Rumah Karya Indonesia, Rumuskan Kalender Kerja 2017

Rumah Karya Indonesia, Rumuskan Kalender Kerja 2017
Rumah Karya Indonesia, Rumuskan Kalender Kerja 2017

Menjadikan seni tradisi sebagai sumber inspirasi, kreativitas, dan pengetahuan untuk mencapai Indonesia yang berkepribadian menjadi fokus visi Rumah Karya Indonesia. Untuk mengembangankan visi tersebut Rumah Karya Indonesia melakukan berbagai program, yang lewat program ini Rumah Karya Indonesia berusaha merawat, memaknai, dan menghidupkan tradisi. Melalui tiga program yang ada, Rumah Karya Indonesia kemudian merumuskan dalam sebuah kalender kerja 2017. Dimana kalender kerja ini merupakan catatan kegiatan satu tahun kedepan.

Program-program tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa kegiatan utama. Dimana kegiatan utama tersebut sebagai pengejewantahan dari tiga program pokok, yang terumus menjadi tujuh kegiatan utama. Tujuh kegiatan utama tersebut adalah (Bukan) Opera Batak “Ponggol”, Geobike Caldera Toba #3, Dokan Arts Festival, Silahisabungan, Onan Na Marpatik, Jong Batak, dan Lake Toba Film Festival.

(Bukan) Opera Batak “Ponggol” yang akan digelar di 18-19 Maret  ini akan dibuat dalam dua hari masing-masing dengan dua sesi, pukul 15.00 Wib untuk pelajar dan pukul 19.30 Wib untuk umum. (Bukan) Opera Batak “Ponggol” karya Agus Susilo ini mengisahkan bahwa legenda Manggale tak sekedar diam sebagai patung saja. Ketika tradisi dihargai sebagai sejarah, dari masa ke masa legenda ini terus bertransformasi hingga menjadi aset untuk tanah Sumatera.

Selain itu, pada kalender kerja Rumah Karya Indonesia bersepeda santai juga menjadi salah satu daya tarik untuk mengenalkan beberapa daerah inti di Danau Toba. Dengan rangkaian acara Celebration start and finish, Sport Tourism, Traditional, Culinary, dan Pertunjukan Budaya. Agenda yang ditunggu para biker ini akan dimulai di bulan April tepatnya tanggal 7-9 untuk trip pertama, yang akan mengelilingi Silangit – Doloksanggul – Bakkara – Muara Nainggolan – Tomok – Tuktuk. Sedangkan trip kedua ditanggal 8-10 September dengan rute Tuktuk – Tomok – Ajibata – Parapat – Simanjarunjung – Sidamanik – Pematangsiantar.

Rumah Karya Indonesia juga akan kembali menggelar Dokaan Arts Festival yang pada tahun ini akan disajikan dengan konsep dan tema berbeda dari tahun sebelumnya. Pertunjukan seni berbasis budaya Karo ini akan mengangkat konsep dan tema ‘Tradisi Lisan’. Sebab di Desa Dokan Kecamatan Merek masih meyimpan bermacam tradisi lisan serta sejarah yang harus kita ketahui dan juga dihormati, seperti Nutu i Lesung, Erdidong, dan juga Penusur Sira. Dokan Art Festival #3 tersebut dapat kita lihat pada 11-13 Mei, tepatnya di Desa Doka Kabupaten Karo.

Tidak hanya memperkenalkan budaya Karo saja, lewat kalender kerjanya Rumah Karya Indonesia juga akan mengajak kita untuk berkunjung ke palung terdalam di dunia, kedalaman mencapai 905 meter yang terletak di Perairan Danau Toba Kecamatan Silahisabungan. Disini kita juga akan menemukan perpaduan empat sub etnis batak, yaitu Toba, Simalungun, Pakpak, dan Karo. Silahisabungan ini akan digelar pada 21-23 Juli 2017.

Selain itu juga ada kegiatan Onan Na Marpatik pada 1-2 September 2017. Mungkin jika mendengar namanya, mungkin terdengar asing dari nama kegiatan di tahun sebelumnya yang pernah diadakan Rumah Karya Indonesia. Sebab kegiatan perhelaan kebudayaan rakyat dengan berbagai aktivitas yang dikemas secara seni dengan pameran produk kreatif, hasil pertanian, dan panggung seni rakyat yang diberi nama Onan Na Marpatik ini merupakan kegiatan baru.

Berbeda dengan kegiatan Jong Bataks yang tiap tahunnya sering didengar, karena memang sejak 2104 kegiatan ini sudah digelar. Pada kegiatan Jong Bataks #4 gagasan yang diangkat berupa Gong, salah satu alat musik yang ada di Sumatera Utara. Dimana Gong digunakan sebagai upacara sosial, kenegaraan, ritual keagamaan, alat komunikasi, pesta pernikahan, selamatan, bahkan upacara kematiaan sekalipun. Kegiatan ini dapat dilihat di Lapangan Merdeka pada tanggal 25-28 Oktober 2017.

Dan terakhir adalah kegiatan Lake Toba Film Festival yang merupakan bentuk festival film yang berjuang mengangkat harkat dan martabat film-film lokal di kancah industri perfiliman yang berbasis kearifan budaya masyarakat Indonesia. Lewat film festival ini diharapkan kreatifitas anak muda dari seluruh daerah di Indonesia khusuanya Sumatera Utara akan mampu mengungkapkan kondisi kekinian kearifan lokal nusantara. Sehingga Lake Toba Film Festival ini mengusung konsep ‘Wajah Kita Dalam Lokalitas Industri Film’. Dimana Lake Toba Festival Film akan diselenggarakan di Kabupaten Samosir pada 1-2 Desember 2017.

Tujuh kegiatan ini upaya menjalankan misi Rumah Karya Indonesia. Misi-misi yang dijalankan dalam setiap kegiatan, yaitu menggali dan mengembangkan keragaman seni tradisi yang ada di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya, menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan karya seni tradisi di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya, merangsang minat generasi muda terhadap karya seni tradisi, membangun sinerjisitas di antara pekerja seni tradisi serta lembaga lain yang memiliki tujuan yang sama dengan lembaga, menjadikan seni tradisi sebagai salah satu industri ekonomi kreatif, menjadikan Rumah Karya Indonesia sebagai lembaga seni yang profesional, independen dan mandiri.

Rumah Karya Indonesia di tahun 2017 berfokus di wilayah yang ada di seluruh Kawasan Danau Toba, dengan tujuan untuk mewujudkan kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata Unggulan. Kawasan Danau Toba wajib dilestarikan sebagai situs sejarah dunia dan salah satu keajaiban dunia.

Kalender kegiatan Rumah Karya Indonesia 2017 ini dibuat untuk menciptakan agenda seni dan budaya berbasis kearifan lokal yang terencana dan sistematis. Sejauh ini aktifitas-aktifitas kesenian di Sumatera Utara belum memiliki grand design, masih bersifat musiman. Sehingga Rumah Karya Indonesia yang dikelola para kreator dari berbagai disiplin seni secara mandiri mendayagunakan sumber daya yang ada di setiap daerah. Kalender kegiatan ini membuka ruang kepada seniman di Sumatera Utara untuk mengekpresikan kreatifitasnya.*** (CM-07/Ika Rahmadani Lubis)

KOMENTAR

BACA JUGA