Investor Tiongkok Tinjau Kerjasama dengan PT Inalum

Peninjauan Proyek Diversifikasi Aluminium:
Tim Proyek Diversifikasi PT Inalum (Persero) meninjau proyek Diversifikasi Aluminium Billet dan Alloy bersama dengan Tim dari Kemenko Kemaritiman RI dan investor dari Tiongkok (Sabtu, 15 Juli 2017)

CERITAMEDAN.COM, Sumut – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum saat ini sedang melaksanakan berbagai proyek pengembangan menuju produksi 1 juta ton Aluminium pada tahun 2025.

Proyek-proyek pengembangan ini ternyata direspon dengan baik oleh pemerintah dan para investor dalam hal ini oleh Kemenko Kemaritiman RI dan investor dari Tiongkok yaitu China Gezhiuba Group Co.Ltd.

Respon baik ini dibuktikan dengan kunjungan dari Tim Kemenko Kemaritiman RI dan China Gezhiuba Group Co.Ltd ke Pabrik Peleburan Inalum di Kuala Tanjung.

Kunjungan pada medio Juli lalu itu telah didahului dengan presentasi singkat mengenai proyek-proyek pengembangan Inalum oleh Direktur Utama Ir Winardi di Hotel Grand Aston sehari sebelumnya.

Tempat pertama yang dikunjungi oleh Tim Kemenko Kemaritiman RI dan China Gezhiuba Group Co.Ltd adalah lahan PLTU 2×350 MW milik Inalum, yang berada di Kuala Tanjung. Proyek yang masuk ke dalam proyek strategis nasional ini telah mendapatkan izin prinsip dan siap untuk dibangun.

Setelah dari lahan PLTU, rombongan kemudian mengunjungi pabrik diversifikasi produk Aluminium Billet dan Aluminium Alloy. Pabrik yang baru beroperasi tahun 2017 telah melewati berbagai proses pembangunan yang cukup panjang.

Dimulai dari Groundbreaking Pabrik Diversifikasi Produk Aluminium oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 27 Januari 2015, kemudian pemilihan technology provider untuk menghasilkan produk terbaik pada 17 September 2015.

Dilanjutkan proses perluasan Gedung Pabrik Casting yang ditandai dengan Pemancangan Pile Pertama oleh Direktur Utama PT INALUM (Persero) Winardi pada 18 Januari 2016, lalu instalasi Peralatan Mesin Billet yang dimulai pada September 2016.

Kemudian proses commissioning mulai dilaksanakan pada April 2017 dan pada akhirnya pengiriman perdana ke pelanggan berhasil dilaksanakan pada 23 Juni 2017 lalu.
Ditargetkan nantinya proyek diversifikasi ini mampu memproduksi 15.000 ton Aluminium Billet dan 45.000 ton Aluminium Alloy.

Kunjungan ke Pabrik Peleburan Inalum ini diakhiri dengan peninjauan ke Pelabuhan Inalum Kuala Tanjung yang memiliki 3 dermaga dan sudah beroperasi sejak tahun 1982.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA