Inisiasi Implementasi RPHD Kabupaten Tapanuli Selatan

Inisiasi Implementasi RPHD Kabupaten Tapanuli Selatan - Sekolah Lapang Peningkatan Produksi Karet
Inisiasi Implementasi RPHD Kabupaten Tapanuli Selatan – Sekolah Lapang Peningkatan Produksi Karet

CERITAMEDAN.COM – Desa Sugi, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan adalah salah satu desa yang sudah memiliki Rencana Pengelolaan Hutan Desa (RPHD) dan diusulkan untuk memperoleh izin Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) dari Menteri Kehutanan. Conservation International (CI) Indonesia, melalui program Kemitraan Bentang Alam Berkelanjutan (dikenal dengan SLP – Sustainable Landscapes Partnership), membangun kerja sama dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sugi Natama melaksanakan pelatihan budidaya lebah dan karet bagi masyarakat sebagai salah satu upaya memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan turut melestarikan hutan.

Desa Sugi berada di kawasan penyangga Suaka Alam Lubuk Raya dengan potensi sumber daya alam yang sangat beragam. Akibat keterbatasan kapasitas masyarakat dalam mengelola hasil hutan, maka pemanfaatan potensi tersebut belum maksimal secara ekonomi. Sejak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan Permen LHK No. P.83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial, Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Daerah Aliran Sungai Asahan (DAS) Barumun mengusulkan kawasan hutan produksi Desa Sugi dengan luas ± 80 hektar menjadi hutan desa.

“CI berkerja sama dengan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) untuk mendukung program perhutanan sosial. Pendampingan yang dilakukan, termasuk memfasilitasi restrukturisasi LPHD, penyelesaian dokumen RPHD, dan pembaharuan dokumen izin HPHD yang akan disampaikan kepada KLHK. Pada bulan ini hingga Oktober nanti, kami mengadakan 3 kali pelatihan budidaya lebah dan 7 kali pelatihan karet untuk meningkatkan kapasitas 60 orang petani sekitar kawasan perhutanan sosial,” demikian Sarmaidah Damanik, Project Officer CI menjelaskan.

Asep Perry, staff Kesatuan Pegelola Hutan XI Pandan yang turut menghadiri kegiatan pelatihan menjelaskan, “Hutan desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa. Pelatihan ini mengenalkan hal yang baru bagi petani, karena belum pernah ada pengalaman mengenai bubidaya lebah.”

Ali Marwan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian menambahkan, pelatihan pengelolaan kebun karet memberikan solusi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas, khususnya agar tanaman tua dapat produktif kembali.

Penjelasan Budidaya Lebah Untuk Menghasilkan Madu Dan Propolis
Penjelasan Budidaya Lebah Untuk Menghasilkan Madu Dan Propolis

“Hal yang unik dari Desa Sugi ini adalah potensi alam yang mendukung untuk dibudidayakannya lebah Apis Cerana (penghasil madu – red) dan lebah Trigona (penghasil madu dan propolis – red). Hal ini terlihat dari komoditi pertaniannya yakni karet, kopi, durian, kemenyan serta letak desa yang berada di pinggiran hutan menjadikan desa Sugi berlimpah pakan lebah. Sangat besar sekali potensi untuk menerapkan integrasi antara sistem agroforestry dengan budidaya lebah,” imbuh Rohman, pelatih budidaya lebah dari Lembaga Pemberdayaan Masyarkat Nagari (LPMN) Bosar Pematangsiantar.

Rinuan Simatupang selaku Ketua LPHD mengatakan, “Setelah pelatihan ini kami sangat termotivasi untuk mulai membudidayakan lebah dan menerapkan teknik pertanian karet lestari. Tidak hanya karena mendatangkan tambahan penghasilan penduduk, namun sebagai upaya menjaga hutan.”

“Tingkat kerusakan hutan di desa ini cukup tinggi. Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Masyarakat perlu peningkatan kesadaran menjaga hutan karena hutan merupakan sumber penghasilan terbesar bagi desa ini,” jelas Zulkarnain Hasibuan, Kasi Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat, KPH Wilayah X Padang Sidempuan.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA