Putri Dessy Natalia Siburian, Perdalam Kecintaan Akan Budaya

Putri Dessy Natalia Siburian
Putri Dessy Natalia Siburian

CERITAMEDAN.COM, Medan – Berawal dari hobi travelling, gadis muda dan cantik ini mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Putri Pariwisata Sumatera Utara (Sumut) tahun 2016.  Persiapan demi persiapan dia lakukan untuk meraih apa yang telah ditargetkan oleh gadis yang memiliki nama lengkap Putri Dessy Natalia Siburian ini. Sebelum terpilih menjadi Putri Pariwisata Sumut, gadis yang disapa Putri ini sebelumnya sempat menjadi Putri Bahari Sumut 2015.

Terpilih menjadi Putri Pariwisata Sumut 2016 tentunya harus memiliki wawasan mengenai potensi wisata yang ada di daerah. Tidak hanya harus memiliki wawasan saja, menjadi seorang Putri Pariwisata Sumut juga harus mampu mempromosikan wisata-wisata andalan kebanyak orang, khusunya Sumatera Utara.

Putri Dessy Natalia Siburian

Setelah dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Sumut 2016, Putri melakukan promosi ke khalayak ramai. Tentunya promosi lokasi wisata yang dilakukannya juga harus mengikuti trend saat ini. Dimana, banyak orang memanfaatkan social media sebagai wadah untuk mempromosikan segala sesuatu. Begitu juga yang dilakukan Putri, dia pun memanfaatkan social media untuk mempromosikan tempat-tempat wisata yang pernah dia kunjungi.

“Kalau promosi pariwisata aku pakai social media. Apalagi sekarang orang banyak pakai social media, rata-rata orang memang pakai social media. Kementerian pariwisata juga menetapkan digital media sebagai media pertama untuk promosi pariwisata. Nah, jadi aku menggunakan social media untuk promosi wisata yang harus kita kunjungi dan nggak kalah menarik dari wisata lainnya,” jelas Putri.

Memang kita tahu bahwa pengaruh social media sangat cepat dirasakan untuk melakukan promosi. Terlebih lagi jika kita mempromosikan tempat-tempat wisata. Tak heran jika kita lihat orang yang hobi travelling selalu mengunggah fotonya dengan mencantumkan nama tempat wisata dan juga menggunakan banyak hastag. Hastag yang dilakukan juga beragam. Hal yang sama juga dilakukan wanita kelahiran tahun 1994 ini, misalnya saja dengan menggunakan #visitsumut #pariwisatasumut atau juga menggunakan hastag nama tempat yang dia kunjungi.

Prestasi dan juga wawasan megenai pariwisata yang dia miliki, membuat marketing pariwisata memilih  dia sebagai Putri Pariwisata Sumut. Bagi Putri, menyandang gelar dan memakai mahkota Putri Pariwisata adalah kesempatan yang luar biasa dan tidak akan bisa dibayar dengan apapun.

“Menjadi Putri Pariwisata ini aku sangat bahagia. Aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Aku bisa pergi ke tempat tersembunyi yang belum orang ketahui. Bisa menggali potensi bawah laut dengan cuma-cuma bersama dinas pariwisata. Ini menjadi hal yang luar biasa,” katanya.

Putri Dessy Natalia Siburian

Bagi mahasiswa Fakultas Hukum USU ini, menjadi Putri Pariwisata bukan berarti hanya tahu tentang pariwisata yang ada di Sumatera Utara saja. Melainkan juga harus mengenal budaya-budaya yang ada di Sumatera Utara. Tentunya juga turut mempromosikan kebudayaan yang ada di Sumatera Utara. Apalagi kita tahu bahwa sekarang ini generasi muda tidak begitu tertarik dengan budaya. Lewat Putri Pariwisata ini, dia juga turut mengenal dan cinta budaya sendiri. Tidak jarang dia mengikuti kegiatan-kegiatan pariwisata yang menonjolkan kebudayaan, misalanya saja seperti event festival Danau Toba.

Meski berada ditengah era digital yang terus memaksa kita untuk terus mengikuti geraknya, bukan berarti kita lupa akan semua budaya dan tergilas oleh zaman. “Setiap remaja, generasi muda atau siapapun, kita harus cinta terhadap budaya kita sendiri. Dengan kata lain ikuti zamanmu jangan tinggalkan budayamu,” ujar Putri tegas. (CM-06/Ika Rahmadani Lubis)

KOMENTAR

BACA JUGA