IBX5A49C9BC313D6 Yayasan Pendidikan Parulian Didorong Menjadi Sekolah Abad ke-21 - Cerita Medan

Yayasan Pendidikan Parulian Didorong Menjadi Sekolah Abad ke-21

Yayasan Pendidikan Parulian Didorong Menjadi Sekolah Abad ke-21
Yayasan Pendidikan Parulian Didorong Menjadi Sekolah Abad ke-21

Seluruh sekolah yang dikelola Yayasan Pendidikan Parulian didorong menjadi sekolah model yang menerapkan pendidikan abad ke-21. Kepala Sekolah dan guru Parulian dinilai telah memiliki kapasitas untuk menerapkan pendidikan abad ke-21. Penilaian itu didasari karena selama ini Parulian telah mengimplementasikan active learning dalam pembelajaran dan menjalankan program literasi. “Sehingga pembelajaran di Parulian tidak lagi berbeda dengan model pembelajaran di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Singapura,” terang Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan di Medan, Selasa (6/12).

Agus Marwan mengatakan UNESCO mendesain pendidikan abad ke-21 kedalam empat pilar. Proses pembelajaran ditujukan agar siswa bisa belajar mengetahui (learning to know),  belajar berbuat (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Keempat pilar itu dalam proses pembelajaran di kelas dapat diobservasi kedalam 10 karakteristik. “Jika pembelajaran telah berpusat pada siswa, menggunakan model active learning, memanfaatkan perangkat komputer,  siswa dinilai berdasarkan kinerja, siswa mampu menalar dan mengikuti aturan-prosedur, bisa belajar berdapatasi, bisa bekerjasama dan saling menghargai, maka inilah yang disebut pembelajaran abad ke-21,” tukas Agus Marwan.

Lebih lanjut Agus Marwan mengatakan, Yayasan Pendidikan Parulian sangat aktif meningkatkan kapasitas Kepala Sekolah dan guru melalui ragam pelatihan dan workshop. Seluruh guru mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK telah mampu menerapkan active learning dalam pembelajaran. Bahkan seluruh Kepala Sekolah Parulian sudah dilatih mendesain wholde school development dengan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). “Dengan komitmen dan kinerja yang ditunjukkan Parulian, saya yakin Parulian bisa menjadi role model sekolah abad 21 di Sumatera Utara,” tambahnya.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Parulian Sopar Siburian mengatakan pihaknya terus berbenah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mereka menyediakan dukungan besar untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di Parulian. ”Aset terbesar kami adalah Kepala Sekolah dan guru yang berkualitas. Karena itu kami tidak pernah ragu untuk mendukung Kepala Sekolah dan guru. Kami ingin kualitas mereka bisa terus terjaga,” terangnya.

Lebih lanjut Sopar mengatakan, Ia khusus mengandeng USAID PRIORITAS untuk membantu sekolah-sekolah Yayasan Pendidikan Parulian. USAID PRIORITAS merupakan program yang didesain Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. “Sebagai salah satu Yayasan Pendidikan tertua di Sumatera Utara, kami bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang mendukung pembangunan bangsa. Kami semakin optimis dengan dengan dukungan USAID PRIORITAS, tanggung jawab besar itu bisa kami kerjakan dengan lebih baik,” tegasnya.***(CM/PR)

 

 

Keterangan foto:

Dukungan. Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan mendukung sekolah YAYASAN PENDIDIKAN Parulian menjadi role-model sekolah Abad 21 di Medan.

Komitmen. Ketua Badan Pengurus YAYASAN PENDIDIKAN Parulian Sopar Siburian berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Kepala Sekolah. Seluruh Kepala Sekolah YAYASAN PENDIDIKAN Parulian mengikuti pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah.

KOMENTAR

BACA JUGA