IBX5A49C9BC313D6 Taman Bunga Tjong Yong Hian, Bukti Sejarah Kontribusi dari Suku Tionghoa – Cerita Medan

Taman Bunga Tjong Yong Hian, Bukti Sejarah Kontribusi dari Suku Tionghoa

Taman Bunga Tjong Yong Hian, Bukti Sejarah Kontribusi dari Suku Tionghoa

Jika ditelusuri secara rinci, kota Medan mempunyai banyak cerita dan sejarah tentang semua bangunan yang ada. Tjong Yong Hian (1850-1911), abang kandung dari Tjong A. Fie. Meski Tjong Yong Hian tidak sepopuler Tjong A Fie, tetapi keduanya memiliki peran penting dalam pembangunan di Medan. Keduanya memiliki jiwa filantropis, konglomerat dan luwes di dalam pergaulan.

Nama Tjong Yong Hian diabadikan sebagai nama sebuah jalan di Medan. Kebaikan dan ketulusan dari Tjong bersaudaralah beberapa bangunan-bangunan di Kota Medan ini berdiri kokoh, seperti Masjid Raya Al-Mashun, Rumah Sakit di Belawan, Vihara Tian Hou, dan Masjid Lama di Gang Bengkok. Dengan hadirnya Tjong Yong Hian ini, kita dapat melihat bagaimana kerukunan antar umat beragama pada zaman dahulu. Saling membantu dalam membangun rumah ibadah bagi setiap umat walaupun berbeda agama, ras, dan suku.

Museum dan Taman Bunga Tjong Yong Hian ini dibangun atas dasar bentuk dari penghormatan kepada Tjong Yong Hian, sebagai salah seorang saudara kaya yang beretnis Cina yang membangun Masjid Raya Al-Mashun. Peresmian ini dilakukan setelah Pemerintah Kota Medan dan DPRD Medan bersama-sama menyetujui  penabalan nama Jalan Tjong Yong Hian  yang semua bernama Jalan Bogor dalam sebuah Keputusan Walikota Medan No.620/ 1580.K/ X/ 2013 tentang  perubahan dan penabalan jalan di Kota Medan. Dalam surat keputusan yang ditetapkan Pelaksana Tugas Walikota Medan, Dzulmi Eldin tanggal 2 Oktober 2013 disebutkan, Jalan Bogor mulai simpang Jalan Palangkaraya sampai dengan simpang Jalan Sutomo menjadi Jalan Tjong Yong Hian.

Taman Bunga Tjong Yong Hian ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Tjong Yong Hian dan istrinya. Untuk sementara ini, Taman Bunga Tjong Yong Hian di Jalan Kejaksaan, Petisah Tengah, Medan ini ditutup untuk umum karena tengah dilakukan renovasi pada gedung galeri barang-barang peninggalan milik Tjong Yong Hian. Menurut pemaparan salah seorang penjaga Taman Bunga Tjong Yong Hian,  Eka,  Taman bunga Tjong Yong Hian ini kini dirawat oleh para pewaris yang masih memiliki keturunan dengan Tjong Yong Hian. Taman Bunga Tjong Yong Hian ini kelak akan dibuka untuk umum seperti layaknya museum Tjong A. Fie.

Tjong Yong Hian juga memiliki kontribusi dalam pembangunan Masjid Lama di Jalan Bengkok Medan. Selain itu, Tjong Yong Hian juga memiliki kontribusi dalam pembangunan Masjid Raya Al- Mashun Medan, yang berkolaborasi dengan adiknya yaitu Tjong A. Fie.

Taman Bunga Tjong Yong Hian ini berisi makam Tjong Yong Hian dengan istrinya, Nee Xu yang berwarna merah.  Jika memasuki Taman Bunga Tjong Yong Hian ini, maka kamu akan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Hijaunya rerumputan terlihat semakin kontras dengan bunga teratai di kolam yang terletak tepat di depan makan Tjong Yong Hian dan istrinya.

Pada masa pemerintahan Belanda, Tjong Yong Hian diangkat sebagai mayor dalam ketentaraan.  Taman Bunga Tjong Yong Hian ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap bantuan dari Tjong Yong Hian terhadap pembanguan di Kota Medan.

Taman Bunga Tjong Yong Hian, Bukti Sejarah Kontribusi dari Suku Tionghoa (2)

Untuk saat ini, jika kamu memasuki Taman Bunga Tjong Yong Hian ini tidak akan dikenakan biaya sedikit pun alias gratis. Namun, jika proses renovasi galeri yang direncanakan selesai pada tahun 2017 mendatang, maka setiap pengunjung yang datang ke Taman Bunga Tjong Yong Hian ini akan dikenakan biaya. Jadi buat kamu yang penasaran bagaimana keindahan dari Taman Tjong Yong Hian ini langsung aja datang ke Jalan Kejaksaan Medan ini ya, guys. Bagi yang suka selfie juga bisa menggunakan destinasi yang satu ini, tetapi tetap saja harus menjaga keindahan dan fasilitas uang disediakan dengan sebaik-baiknya, ya.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA