IBX5A49C9BC313D6 Mapala  UMSU Undang Miss Scuba Indonesia, Sumatera Punya Pesona Bahari - Cerita Medan

Mapala  UMSU Undang Miss Scuba Indonesia, Sumatera Punya Pesona Bahari

Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMSU menggelar seminar terbuka bertajuk Transpalantasi Terumbu Karang  dengan tema “Dari Laut untuk Pelestarian Alam”,  di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri, Medan. Kegiatan ini berada di bawah naungan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas dan merupakan  kegiatan rutin tiap dua tahun dari GAM (Gelar Aksi Mapala). Menghadirkan beberapa tokoh pakar dibidang kelautan serta terumbu karang, seminar ini bertujuan mengajak mahasiswa untuk memahami fungsi keberadaan terumbu karang terhadap ekosistem laut. Selain terumbu karang, hal lain yang menarik perhatian adalah kehadiran Devina Mahendriyani, S.T selaku Miss Scuba Indonesia 2016.

Menilik dua kegiatan sebelumnya yang mengambil tema climbing dan ekspedisi gunung leuser, kegiatan tahun ini pun difokuskan pada tema yang berbeda, yaitu bahari. “Sesuai dengan lambang MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) dengan kompas di dua warna berbeda di setiap dua sisinya yakni hijau yang melambangkan darat dan biru sebagai lautan, namun bukan berarti kami lupa dengan daratan,” ujar M.Gunawan Panjaitan, selaku ketua panitia acara.

GAM mengundang 3 pakar berkompeten yakni Devina selaku Miss Scuba Diving 2016, Effin Muttaqin M.Si (Project leader WCI) dan Letkol Felix Lantamal I Belawan. Seminar nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan sertifikasi pada 15 desember 2016 di Kolam renang Selayang. Sertifikasi A1 dikeluarkan oleh POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia).

Sertifikasi scuba diving yang diperoleh nantinya digunakan saat melakukan konservasi terumbu karang di Kepulauan Salah Nama dan Pulau Putri. Para peserta yang akan ikut menuju Pulau Salah Nama ada sekitar 14 orang yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Biaya yang dikenakan untuk peserta konservasi yaitu Rp. 1.700.000 bagi karyawan dan Rp. 1.500.000 bagi mahasiswa.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak kampus UMSU selaku penyelenggara. “Saya akan mendukung semua kegiatan kemahasiswaan seperti ini, terkait transpalantasi terumbu karang,” ujar Dr. Agusani MAP selaku rektor UMSU.

Seperti yang kita ketahui scuba diving merupakan olahraga selam menggunakan peralatan selam yakni tabung gas oksigen dan peralatan lainnya. Kegiatan ini kerap dilakukan sebagai penyalur hobi dan kecintaan terhadap keindahan bawah laut. Namun bukan hanya menjadi penyalur hobi, scuba diving juga memiliki teknik menyelam menikmati wisata bawah laut namun tidak merusaknya. Scuba diving sekaligus mengajarkan para pencintanya tidak hanya merefreshing otak namun juga melestarikan ekosistem laut. “Kekayaan alam bawah laut memiliki potensi wisata sangat besar, namun kurang tereksplor, melalui scuba diving secara tidak langsung pasti kita berfoto di dalam air dengan latar belakang keindahan laut yang mengagumkan,” tutur Devina, selaku Miss Scuba Diving 2016. “Kita juga bisa menunjukkan pada dunia, keindahan alam bawah laut Indonesia. Hal tersebut juga akan banyak memunculkan perusahaan-perusahaan penyedia scuba diving untuk menjadikan Sumatera Utara sebagai lokasi scuba diving, maka akan semakin banyak lokasi untuk kegiatan ini,” ucapnya pula.

“Percuma kita menikmati keindahan alam bawah laut tapi tidak tau tata cara ber-scuba diving yang  benar, trumbu karang yang ditanam malah rusak lagi,” tambah Devina. Ia juga berharap bahwa kegiatan scuba diving nantinya dapat berkembang di Sumatera. “Mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan menyelam kalangan elit dan tergolong mahal, namun harga tersebut akan terbayar lunas oleh pesona bawah laut yang kita nikmati” tambah Devina. ***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA