Muhammad Rizki, Jaka Medan Pengembang Kebudayaan Melayu

  • Whatsapp

Muhammad Rizki

Sekadar bermodalkan coba-coba membawa Rizki terpilih menjadi Jaka Medan 2012 dan memangku jabatan sebagai Jaka Medan selama setahun sejak terpilihnya. Awalnya Rizki mengetahui tentang pendaftaran Jaka Medan waktu itu dari kepala lurahnya yang memintanya untuk menjadi perwakilan di kelurahannya. Rizki pun tak pernah menyangka kalau akhirnya dia lah yang terpilih menjadi Jaka Kota Medan di tahun 2012 di antara banyaknya orang yang mengikuti tes waktu itu. Dengan modal pengalaman menjadi Jaka Medan pada tahun 2012 membawa Rizki lebih menginginkan untuk mengembangkan wisata yang senada dengan jurusan yang diambilnya di bangku kuliah. Rizki merupakan salah satu siswa yang lulus dari SMP dan SMA Al-Ulum di Jalan Puri Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara. Muhammad Rizki melanjutkan perkuliahaannya dengan mengambil jurusan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhebition). Lelaki kelahiran 23 Mei 1995 ini telah menyelesaikan pendidikan D4 di Politeknik Negeri Medan pada bulan Oktober lalu. Dengan  bermodalkan pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah yang membawanya dan mengarahkannya ebih mengerti tentang wisata sesungguhnya.

Read More

Rizki, panggilan sapaan darinya. Rizki merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Rizki masih memiliki garis keturunan dari Sultan Ma’mun Ar Rasyid. Lahir dari keturunan darah Melayu membuat Rizki saat ini bertempat tinggal tepat di belakang Istana Maimun Medan bersama beberapa orang yang masih merupakan keturunan dari para raja di Kesultanan Deli ini.

Dikarenakan mempunyai kakak yang berkebelakangan mental membuat Rizki untuk berpikir ulang dalam melanjutkan kuliah S2nya. Rizki memiliki banyak pertimbangan untuk tidak memilih melanjutkan kuliahnya lebih dahulu. Rizki juga belum terpikir untuk menggunakan sertifikat Jaka Medan yang diberikan pemerintah untuk mencari pekerjaan lebih layak. Memiliki sertifikat dari pemerintah atas prestasinya menjabat sebagai Jaka Medan pada tahun 2012 tidak membuatnya merasa angkuh. Rizki lebih memilih mengembangkan usaha yang dimiliki orangtuanya dibanding harus melamar kerja ke kantor-kantor. Meskipun sertifikat sebagai Jaka Medan yang saat ini ada di tangannya memberi dukungan kepadanya untuk dapat menempati posisi yang menjamin di pemerintah. Namun sampai saat ini, Rizki belum terpikir untuk menggunakan sertifikatnya untuk melamar pekerjaan.

Saat ini Rizki tengah sibuk untuk membantu mengembangkan usaha orangtuanya yang berjualan accecories dan oleh-oleh khas Medan di halaman Istana Maimun. Rizki memiliki tekad yang kuat dalam mengembangkan usaha yang dimiliki orangtuanya kini tengah mengonsep segala sesuatu yang dibutuhkan di tokonya. Rizki tengah memersiapkan untuk mengumpulkan dana dalam membuka usaha sablon miliknya sendiri agar tak perlu mensupply barang dari para agen lain lagi. Rizki memaparkan bahwa sempat beberapa tahun lalu pengunjung terlihat agak menurun dikarenakan adanya isu kurangnya perawatan Istana Maimun. Namun, seiring berjalannya waktu membuat para pengurus Istana Maimun yang tidak lain masih keturunan dari Kesultanan Deli ini sadar dan mulai memperbaiki apa saja yang tengah menjadi isu masyarakat.

Rizki juga menjelaskan sejarah singkat tentang Istana Maimun yang diketahuinya bahwa Istana maimun merupakan tempat berkumpulnya para tamu kerajaan, bukan dijadikan sebagai rumah Sultan Ma’mun Rasyid dulunya. Dahulu, sultan Ma’mun Rasyid tinggal di istana yang terletak di Jalan Puri. Namun karena ada kesalahpahaman dengan warga yang mengira kalau Sultan Rasyid mempunyai kerjasama dengan Belanda sehingga membuat masyarakat benci dan membakar istana milik Sultan Ma’mun Ar Rasyid.  “Makanya inilah satu-satunya ikon melayu yang masih ada di Medan,” ujar Rizki.

Kini Rizki hanya mempunyai keinginan besar yaitu mengembangkan usaha yang sudah dirintis orangtuanya sejak puluhan tahun lalu. Dengan membuka usaha sablon nantinya, Rizki berharap untuk dapat lebih mengembangkannya dengan memperkenalkan budaya-budaya Melayu. “Kan kalau sudah punya alat sablon sediri sudah enak produksi barang-barangnya. Terserah kita mau buat tulisan apa, nggak seperti sekarang yang masih berpangku sama usaha orang lain,” tambah Rizki.

Bagi kamu yang ingin belanja souvenir khas Kota Medan dan khas Melayu kamu bisa mengunjungi toko resmi milik Rizki. Nama tokonya adalah Amalia, toko yang tepat berada di halaman parkiran Istana Maimun. Kamu kan menemui Rizki langsung sebagai pemilik usaha souvenir Kota Medan. “Harapannya semoga bisa mengembangkan budaya melayu dengan menjual dan mengenalkan kepada para pengunjung tentang kekhasan dari suku Melayu ini,” tutup Rizki.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *