Tetap Positive Thinking Hadapi Kontroversi Kehadiran Uang Baru

  • Whatsapp

Tetap Positive Thinking Hadapi Kontroversi Kehadiran Uang Baru

Apapun yang dilakukan oleh pemerintah, memang selalu mendapatkan komentar negatif maupun positif dari masyarakat. Tak selalu pergerakan yang dilakukan pemerintah dinilai baik oleh masyarakat, dan begitu juga sebaliknya. Di dunia ini, memang sudah kodratnya bahwa setiap orang dapat memandang baik dan buruk terhadap sesuatu yang dilakukan oleh orang lain. Begitu pun dengan kehadiran uang NKRI yang baru saja dirilis pada tanggal 19 Desember 2016, yang sudah melalui diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan sejarawan, akademisi, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, dan Pemerintahan Daerah.

Read More

Saat ini redominasi uang juga menjadi pembahasan yang menjadi bahan RUU yang sedang disempurnakan oleh pihak Bank Indonesia. Redominasi disini dimaksudkan untuk menyederhanakan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengurangi nilai tukanya.

Bank Indonesia kmaren baru meluncurkan 11 uang pecahan berdesain atau bergaya baru yang menimbulkan banyak komentar masyarakat melalui beberapa akun media sosial milik mereka. 11 uang pecahan yang diluncurkan kemarin berupa uang pecahan Rp. 100.000, Rp. 50.000, Rp. 20.000, Rp. 10.000, Rp. 5000, Rp. 2000, Rp. 1000 kertas. Sedangkan pecahan logam terdiri dari Rp. 1000, Rp. 500, Rp. 200 serta Rp. 100 rupiah.

Yang menuai beberapa kontroversi dan komentar negatif dari uang yang diluncurkan kemarin dimulai ahsan mengenai beberapa pahlawan yang dianggap tidak cocok atau pantas untuk dibuat pada desain uang NKRI yang baru. Ada yang menyatakan desain uang baru layaknya seperti uang monopoli. Mulai dari bahasan mengapa para pahlawan yang muncul tidak seperti yang dianggap pahlawan oleh para netizen. Bahkan ada yang mengganggap bahwa peredaran uang baru dan perubahan pahlawan yang ada di desain uang baru ini merupakan permainan politik.

Nah, selain itu yang menjadi viral saat ini karena ada netizen yang menyatakan bahwa terdapat logo palu arit pada desain uang kertas yang baru diluncurkan oleh Bank Indonesia. Namun, hal ini kemudian diluruskan oleh Junanto Herdiawan dalam kompasiana yang menyatakan bahwa logo itu bukanlah logo palu arit seperti yang diributkan oleh para netizen. Logo tersebut merupakan logo saling isi atau yang disebut dengan rectoverso. Setiap uang pecahan memiliki pengaman tersendiri atau yang disebut dengan security features. Nah, termasuk logo yang dianggap sebagai palu arit yang dianggap netizen sebagai logo dari PKI ini, logo ini sebenarnya memiliki fungsi yaitu sebagai pengaman tanda keaslian dari uang tersebut. Melihat rectoverso tentu tidak hanya melalui sisi mata uangnya saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan cara khusus, yaitu dengan mengangkatnya untuk lebih mendapat penerangan agar lebih memudahkan kita melihat apa yang sebenarnya tersirat dari gambar tersebut.

Dengan melakukan penerawangan, maka terlihat jelas bahwa sesungguhnya itu bertuliskan BI atau Bank Indonesia, sebagai pihak yang memiliki hak dan tanggungjawab dalam melakukan pencetakan dan peluncuran uang baru.

Selain itu banyak juga netizen yang menyatakan bahwa desain uang rupiah yang baru menyerupai mata uang Yuan, mata uang milik Cina. Wah, ternyata banyak kontroversi dan banyak menimbulkan komentar negatif tentang desain uang baru ini, ya? Namun, bagaimanapun komentarnya pasti memiliki alasan tersendiri, kan? Begitupun pemerintah, khususnya Bank Indonesia juga memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mendesain uang menjadi seperti itu. mudah-mudahan itu semua baik untuk keutuhan NKRI. Tidak perlu terus berburuk sangka, coba saja positive thinking, maka semua akan terasa lebih indah.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *