BPS Sumut Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun

BPS Sumut Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun
BPS Sumut Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurun

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara tingkat pengunjung wisatawan mancanegara (wisman) bulan Januari 2017 mencapai angka 20.212 kunjungan. Sedangkan pada bulan Desember 2016 jumlah wisman yang berkunjung mencapai 28.950 pengunjung. Ini berarti menunjukkan  jumlah wisman yang berkunjung ke Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 30,18%. Sementara itu jika dibandingkan dengan bulan yang sama di bulan Januari 2016, jumlah wisman pada bulan Januari 2017 mengalami kenaikan 54,25% dari 13.103 kunjungan pada bulan Januari 2016 menjadi 20.212 kunjungan.

Penurunan jumlah wisman pada bulan Januari 2017 dapat dilihat dari tiga titik pintu masuk menuju Sumatera Utara, yaitu pintu masuk Bandar Udara Internasional Kualanamu yang turun hingga 31,21%, melalui Pelabuhan laut Belawan tingkat penurunan mencapai 13,08, dan melalaui Pelabuhan Laut Tanjung Balai turun 31,15%.

Penurunan jumlah wisman yang berkunjung ke Sumatera Utara juga berdampak pada para pebisnis yang bergelut di bidang perhotelan. Baik itu hotel berbintang lima atau berbintang satu sekalipun. Ini dapat dilihat dari angka tingkat penurunan yang mencapai 10,97 poin atau mencapai rata-rata 40,44 persen. Memang di bulan Januari 2017 Tingkat Penghuni Kamar hotel (TPK) bintang lima lebih tinggi dari hotel bintang dua. Dimana TPK hotel bintag lima mencapai 45,78% sedangkan hotel bintang dua hanya mencapai 36,99%. Meskipun dibulan Januari tetap menduduki tingkat penghuni paling tinggi, namun jika dibandingkan dengan TPK bulan Desember 2016, kenaikan terjadi hanya pada hotel bintang satu sebesar 2,58 poin dan hotel bintang dua sebesar 0,12 poin. Sedangkan hotel bintang lima mengalami penurunan yang cukup drastis. Dimana mengalami tingkat penurunan sebesar 31,24% dan disusul dengan hotel bintang 4 sebesar 19,11% hingga terakhir hotel bintang tiga yang turun ke angka 7,90%.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumatera Utara, Bismark Pardamean (01/03), mengungkapkan jika ditinjau secara agregat dari rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang pada Januari 2017 mencapai 1,46 hari turun 0,03 poin dibanding bulan Desember 2016.

“Jika diamati secara parsial, rata-rata lama menginap tamu asing bulan Januari adalah 1,24 hari turun 0,41 poin dibanding Desember 2016 dan rata-rat lama menginap tamu Indonesia bulan januari 2017 mencapai 1,48 hari relatif stabil dibanding bulan sebelumnya,” jelasnya.

Dari sepuluh negara pasar utama wisatawan mancanegara pada Januari 2017, Malaysia masih mendominasi jumlah wisatwan mancanegara yang datang ke Sumatera Utara, yatu sebesar 47,46%. Kemudian disusul oleh Singapura 7,21%, Tiongkok 2,32%, Australia 1,88%, Taiwan 1,61%, Jerman 1,42%, Amerika Serikat 1,20%, Inggris 1,02%, India 1,02%, dan terakhir Belanda 0,94%. Jumlah wisman dari sepuluh negara tersebut adalah 66,07% dari total kedatangan wisman di Sumatera Utara.

Selain wisatawan mancanegara, wisatawan domestik yang datang ke Sumatera Utara bulan Januari 2017 juga mengalami penurunan. Ini dapat dilihat dari tingkat penumpang domestik yang datang ke Sumatera Utara melalui angkutan udara yang mencapai 320.875 atau turun 6,53% dibanding bulan sebelumnya yaitu sebanyak 343.309 orang.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumatera Utara itu juga mengatakan bahwa jumlah penumpamg domestik yang berangkat selama Januari 2017 dari Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu mencapai 334.556 orang atau naik 15,48% dibandingkan bulan Desember 2016 yang mencapai 289.707 orang. Begitu juga dengan jumlah penumpang yang berangkat pada Januari 2017 mencapai 334.556 orang atau naik 5,43% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar 317.318 orang.

“Dan penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing pada bulan januari 2017 mengalami penurunan sebesar 14,36% dibanding bulan Desember 2016, yaitu dari 98.487 orang turun menjadi 84.349 orang,” tutupnya diakhir penjelasan.*** (CM-07/Ika Rahmadani Lubis)

 

KOMENTAR

BACA JUGA