BEKRAF Bantu Pelaku Food Startup Indonesia Bertemu Investor

BEKRAF Bantu Pelaku Food Startup Indonesia Bertemu Investor
BEKRAF Bantu Pelaku Food Startup Indonesia Bertemu Investor

CERITAMEDAN.COM, Medan – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Foodstartup Indonesia 2017. Secara umum, banyak orang yang tidak mengetahui apa itu foodstartup. Foodstartup Indonesia adalah acara yang diselenggarakan Bekraf dalam mendukung ekosistem subsektor kuliner Indonesia. Dimana sebelumnya pada tahun 2016 kegiatan yang sama pernah dilaksanakan di Yogyakarta pada 28-30 November dengan 600 pendaftar.

Foodstartup terdiri dari pelaku bisnis yang berkecimpung menyediakan jasa atau produk dalam rentang waktu selama satu hingga lima tahun. Produk atau jasa yang dimiliki masuk pada kategori kuliner dan memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam skala industri atau masif, dan juga memiliki nilai inovasi produk, business model, serta pemasaran. Tak hanya itu, pelaku bisnis juga harus mempunyai rekam jejak transaksi atau produksi dengan permodalan swadaya atau kelompok, dan belum mendapatkan skema permodalan.

Sedangkan Food Tech Startup adalah pelaku bisnis yang menyediakan platform IT yang berkecimpung pada bidang kuliner tanpa memiliki produk atau jasa dibidang kuliner sebelumnya. Maka dari itu, persiapan demi persiapan perlu dilakukan sebelum memulai foodstartup, seperti memikirkan produk.

Sebelum kita memulai startup kita harus memikirkan apakah produk kita dapat memberikan manfaat dan menarik konsumen. Dimana kita tahu, startup dekat kaitannya dengan usaha yang memberikan solusi  kepada masyarakat. Selain itu, aspek lain dari startup adalah keinginan konsumen. Sebab memasarkan produk sesuai dengan keinginan konsumen akan mempermudah kita dalam penjualan.

Bagi pelaku industri kuliner, memikirkan cara produksi merupakan bagian yang penting setelah memikirkan produk atau jasa yang akan kita gunakan sebagai food startup. Produksi bisa dilakukan oleh orang lain maupun diri sendiri. Tetapi ada hal yang perlu di perhatikan dalam poduksi, yaitu faedah bentuk (utility of form), faedah waktu (utility of time), faedah tempat (utility of place), bahkan faedah kepemilikan (utility of ownership/ possesion).

Barulah setelah itu kita memerlukan marketing untuk mengenalkan barang atau jasa kepada calon konsumen. Karena memiliki barang yang baik dan sangat diminati oleh konsumen saja tidak cukup. Sekarang ini, marketing bisa dilakukan secara online. Banyak platform yang bisa digunakan dalam internet marketing, mulai dari facebook sampai youtube.

Startup juga berkaitan dengan kemajuan teknologi dan terus berinovasi. Maka tak perlu heran jika startup berubah bentuk selama perjalanannya. Hal ini dikarenakan adanya inovasi yang terus dilakukan sepanjang perjalanannya. Selain itu, sebuah startup tanpa adanya inovasi maka tidak akan mendapatkan targetan baru yang harus di capai. Tidak hanya itu, bantuan modal lewat investor juga sangat diperlukan bagi startup.

Kehadiran Bekraf, lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif bersama program kerjanya tentang food startup indonesia sangat membantu para pelaku food startup bertemu dengan pada investor. Bekraf bertugas menghubungkan semuanya, seperti pada acara kemarin, selasa 11 april 2017 di Hotel Forepoint Medan. Bekraf mengundang pelaku industri kuliner, pengusaha pendukung industri kuliner, komunitas kuliner, praktisi kuliner, media publikasi, sumber pembiayaan perbankan, dan juga non perbankan pada acara tersebut.

Lewat acara foodstartup ini kedepannya dapat mengembangkan potensi kuliner di Indonesia hingga ke pasar global. Sebagaimana yang disampaikan Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, “Harapan kami, acara ini mampu mengembangkan kuliner Indonesia, memaksimalkan potensi foodstartup, membentuk ekosistem foodstartup, membuka akses permodalan pemerintah serta swasta, dan memasarkan produk ke pasar global,” ungkapnya.

KOMENTAR

BACA JUGA