Lomba Presentasi Motivasi dan Kompensasi STIE IBBI Tumbuhkan Sifat Team Work Mahasiswa

  • Whatsapp

Lomba Presentasi Motivasi dan Kompensasi STIE IBBI Tumbuhkan Sifat Team Work Mahasiswa

Setelah menjalani lomba presentasi motivasi selama 2 minggu di STIE IBBI Medan, akhirnya kelompok Selly dkk dari Semester 7 SDM Kelas M2 berhasil menjadi Juara I dengan nilai 95. Kelompok ini mendapat bertubi-tubi pertanyaan dari kelompok lainnya, dan kelompok ini yang paling interaktif. Ryan Sahputra sebagai presenter atau juru bicara berhasil menguasai materi presentasi, yang kemudian disambung dengan tanya jawab. Pada sesi tanya jawab, Hendra paling banyak ‘diserang’ para penanya, bahkan Hendra sedikit agak emosi menjawabnya. Namun dosen motivasi yang juga sebagai moderator, Mangasi Butarbutar S. E., M. M. berhasil meredakan situasi, dan kembali normal seperti biasa. Kelompok ini terdiri dari Hendra, Ryan Sahputra, Melvin Prasticia, Selly Yunita dan Devy.

Read More

Juara dua adalah kelompok Dennis Thionada dkk dari Semester 7 SDM Kelas M1 dengan anggotanya Nixon Randy, Darwis Jourdan, Swandy dan Putri Tamala Sari yang membahas topik kompensasi. Sedangkan Juara III diraih kelompok Rahmat Lazuardi dkk dari Semester 7 SDM Kelas M1, beranggotakan Sarce Nababan dan Vensy Pardede. Lomba presentasi ini diikuti 24 kelompok, dimana satu kelas terdiri dari 6 kelompok, beranggotakan 5 orang hingga 6 orang per kelompok.

Sejumlah mahasiswa komentarnya tentang presentasi motivasi dan kompensasi tersebut, semuanya mengatakan positif dan bagus, sangat cocok dilakukan, karena mereka sudah memperoleh materi selama 12 pertemuan, dan kemudian mereka diminta membawakan presentasi dari topik kuliah yang sudah dipelajari selama ini.

Rahmad Lazuardi, semester 7 SDM Kelas M2, mengatakan presentasi tersebut sangat positif dari banyak sisi. “Kami dapat melatih team work satu kelompok membuat materi presentasi, kami dilatih jadi pembicara, sesama mahasiswa sharing tentang apa itu motivasi secara teori dan secara praktek di tempat pekerjaan masing-masing,” ujarnya.

Sementara dari Kelompok 3 Kelas M1, Marisa Tanjaya, dengan teman-temannya Siska, Lui Liana, Ardynata Rustam dan Willy. Mengatakan diskusi kelompok dan presentasi ini bagus, tapi mahasiswa masih kurang menguasai materi presentasi. “Salah satu penyebabnya, karena kami mahasiswa rata-rata kerja, jadi kurang waktu untuk diskusi kelompok. Akhirnya tidak semua aktif memberi tanggapan atau jawaban terhadap pertanyaan kelompok lainnya,” ujar Marisa Tanjaya.

Ariska Silvia, mengatakan diskusi kelompok dan presentasi tersebut sangat bagus. “Selama pertemuan 1-14, kami dapat dua metode pembelajaran, yaitu metode paparan dari dosen plus tanya jawabnya. Kedua, pemahaman kami selama pembelajaran dari dosen, kami paparkan kembali di depan kelas yang kemudian mendapat respon dari teman-teman mahasiswa. Kemudian dosennya juga menjelaskan kepada seluruh mahasiswa, jika kelompok yang melakukan presentasi kurang mampu memberi penjelasan atau jawaban. Cuma karena semua mahasiswa kerja, diskusi per kelompok itu kurang, jadi ketika dapat serangan pertanyaan, kadang jadi berantakan jawabannya,” ujarnya.

Menurut Dennis Thionada dari Kelas M1, sejauh ini diskusi kelompok dan presentasi itu sudah cukup bagus. Kendalanya soal mahasiswa yang rata-rata kerja, ada juga tidak semua mahasiswa satu kelompok itu kompak, akhirnya tidak semua mengerjakan materi presentasinya.

Ferawati dari Kelas M1, dengan diskusi dan presentasi yang dilakukan juga sudah bagus. “Kami masing-masing kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk bertanya kepada kelompok lainnya, masing-masing anggota kelompok seharusnya bisa diskusi lebih lama untuk menyatukan pendapat tentang materi yang disampaikan, namun karena kurangnya waktu bertemu akibat kesibukan kerja, maka soliditas kelompok kurang tampak. Tapi metode ini sangat bagus sebenarnya,” jelasnya.

Selly Yunita menambahkan, diskusi dan presentasi yang dilakukan sangat bermanfaat. Tampak masing-masing kelompok memiliki motivasi yang berbeda, pendapat masing-masing anggota awalnya berbeda soal motivasi, tapi setelah diskusi bisa disamakan persepsinya

Menurut Hendra, komisaris Kelas M1, sangat bermanfaat dan sangat penting. “Sangat diperlukan sekali bagi mahasiswa seperti kami, karena di dalam perkuliahan kita motivasi ini sangat berguna utk mendorong diri kita mencapai sebuah tujuan yang berasal dari mimpi besar kita atau impian yang ingin kita wujutkan dan yang ingin kita capai,” ujarnya.

Menurutnya terciptanya motivasi itu berasal dari sebuah impian, mimpi-mimpi dan khayalan-khayalan yang memicu kita untuk berangan-angan dan terciptalah keinginan untuk mencapai sesuatu yang ingin kita gapai atau kita peroleh. Motivasi yang disampaikan dosen seperti Santiago Munez menjadi seorangg pemain bola top dunia, yaitu tekat dan kerja keras dalam mengapai impian dan citanya yang tercipta oleh dorongan motivasi yang luar biasa sejak dirinya kecil hinga dia bisa sukses seperti sekara ini.

“Soal beda pendapat dalam diskusi yang kadang-kadang keras dan mengarah pribadi itu biasa, dan dosen sebagai moderator berhasil mengatasi perbedaan itu, misalnya dengan menghentikan paparan yang agak keras dan mengalihkannya kepada penanya dari kelompok lain, yang kemudian memberikan jalan keluar,” tutupnya.***(CM/PR)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *