Rumah Industri Marjinal Tingkatkan Penghasilan Ekonomi Keluarga Jalanan

  • Whatsapp
Rumah Industri Marjinal Tingkatkan Penghasilan Ekonomi Keluarga Jalanan
Rumah Industri Marjinal Tingkatkan Penghasilan Ekonomi Keluarga Jalanan

Rumah Industri Marjinal atau kerap disapa sebagai RIM, merupakan suatu program untuk anak jalanan yang didampingi oleh PKPA (Pusat Kajian Perlindungan Anak) sejak tahun 2013. RIM merupakan tempat dipasarkannya semua jenis produk olahan rumah oleh orang tua anak jalanan. Dikatakan sebagai anak jalanan adalah anak-anak yang mencari makan di jalanan namun tidur dan beristirahat kembali ke rumah orang tuanya, tidak memiliki rumah dan tinggal dijalanan serta mangais rezeki di jalanan dan sebagainya. Bukan saja diperuntukkna bagi anak jalanan namun juga untuk anak miskin.

Bagaimana PKPA menemukan orang tua anak jalanan tersebut? PKPA melalui petugas RIM melakukan pendataan terhadap anak-anak jalanan, dari sinilah orang tua anak jalanan dijumpai dengan RIM melalui pendataan anak jalanan oleh petugas RIM. “Jika ditemui anak jalanan tanpa orang tua dan tidak ingin menempuh pendidikan lagi, PKPA ada alternatif pendidikan berdasarkan bakat dan minat anak tersebut. Misalnya menjahit, mengemudi, PKPA akan berikan pengajaran tersebut,” ujar Sumaryani. Hal tersebut termasuk ke dalam program untuk anak jalanan oleh PKPA.

Read More

Selama tahun berjalan, PKPA mendampingi keuangan keluarga yang tergabung dalam RIM, bagaimana mereka mengolah keuangan dengan baik terutama untuk memenuhi biaya pendidikan dan kesehatan melalui RIM. “Biasanya perempuan, pengharapannya dari suami, ketika suami tidak bekerja pasti akan kewalahan.  Ada juga suami yang single parent, PKPA mencoba untuk merangkul dengan membentuk kelompok simpan pinjam, namanya SU Junior Sumber Rezeki,” tambah Sumaryani selaku pendamping ekonomi keluarga.

Semua dana bermula dari PKPA yang diberikan dalam kelompok simpan pinjam tersebut. Bukan hanya memberikan pinjaman, PKPA juga mendampingi orang tua untuk memanfaatkan bakat dan minat mereka menjadi sumber pendapatan. “Dari sini PKPA mendampingi para orang tua anak jalanan, bagaimana memanfaatkan bakat dan keahlian untuk meningkatkan ekonomi,” tutur Sumaryani.

RIM sudah banyak menampung produk olahan ibu-ibu para orang tua anak jalanan. Produk yang paling banyak dihasilkan adalah olahan pangan seperti keripik dari keterampilan memasak para ibu-ibu. Selain itu, keterampilan lainnya juga dapat dimanfaatkan misalnya keterampilan menjahit dan membuat kerajinan tangan lainnya.

Pemasaran dilakukan secara online memanfaatkan kecanggihan internet melalui petugas RIM ataupun pemasaran dengan membuka stand di acara atau seminar oleh PKPA. Sampai saat ini, manajemennya masih didampingi oleh PKPA, karena PKPA masih sampai tahap dimana bagaimana masyarakat yang tergabung dalam RIM mampu untuk mandiri mengelola kelompoknya sendiri.

“250 orang anak mendapatkan bantuan pendidikan namun tidak diberikan seutuhnya karena masih terdapat peran orang tua,” tutur Sumaryani. Masih ada peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan anaknya. Maka dari itu PKPA tidak memberikan bantuan materi sepenuhnya kepada anak-anak tersebut, bantuan juga diberikan kepada orang tua berupa pengetahuan mengolah dan mengembangkan kemampuan dalam diri sendiri agar lebih bermanfaat.

“PKPA tidak pernah memberikan bantuan berupa alat, misalnya modal. Modal pun berupa pinjaman dari mereka untuk mereka. Bagaimana agar mereka dapat mengolah kelompok simpan pinjam mereka dengan baik, bagaimana mereka meminjam, menyicil bayarannya dan bagaimana mereka menggunakan pinjaman tersebut sebagai modal usaha,” ujar Sumaryani.

“Ibu Hafni adalah orang tua tunggal dengan 2 orang anak, salah satu anak Ibu Hafni memiliki kebutuhan khusus, sebelum mengetahui program PKPA, Ibu Hafni selalu terlilit hutang rentenir demi memenuhi kebutuhannya dan 2 orang anaknya. Ibu Hafni yang ingin lepas dari hutang rentenir kemudian berjumpa dengan ibu Sri. Ibu Sri juga anggota RIM yang sudah merasakan manfaat positif RIM. Melalui Ibu Sri, kini Ibu Hafni mendapatkan pelatihan oleh PKPA melalui RIM,” tutup Sumaryani di akhir sesi wawancara.***(CM-04/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *