IBX5A49C9BC313D6 Misteri Perkebunan Helvetia PTPN II, Medan Marelan - Cerita Medan

Misteri Perkebunan Helvetia PTPN II, Medan Marelan

Misteri Perkebunan Helvetia PTPN II, Medan Marelan

Perkebunan Helvetia PTPN II, yang berada di wilayah Helvetia, Medan Marelan. Komplekss perkebunan ini dibuka oleh Jacob, merupakan warga Belanda pertama yang menjadi pengusaha perkebunan di Hindia Belanda. Dibuka pada 8 April 1867, di dalam area kompleks perkebunan masih terdapat rumah panggung peninggalan Belanda yang tak berpenghuni. Namun yang sangat menarik perhatian adalah gudang tembakau tempat penyimpanan perkebunan tembakau.

Kabarnya, banyak misteri tersimpan di dalam gudang ini. Bahkan kisah-kisah yang terjadi pada kala itu di gudang tembakau tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Warga sekitar terutama pihak pekerja keaman yang menjaga kompleks perkebunan, mengaku kerap disapa oleh jahilan para penghuni gudang tembakau. Konon katanya, gudang tembakau tersebut dihuni oleh ular gaib serta sosok makhluk hitam besar. Bukan hanya itu, beredar kabar bahwa pada kala itu, sempat terjadi peristiwa keji di dalam gudang tersebut. Seorang buruh tembakau wanita berusia 16 tahun menjadi korban kebejatan nafsu seorang Tuan Kecil (Sebutan bos pemilik gudang tembakau). Pasalnya gadis tersebut mengalami penyiksaan dan kekerasan seksual hanya karena menolak ajakan kencan Tuan Kecil. Gadis tersebut di ikat di tiang bawah rumah panggung dan ditelanjangi. Jerit suara dan tangisannya menjadi penghantar di akhir hayatnya. Masih terdengar sampai saat ini jerit dan tangisannya oleh warga sekitar yang melintasi kawasan tersebut.

Hingga akhirnya peristiwa bejat tersebut diketahui oleh Opseter (Tuan Besar), Tuan Kecil dipindahtugaskan ke tempat lain. Tuan Kecil dipindahkan hanya untuk menghindari aksi protes buruh yang lain bukan karena kejahatannya. Hal serupa memang sering terjadi kala itu oleh mandor-mandor perkebunan tembakau yang menyalurkan nafsu bejat kepada buruh-buruh secara paksa. Buruh kerap mengadu kepada Tuan Besar namun tetap saja, para buruh yang malah disalahkan.

Hal lain yang tak kalah mengerikan juga terjadi di lokasi Gudang Tembakau. Konon katanya, lokasi gudang juga merupakan kuburan massal pembantaian di masa G30/ S/ PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia). Tak heran jika di lokasi tersebut sering terdengar suara jeritan gaib yang begitu menyayat hati sekaligus membuat bulu kuduk merinding.

Karya Antono selaku pihak keamanan penjaga kompleks perumahan mengaku bahwa, penghuni rumah tersebut sering berlaku agresif seperti mencekik, menjambak dan mendorong hingga terjatuh sampai meninggal. “Teman saya kala itu, didekap atau dipiting tubuhnya, dia bilang kalau sosok yang saat itu mecekiknya bertubuh besar dan berbulu coklat, sekitar pukul 1 malam. Saya sendiri juga pernah mengalaminya, dicekik dengan mahluk serupa, sekitar pukul 2 malam. Padahal disamping ada teman saya dan dia tidak mengetahuinya,” cerita Karya Antono.

Tak bisa dipungkiri keberadaannya, mahkluk halus memang ada di sekitar kehidupan manusia. Jika keberadaannya tidak mengganggu dan tidak meresahkan, tentu tidak menjadi persoalan, berbeda kisahnya dengan sosok penghuni kompleks perkebunan tersebut. Di bagian belakang kompleks akan terlihat rumah panggung bergaya Belanda. Rumah ini merupakan rumah utama dengan ukuran paling besar dibanding rumah lainnya, sekaligus menjadi hunian bagi mahkuk astral. Pak Karya juga mengaku sering melihat penampakan sosok gadis cantik noni Belanda, bertubuh tinggi, berambut sepanjang bahu, mengenakan gaun putih yang seakan menarik siapa saja yang melihatnya untuk masuk ke dalam rumah panggung tersebut.

Arwah-arwah penasaran yang menghuni gudang dan bangunan di kompleks perkebunan tersebut seolah balas ingin membalas dendam terhadap kekejaman yang mereka alami semasa hidup menjadi buruh tembakau. Aura negatif, pengap dan lembab akan sangat menyengat tubuh ketika menginjak lokasi tersebut.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA