Ragam Makanan dan Jajanan Khas Sumatera Utara

  • Whatsapp

Ragam Makanan dan Jajanan Khas Sumatera Utara

Sumatera Utara yang terkenal dengan multicultural etnisnya mampu memanjakan lidah para masyarakatnya sendiri ataupun para turis yang berkunjung dengan jamuan kuliner yang beragam dan akan membuat siapa saja merasa harus kembali ke Kota Terbesar ketiga di Indonesia, Medan.

Read More

Beragam suku yang mendominasi Sumatera Utara seperti Batak, Melayu, Cina, dan juga India bisa ditemui di daerah pinggiran maupun perkotaan. Beragam agama yang dianut oleh masing – masing suku ini juga membuktikan bahwa bhineka tunggal ika tumbuh subur di sini.

Disamping itu, dunia kuliner Sumatera Utara selalu menjadi sorotan pariwisata Indonesia yang kian digemari karena keanekaragaman jenis makanannya yang disajikan dari empat suku mayoritas tersebut. Berbagai rasa, bumbu, dan ciri khas masing – masing suku tertuang melalui makanan – makanan khas yang membuat para turis tak menyesal telah menapakkan kaki ke Sumatera Utara.

Keberagamannya juga membuat daya tarik wisatawan untuk mencicipi setiap makanan agar tak merasa bosan dengan satu jenis makanan saja. Apa saja? Berikut kami rangkum untuk kamu.

  1. Khas Batak

Ombusombus

Makanan atau jajanan khas Batak yang berasal dari Siborongborong, Tapanuli Utara. Kue Ombusombus terbuat dari tepung beras yang diberi gula di tengahnya dan dibungkus dengan daun pisang. Nama Ombusombus itu konon dibuat harus memberi tiupan (Menghembuskan napas) ketika memakannya dan kue ini enak dimakan di saat masih hangat. Tak jelas sejak kapan camilan ini mulai membudaya, namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya Ombusombus tetap menjadi hidangan sela dan dibarengi dengan kopi atau teh.

Pelleng

Jika kamu warga Sumatera Utara, wajib sekali mencoba yang namanya Pelleng. Makanan khas masyarakat Pakpak ini berupa nasi kuning dengan lauk ayam kampung yang telah dibumbui. Biasanya, makanan ini akan dihidangkan saat upacara atau perayaan tertentu seperti membuka ladang, hendak meminang, lulus ujian, dan masih banyak lagi. Bahan untuk membuat Pelleng cukup sederhana, yakni beras, air, cabai, garam, kunyit, santan kelapa, bawang merah, bawang putih, asam dari jeruk nipis, daging ayam kampung, serai, jahe, daun asam jawa. Nah, menurut masyarakat Pakpak sendiri, Pelleng paling cocok untuk dihidangkan di pagi hari atau ketika matahari terbit. Hal ini karena matahari terbit dilambangkan sebagai permulaan datangnya rezeki.

Sambal Tuk–tuk

Suka sambal? Kamu wajib mencicipi sambal khas dari masyarakat Batak Toba ini. Keistimewaan dari kuliner ini dikarenakan adanya andaliman, bumbu masak yang mudah dijumpai di Sumatera Utara. Karena andaliman sering digunakan dalam masakan khas Batak, orang-orang di luar Pulau Sumatera biasa menyebutnya merica Batak. Meskipun andaliman tidak sepedas lada atau cabai, aroma dan rasa dari bumbu masak ini sangat khas. Andaliman memiliki wangi jeruk yang lembut dan rasa sedikit “menggigit” yang akan memberi sensasi kelu di lidah. Di daerah asalnya, Tapanuli, Sambal Tuk-tuk dicampur dengan ikan aso-aso, sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan.

Mi Gomak

Makanan yang terkenal sebagai makanan khas daerah dari tanah Batak Toba, meliputi semua daerah Batak Toba, dan juga menjadi masakan khas di Sibolga dan Tapanuli. Mengenai asal usul menu ini beragam versi. Sebagian menyebutkan, mungkin karena cara penyediaannya digomak – gomak, yaitu digenggam pakai tangan hingga sampai saat ini disebut Mi Gomak. Mie ini juga sering disebut sebagai spageti Batak karena bentunya yang mirip dengan makanan khas Italia tersebut. Rasanya juga sangat unik apabila dicampur dengan bumbu dari tanah Batak yakni andaliman.

Itak Gurgur

Makanan ini dibuat dengan beras yang telah dihaluskan secara tradisional yang kemudian disebut Itak. Namun cara membuat Itak Gurgur dibuat dengan cara yang sederhana, yaitu dengan mengadon itak, kelapa muda yang telah diparut, gula pasir, dan sedikit air panas. Setelah dicampur rata, kemudian adonan tersebut dicetak secara manual dengan tangan sendiri. Kata gurgur disini dapat diartikan sebagai membara. Makanan ini biasanya dijadikan buah tangan untuk pihak keluarga yang datang berkunjung dalam rangka meminang.

Lappet

Kue Lampet (kadang dibaca kue lappet), adalah jajanan tradisional khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Kue ini biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang, proses pembuatannya tidak begitu rumit, dimulai dari tepung beras, kelapa parut yang tidak terlalu tua, dan dicampur.

Dali Ni Horbo

Di daerah ini panganan tersebut dijuluki Dali Ni Horbo atau Bagot Ni Horbo yang memiliki arti bagot atau susu, horbo atau kerbau. Keju Batak sendiri bisa dikonsumsi dengan hanya direbus atau dimasak dengan diarsik yaitu memasak dengan bumbu seperti bawang rambu, cabai, daun ubi atau singkong, garam dan sedikit andaliman dimasak sampai air mengering.

Kadangkala hidangan ini disajikan dengan daun singkong sebagai lalapannya. Untuk sentuhan warna daun pandan kerap memerindah warnanya. Makanan ini dapat dengan mudah didapatkan di sekitar Danau Toba, mulai dari Parapat sampai ke Tarutung.

  1. Khas Melayu

Bubur Pedas Khas Melayu

Pernah merasakan bubur yang rasanya pedas, bukan manis seperti biasanya? Sebagian orang pasti sudah pernah. Tapi buat kamu yang belum pernah gak ada salahnya kamu coba ketika lagi di Medan. Bubur Pedas sebenarnya tak cuma ada di Medan, tapi Bubur Pedas dari setiap daerah punya ciri khas yang berbeda. Bubur Pedas yang ada di Kota Medan adalah Bubur Pedas khas Melayu.

Saat hari biasa sangat sulit menemui kuliner khas suku pesisir ini. Berbeda pada saat bulan suci Ramadhan, kamu bisa menemui kuliner khas ini di beberapa tempat. Kalau kamu lagi di Medan saat bulan Ramadhan, kamu bias menikmati Bubur Pedas yang disajikan sebagai ta’jil berbuka yang disediakan oleh Masjid Raya Al Ma’sum Medan.

Halua

Halua, kerap disajikan di setiap acara adat maupun di hari – hari besar keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri. Makanan ini dapat kamu temukan di sentra melayu seperti Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Medan, Langkat, Batubara. Halua terbuat dari berbagai jenis buah – buahan yang paling sering digunakan adalah pepaya, wortel, cabai, kolang-kaling, dan labu. Proses pembuatannya pun cukup membutuhkan kesabaran, setelah buah tersebut dibersihkan dengan air kemudian ditaburi gula. Selanjutnya adalah mengendapkan makanan tersebut hingga beberapa hari untuk mendapatkan proses fermenatasi.

Lemang

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang.

Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat. Cara memakan lemang berbeda dari daerah ke daerah. Ada orang yang senang menikmatinya dengan cara manis yaitu dimakan dengan selai, kinca, serikaya. Atau juga dapat dikonsumsi dengan cara asin, dimakan bersamaan dengan rendang, telur, dan lauk-pauk lainnya. Bahkan ada pula yang memakannya dengan buah-buahan seperti durian. Lemang dijadikan makanan perayaan oleh Suku Dayak yang disajikan pada pesta-pesta adat mereka. Bagi Suku Melayu, Lemang biasa disantap saat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Orang Minangkabau juga menyukai Lemang, bahkan kota seperti Tebing Tinggi dikenal dengan julukan “Kota Lemang”. Lemang juga merupakan makanan orang asli Negrito yang ada di Kelantan dan suku Semai.

Roti Jala

Roti Jala atau Roti Kirai adalah salah satu kuliner khas Melayu yang banyak dijual saat bulan Ramadhan. Makanan tersebut merupakan kuliner khas Tanjungpinang Kepulauan Riau. Selain rasanya yang khas, harga satu porsi kuliner ini pun relatif murah. Pada saat bulan Ramadhan kita akan dengan mudah menemukan pedagang yang menjual makanan ini. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat makanan khas tersebut adalah campuran tepung terigu dan telur yang dimasak tipis dan dikirai menjadi seperti jala serta diacak-acak. Kemudian Roti Jala atau Roti Karai ditambahkan kuah kari (kambing atau ayam) atau kuah gulai khas Melayu, tetapi tidak terlalu kental agar lebih nikmat.

Anyang Pakis

Anyang Pakis merupakan salah satu kuliner khas di Serdang dan Sumatera Utara, masakan ini sudah enak disantap begitu saja. Secara umum, Anyang Pakis sebenarnya mirip dengan makanan urap (Sunda) atau gudangan (Jawa). Perbedaannya adalah Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disebut Serundeng.

  1. Khas Cina

Fuyunghai

Fu Yong Hai adalah masakan Tionghoa yang dibuat dari telur yang didadar dengan campuran berupa sayuran, daging, atau makanan laut. Isi campuran bisa berupa daging ayam, daging sapi, daging kepiting, dan sebagainya yang dicincang halus. Fu Yong Hai dimakan bersama saus asam manis yang biasanya terbuat dari tomat dan kacang polong tetapi ada juga saus yang disertai dengan potongan nanas di dalamnya. Nama Fu Yong Hai berarti potongan telur Fu Yong, yang berasal dari resep penduduk Cina daratan dari Shanghai.

Dimsum

Siomay adalah satu dari jenis Dimsum. Kulit Siomay juga serupa dengan kulit pangsit. Dalam masakan Indonesia terdapat berbagai jenis variasi Siomay berdasarkan daging untuk isi, mulai dari Siomay ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting, atau campuran daging ayam dan udang. Bahan untuk isi dicampur dengan sagu atau tapioka. Dalam resep masakan China, Siomay diisi daging babi cincang yang dibungkus kulit yang tipis dari tepung terigu. Walaupun demikian, Siomay juga dibuat dari udang, daging kepiting, atau daging sapi. Siomay dibuat berbentuk silinder, dan di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, Siomay dimakan dengan cuka atau kecap asin.

Bakpao

Bakpao merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai Bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. Pao itu berati “Bungkusan”, dan bak itu artinya daging, jadi bakpao berarti “Bungkusan (berisi) daging”.

Pada awalnya daging yang paling lazim digunakan adalah daging babi. Akan tetapi Bakpao sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau, dan sebagainya, sesuai selera.

Kulit Bakpao dibuat dari adonan tepung terigu diberi ragi untuk mengembangkan adonan, setelah diberikan isian, adonan dibiarkan sampai mengembang lalu di kukus sampai matang.

Di Kota Medan sendiri kini Bakpao telah bervariasi isinya. Dimulai dari cokelat, daging ayam, hingga kacang- kacangan mengingat banyak orang Muslim yang menginginkan Bakpao ini.

Ifumi

Ifumi adalah sejenis makanan Tionghoa. Makanan ini berbentuk bakmi yang telah direbus lalu digoreng lagi sampai garing berbentuk sarang. Kemudian di atasnya disiram dengan tumisan sayuran, biasanya capcay. Ifumi juga populer di Indonesia dan seringkali dimakan pada acara-acara khusus walaupun sebenarnya saat ini ifumi sudah banyak ditemukan di tempat – tempat makan dan tersebar luas di masyarakat.

  1. Khas India

Nasi Briyani

Siapa yang tak kenal Biryani. Ketika nama India menyentuh otak, nama makanan khas yang terucap terlebih dahulu pastilah Biryani. Rasanya yang gurih membuat nagih. Apalagi masakan ini menggunakan beras sebagai bahan utama.

Maklum, perut Indonesia tidak terasa kenyang kalau belum melahap si nasi. Rasa gurih beras Basamati yang ukuranya super panjang. Dimasak bersama bumbu lengkap dan ayam menghasilkan aroma yang membuat perut laper. Apalagi dihidangkan dengan tongkrongan ayam di atasnya dan ditaburi dengan bawang bombay goreng dan daun corriander. Widih! Bersiap melahapnya dan nikmati letupan rasa gurih menggelitik lidah.

Thali India

Thali yang berasal dari bahasa Nepal yang  artinya piring adalah sebuah masakan India dan Nepal yang terdiri dari berbagai hidangan. Hidangan Thali bervariasi dari daerah ke daerah di Asia Selatan dan biasanya disajikan dalam mangkuk kecil, yang disebut katori, diletakkan di atas nampan bulat. Masakan Thali sebenarnya sering disajikan pada nampan baja dengan beberapa kompartemen yang digunakan. Thali India adalah makanan etnis India vegetarian yang juga dipadukan dengan roti khas India.

Gulab Jamun

Dalam bahasa Hindi, gulab berarti mawar dan jamun berarti buah plum. Gulab Jamun adalah hidangan bola-bola susu (seperti ronde isian wedang) yang disajikan dengan kuah yang terbuat dari jahe dan air mawar. Dalam satu porsi ‘Jamun’ yang disajikan maksimal hanya 2 butir dalam kuah yang sangat banyak. Ketika menyantapnya Anda akan merasakan kelembutan ‘Jamun’ berpadu dengan air gulab yang manis tetapi hangat.

Papadum

Bentuk roti ini tipis dan bertekstur renyah seperti keripik. Sering juga disajikan bersama apetizzer bersama acar, di buat dari tepung terigu atau perpaduan tepung beras dan tepung kentang yang di campur minyak, air dan sedikit garam.

Biasanya roti ini di goreng dalam minyak panas atau di atas bara api hingga kulitnya renyah. Dalam rasa tawar atau di beri sedikit pala dan bubuk cabai. Roti ini disajikan sebagai makanan pembuka dalam bentuk renyah seperti kerupuk dan didampingi dengan acar timun,cabai hijau dan bawang merah yang banyak bumbunya. Bentuk dari Papadum menyerupai kerupuk yang sering kita konsumsi.

Terkadang pula kamu salah sangka karena bentuknya yang menyerupai nachos. Teksturnya yang tipis, renyah, dan berbentuk setengah lingkaran ini dibuat dari tepung urad, sehingga sudah terbumbui. Papadum bisa digoreng atau dimasak dengan api sedang.

Itulah beberapa keberagaman yang membuat daya tarik wisatawan untuk mencicipi setiap makanan agar tak merasa bosan dengan satu jenis makanan saja.***(K-02/Adenovina Dalimunthe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *