Omelan Mamak-mamak Medan yang Pasti Pernah Kamu Dengar

  • Whatsapp

Omelan Mamak-mamak Medan yang Pasti Pernah Kamu Dengar

Mamak (sebutan warga Medan), sosok yang hadir untuk mendidik dan menyayangi kita tanpa batas. Mamak adalah sosok wanita yang selalu menomorsatukan kebutuhan dan keperluan anaknya dibandingkan dengan hal lain. Kasih mamak sepanjang masa, tak akan habis meskipun abad telah berganti. Semarah apapun mamakmu, tak akan mungkin hilang sedikit rasa sayangnya kepadamu. Bahkan beberapa omelan mamakmu bisa menjadi sebuah nasehat yang memang kamu butuhkan saat itu. Jadi jangan pernah marah ketika mamakmu mengomel karena bisa saja perbuatanmu yang menjadi pemicu kemarahan mamak kamu, guys. Berikut ada beberapa omelan yang pasti sering kamu dengar yang keluar dari mulut mamak kamu.

Read More

  1. Kau Jadi Anak Perempuan Bagun Pagi, Supaya Jadi Istri Udah Terbiasa Kau Nanti

Sering dengar yang ini, guys? Pasti ini akan terucap dari mulut seorang mamak ketika melihat anak perempuannya malas bangun pagi. Omelan mamak pasti identik dengan kehidupan setelah nikah. Memang setiap omelan mamak itu ada benarnya. Ala bisa karena biasa. Jadi ikuti saja. Biasakan bangun pagi kalau kamu nggak mau dengar mamak kamu ngucapin omelan yang satu ini, ya.

  1. Kau Beresin Kamar Kau Ini! Udah Macam Kapal Pecah Aja

Nah, kalau omelan yang satu ini dikarenakan keadaan kamarmu yang acak-acakan. Ya pantas saja lah mamak kamu marah. Itu seharusnya identik dengan kerapian, guys. Kalau kamarmu berantakan memang nalurimu berkata kalau kamu masih merasa nyaman dengan keadaan yang berantakan begitu? Ayo berubah, malu sama anak SD yang bangun tidur saja udah merapihkan tempat tidurnya.

  1. Kau Belajar Masak Kau, Nanti Kalau Udah Kawin Mau Kau Kasi Makan Apa Suamimu?

Hayo, siapa anak cewek yang belum bisa masak? Khususnya yang sudah menginjak 20 tahun, tapi belum bisa masak. Duh, kalau mamakmu sedang mengomel dengan kalimat ini jangan dijawab, “Mudah aja, Mak. Ntar kan bisa beli.” Banyak dari kamu yang mikir begini? Mulai sekarang diubah pemikirannya. Karena nggak selamanya suami kamu mau terus-terusan makan nasi warteg, ‘kan? Dia juga pasti pengen ngerasain makanan buatanmu. Jangan gara-gara ini rumah tanggamu retak, loh, guys.

  1. Kau Kalau Nyapu yang Bersih, Klen Contoh Ini Mamak Klen Kalau Nyapu

Siapa nih yang nyapunya masih suka nggak bersih? Mamak kita dari kecil selalu dididik oleh nenek kita untuk menyelesaikan tugas rumah dalam keadaan bersih. Mungkin saaat mamak kita melihat anaknya belum maksimal dalam menyelesaikan tugas rumah, mamak kita masih terus mengomel. Mulai sekarang lebih bersih dan teliti dalam menyelesaikan tugas rumah, ya.

  1. Hati-hati Kau Pulang Malam. Keretanya Kau Gembok, Jangan Kau Kasi Pinjam Orang

Bener banget omelan mamak yang satu ini. Omongan orang itu lebih tajam daripada apapun, jadi kalau nggak mau sakit hati gara-gara omongan tajam mereka pulanglah sebelum hari menjelang malam, guys. Kecuali kamu kamu punya alasan yang benar-benar rasional untuk pulang terlambat. Dan yang satu lagi adalah, mamak selalu lebih mementingkan kereta dibandingkan anaknya. Tidak maksud apa-apa, pasti mamak menginginkan kita sebagai anaknya lebih berhati-hati dalam menjaga barang pemberian orangtua. Apalagi di Medan sekarang rawan begal, hati-hati, ya.

  1. Asal Mamak Telpon Gak Pernah Kau Angkat, Percuma Aja HP Kau Banyak Kurang Banyak

Tuh, jual saja handphonemu kalau panggilan mamakmu saja tidak pernah kau hiraukan. Terkadang bukan bermaksud untuk tidak menghiraukan, ada beberapa hal yang memang membuatmu tak bisa mengangkat telpon. Jadi cobalah menjelaskan secara detail alasan mengapa kamu nggak bisa mengangkat telpon dari mamak kamu.

  1. Mintak Duit Aja Lah Kerja Kau, Beresi Rumah Gak Mau Kau

Malu dong kalau mau tampil hits masih pakai uang dari orangtua. Kalau memang mau terlihat hits dan keren pakai uang hasil keringat sendiri dong. Itu baru mantap. Mulai sekarang harus bisa mengerti kondisi keluarga, ya. Jangan mementingkan status social padahal keadaan ekonomi keluarga sedang tidak stabil. Kita harus berpikir cerdas dalam berpenampilan.

Semua orangtua pasti ingin terbaik bagi anaknya. Pokoknya mereka mau lihat kamu sehat dan bahagia selalu. Udah itu aja. Jadi hargai setiap usaha yang mereka lakukan untukmu, ya, guys.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *