Trik Menawar Belanjaan di Pajak ala Orang Medan

  • Whatsapp

Trik Menawar Belanjaan di Pajak ala Orang Medan

Berbelanja adalah kegiatan sehari – hari yang biasa dilakukan oleh semua orang. Baik orangtua, anak – anak apalagi kaum muda yang identik dengan kata shopaholic atau bahasa lainnya hobi belanja. Tawar-menawar harga pun juga dilakukan untuk mendapat harga yang sesuai dengan kantong. Tapi ingat, ini hanya berlaku di tempat – tempat yang bukan mall atau supermarket yang telah memiliki harga bandrol, ya. Umumnya, tawar-menawar ini terjadi di pasar, atau yang kerap disebut bagi warga Medan dengan sebutan pajak. Tawar-menawar ini sendiri pun kamu harus tahu trik – triknya agar dapat harga yang murah dari harga yang dibandrol oleh penjualnya. Kira – kira apa saja? Kali ini ceritamedan.com akan bocorin triknya untuk kamu.

Read More

  1. Jangan Mau Kalah Ramahnya Sama Penjualnya. Senyum Itu Wajib!

Saat mendekati gebetan, kamu perlu melakukan persiapan yang cukup matang. Dengan melontarkan senyum terbaikmu, pelan-pelan hati gebetan yang keras akan luluh juga. Nah, sama seperti mendekati penjual. Sembari mendekati lapaknya, kamu juga tidak boleh mengurangi kadar senyum manismu. Menyapa dengan sopan dan halus sambil menanyakan harganya, pasti penjual akan melayanimu dengan sepenuh hati.

“Kamu : Kak, berapanya harga baju merah ini? (sambil senyum mantap)

Penjual : 300 ribu aja, Sayang. Pilihlah banyak warna banyak ukuran

Kamu : Ih, kakak ini cantik – cantik mahal kali kasih harga, kurang lah kak biar cantik harganya kayak kakak”

 

Jangan lupa, nada suara yang seolah – olah kamu dan penjualnya sudah kenal lebih dari 10 tahun, ya.

  1. Sebutkan Nama Orang Lain yang Pernah Merekomendasikanmu ke Tempat Itu

Setelah nominal harga disebutkan oleh sang penjual, kamu perlu berpikir cepat untuk menyebut nama orang lain atau biar lebih yakin, nama seorang ibu-ibu yang mengaku beli dengan harga yang terjangkau. Biar iman penjualnya goyah dan mau ngasih kamu harga yang lebih murah. Kenapa nama ibu-ibu? Karena yang seringkali menunaikan aktivitas tawar-menawar dan survei barang dengan harga termurah adalah ibu-ibu. Sebut saja nama tetangga di desamu, bahkan di desa sebelah.

“Kamu : Kak, berapanya celana jeans ini harganya?

Penjual : 160 ribu aja, Sayang. Kita kasih harga dasar ajalah sama kakak

Kamu : Lah, kok mahal, Kak. Kemarin Bu Wita belanja disini dapatnya 80 ribu. Makanya saya ke sini karena katanya bagus sama murahnya di tempat kakak

Penjual : Bu Wita mana, Kak?

Kamu : Adalah yang biasa belanja sini pun lupa kakak. Dah, lah, 60 ribu aja samaku, ya”

  1. Kamu Harus Belajar Tega

Saat jurus menyebut nama ibu-ibu sudah tidak mempan, kini saatnya kamu melancarkan prosesi tawar-menawar yang sesungguhnya. Tawarlah separuh dari harga yang ditawarkan sang penjual. Memang, kamu jadi tidak tega karena mengurangi untung dari penjual. Jika kamu mau menunggu dan bernegosiasi sebentar, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah, kok. Kuncinya adalah sabar. Biasanya, sang penjual akan lebih pandai merayu kamu untuk tak menurunkan harga. Jadi kamu harus lebih lihai dalam urusan rayu – merayu ini, ya.

  1. Gunakan Bahasa Lokal

Nah cara ini juga biasanya ampuh. Saat kamu belanja, lihat penjualnya. Jika kebetulan dia ber suku yang sama dengan kamu dan kamu mengerti bahasa daerahnya, jangan ragu untuk memakai bahasa daerah dalam aksi kamu menawar harga. Ini tujuannya agar terjadi keakraban yang lebih kental karena ternyata kamu dan penjual memiliki asal daerah yang sama. Alasan kekeluargaan ini biasanya juga dapat meluluhkan hati sang penjual. Khusus Medan, jika kamu ketemu penjual orang Batak dan kamu juga orang Batak, keluarkan saja kalimat “harga hian ito baen, martondong do hita”. Kalau tak ampuh juga, tinggal bilang “Yah, padahal mau langganan”. Pasti sang penjual tak lama berpikir untuk memberikan kamu potongan harga

  1. Pura – pura Kabur

Cara terakhir ini biasanya manjur. Saat sang penjual sudah kekeuh juga tak memberikan kamu potongan harga padahal sudah semua rayuan maut kamu keluarkan, artinya kamu harus pakai cara terakhir yaitu pura – pura kabur sembari pasang wajah kecewa. Jika sang penjual menyerah, biasanya penjual akan kembali memanggil kamu untuk kembali sambil berkata “Nah, mari ambillah, kak, Pande kali la kakak ini nawar ya”.

Itulah beberapa tips yang harus kamu gunakan saat berbelanja di pasar Medan, atau yang kerap disapa Pajak. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi.***(K-02/Adenovina Dalimunthe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *