun pada perekonomian kota Medan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan mitra. Ini membuat komitmen kami lebih kukuh untuk memberikan teknologi yang menyentuh jutaan kehidupan untuk menciptakan lebih banyak jutaan kemajuan, karena semua bisa maju.

Riset Tenggara Institute dan CSIS di tahun 2019 menunjukkan bahwa teknologi Grab membantu para Local Heroes di kota Medan untuk terus maju:

● Meningkatkan pendapatan mitra pengemudi GrabBike meningkat sebesar 72% dan mitra GrabCar sebesar 86%

● Meningkatkan penjualan mingguan mitra merchant GrabFood meningkat sebesar 19%.

● Berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja. 31% mitra pengemudi GrabBike dan agen individual GrabKios, serta 29% mitra pengemudi GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan tetap sebelum bermitra dengan Grab.

Saat kita memajukan 1 UMKM, mereka akan menciptakan jutaan kemajuan lain bagi orang disekitarnya. Adopsi teknologi Grab terbukti dapat menciptakan kesempatan baru, mendorong jutaan talenta, dan memperluas lebih banyak dampak positif bagi masyarakat sekitar. Semua, bisa maju.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *