Temuan Jengkol Spray Harumkan Nama Unimed di Kancah Internasional

Temuan Jengkol Spray Harumkan Nama Unimed di Kancah Internasional
Temuan Jengkol Spray Harumkan Nama Unimed di Kancah Internasional

CERITAMEDAN.COM, Medan –¬†Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional, dengan membawa 1 Medali Silver (Juara II) kategori Agrikultur dan Special Award dari World Inventin and Innovation Promotion Association (WIPA) dalam ajang Internasional Invention, Innovation and Technologi Exhibition (ITEX) ke 28 yang berlangsung di Kuala Lumpur Malaysia dari 11-13 Mei 2017.

Tim mahasiswa Unimed yang berhasil mengukir prestasi di ajang ITEX ke 28 di Malaysia tersebut adalah Dicky Mahaputra Tarigan (Prodi Biologi Bilingual FMIPA), Khairunnisa (Prodi Biologi Bilingual FMIPA), M Moni Simbolon (Prodi Biologi Bilingual FMIPA), Ari Andrian (Prodi Pendidikan Akuntansi FE) dan Sartika Telambanua (Prodi Pendidikan Bimbingan Konseling FIP).

Lebih dari 24 negara ambil bagian dalam ITEX 2017 yang digelar di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Pameran ini mengusung tema ‘Menemukan Dunia yang Lebih Baik’ dan bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara kecepatan inovasi ilmiah yang luar biasa dan masyarakat, dan komersialisasi penemuan dan inovasi.

Event tersebut diselenggarakan oleh Malaysian Invention and Design Society (MINDS) dan menampilkan 1.000 temuan inovatif dari para perisearch dari institusi pendidikan tinggi serta penemu muda dan badan usaha.

Selain dari Malaysia, para peserta berasal dari Republik Islam Iran, Republik Indonesia, Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi, Thailand, Polandia, Mesir, Kuwait dan Bahrain. Menurut Tan Sri Augustine SH Ong, Presiden MINDS dan Ketua Panitia ITEX, Pameran ITEX 2017 Ke-28 berfokus pada komersialisasi dan kewirausahaan.

Kompetisi yang diikuti lebih dari 1000 ilmuwan muda dari berbagai perguruan tinggi di dunia tersebut, mengakui penemuan karya mahasiswa Unimed sangat unik.

Adapun penemuan itu adalah J-SPRAY (Jengkol Spray) merupakan insektisida alami dari kulit jengkol dengan teknologi MAE (Microwave Assisted Extraction), sehingga aplikatif dan ekonomis untuk digunakan pada sektor pertanian.

Menurut Kepala Humas Unimed, Muhammad Surip, keberhasilan ini menambah daftar prestasi mahasiswa Unimed di tingkat internasional. Sebelumnya, sudah banyak prestasi yang berhasil diraih oleh mahasiswa Unimed di tingkat nasional dan internasional.

“Kabar harum ini sangat membahagiakan kita pimpinan dan civitas Unimed. Serta sebagai bukti kreativitas dan inovasi temuan mahasiswa Unimed berhasil menyisihkan peserta dari perguruan tinggi terbaik dunia yang mengikuti ajang ITEX tersebut. Prestasi ini juga saya harap dapat memacu dan menjadi pendorong para dosen dan mahasiswa untuk terus berinovasi dalam berbagai temuan ilmiah, supaya dapat terus menukir prestasi di berbagai kompetisi yang ada,” ujarnya, Senin (15/5/2017).

“Prestasi mahasiswa Unimed ini juga memperkuat bukti ilmuwan muda Indonesia sangat potensial,” ujar Rektor Unimed Prof Syawal Gultom diwakili Muhammad Surip.

Menariknya lagi, kompetisi ini berlangsung sangat ketat, karena diikuti lebih dari 24 negara. Tidak sedikit merupakan negara-negara besar dan memiliki latar belakang teknologi yang bagus.

Dari semua temuan produk peserta tersebut hanya temuan mahasiswa Unimed mendapatkan penghargaan Special Award dari World Inventin and Innovation Promotion Association (WIPA).

Dicky Mahaputra Tarigan selaku ketua tim merasa bangga dan bahagia telah berhasil membawa harum nama Unimed dan Indonesia di ajang kompetisi tingkat Internasional di Malaysia.

Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan kerja cerdas kami dalam tim. Semoga prestasi ini akan mendorong kami untuk terus berinovasi dan berkarya untuk kejar prestasi di ajang lainnya. Serta mendorong mahasiswa Unimed lainnya untuk terus berkarya, karena mahasiswa Unimed tidak kalah cerdas dan kreatifnya dari kampus-kampus terbaik dunia.

“Karya inovasi ini bagi kami merupakan buah dari kurikulum berbasis KKNI yang telah diterapkan di Unimed, karena melalui kurikulum tersebut kami mahasiswa dituntut dapat menghasilkan karya dari setiap matakuliah yang kami ambil persemesternya,” ucapnya.***(CM/PR)

KOMENTAR

BACA JUGA