Pedagang Buku Jalan Pegadaian Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

  • Whatsapp

Persatuan Pedagang Buku Pegadaian, merasa dipermainkan oleh pemerintah Kota Medan. Pasalnya, setelah direlokasi ke Jalan Pegadaian, saat ini para pedagang buku diusik lagi keberadaanya agar pindah kembali pada lokasi sebelumnya, yakni Lapangan Merdeka, Medan. Kabarnya, Jalan Pegadaian yang berada di pinggir rel tersebut akan dibangun jalan layang kereta api Medan menuju Bandara Kuala Namu.

Read More

Relokasi kedua oleh pemerintah kali ini tidak disertai dengan keabsahan atau legalitas lokasi bagi para pedagang buku. Dengan kata lain, tanpa legalitas yang jelas, posisi para pedagang buku ini pun sewaktu-waktu pasti akan mendapat kendala yang tak akan jauh berbeda seperti saat ini. Terkait hal tersebut, pihak yang paling dirugikan pastilah para pedagang buku kecil-kecilan tersebut. Mereka pun terancam kehilangan mata pencarian.

Tidak terima dengan perlakuan pemerintah yang ingin memindahkan kembali lokasi pedagang buku saat ini, para pedagang buku kemudian melakukan aksi unjuk rasanya yakni demo di depan kantor Walikota Medan dan kabarnya aksi akan tetap terus dilakukan sampai para pedagang buku tersebut mendapat kejelasan. Donal Sitorus selaku ketua Persatuan Buku Jalan Pegadaian mengaku bahwa mereka tentunya mendukung program Pemko Medan. “Disuruh pindah kami pindah namun harus jelas ajaz hukumnya” ujar Donal.

Tidak muluk-muluk, permintaan para pedagang buku tersebut hanyalah meminta landasan hukum yang jelas. Terkait hal ini, para pedagang buku memberikan pernyataan yang diwakilkan oleh Donal Sitorus selaku Ketua dari Persatuan Pedagang Buku Pegadaian, bahwa para pedagang sudah seharusnya mendapatkan ijin pakai kios yang telah disediakan. Selain itu mereka juga berharap nantinya, kios-kios yang digunakan dapat terhindar dari pihak yang tak bertanggung jawab dan merugikan para pedagang.

“Kami tidak akan pindah dari lokasi Jalan Pegadaian sebelum landasan hukum berupa SK Walikota dan surat perjanjian Pemakaian Kios diberikan kepada para pedagang buku Jalan Pegadaian. Bersihkan dulu Lapangan Merdeka dari pihak yang tidak bertanggung jawab, dan jangan ada intimidasi kepada pedagang buku Jalan Pegadaian untuk segera mengosongkan lokasi sebelum adanya landasan hukum” jelas Donal.

Para pedagang buku merasa sangat kecewa terhadap perlakuan pemerintah. Pasalnya, pekerjaan menjual buku bukanlah pekerjaan haram melainkan pekerjaan yang penuh manfaat. Banyak anak-anak pelajar tidak mampu yang membeli buku bekas dari pedagang-pedang tersebut dengan harga miring namun masih layak pakai. Masyarakat pun pasti merasa bingung dengan keputusan pemerintah yang mengubah-ubah lokasi perniagaa  buku bekas. Harapan para pedagang tersebut adalah agar pemerintah Medan nantinya dapat segera memberikan legalitas yang jelas jika ingin merelokasi mereka kembali ke Lapangan Merdeka.

Sampai saat ini, Pemerintah Kota Medan masi terkesan lamban atau menganggap sepele keluh-kesah para pedagang buku tersebut. para pedagang buku, masih tetap melakukan aktivitasnya berdagang buku seperti biasa. Donal mengatakan bahwa mereka tidak akan mengosongkan Jalan Pegadaian sebelum adanya kejelasan dari Pemerintah Kota Medan.

“Semua kebutuhan hidup terpenuhi dari usahanya berdagang buku, sudah 30 tahun saya berdagang buku, anak-anak saya semua biayanya dari sini. Mau dimanapun, Lapangan Merdeka, Jalan Pegadaian, kami terima asal ada kejelasan hukumnya” ujar Donal. Donal mengaku, akhir-akhir ini pendapatan para pedagang buku menurun, bila dibandingkan dengan pendapatan pada saat masih berada di Lapangan Merdeka.

“Legalitas hukum” berulang kali dua kata tersebut terlontar dari mulut Donal, bukti bahwa mereka tidak ingin keberadaanya malah terombang-ambing. “Padahal kan kalau diolah, tempat ini bisa jadi tempat wisata buku di Medan, jadi ikon Medan. Tapi Pemerintah tidak bijak” tambah Donal. ***(CM-04/Chairunnisa)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *