IBX5A49C9BC313D6 Korak Sumut Kecam Tindakan Pemecatan Sepihak Rektor Unimed - Cerita Medan

Korak Sumut Kecam Tindakan Pemecatan Sepihak Rektor Unimed

Korak Sumut Kecam Tindakan Pemecatan Sepihak Rektor Unimed
Konferensi Pers Korak Sumut Mengecam Tindakan Pemecatan Sepihak Rektor Unimed

Korak Sumut (Koalisi Rakyat Anti Kriminalisasi Sumatera Utara) mengecam tindakan yang dilakukan Rektor Universitas Negeri Medan atas pemecatan dan skorsing terhadap 12 mahasiswa Unimed. Selasa, (06/12/2016) Korak Sumut mengadakan konferensi pers terhadap Ilham dan mahasiswa lain yang dipecat serta mendapat skorsing kepada media terkait aksi pengecaman tersebut. Ilham mengaku bahwa pemecatan terhadap dirinya terjadi hanya pada satu pihak yakni Rektor tanpa adanya pemberitahuan kepadanya. “Jujur saya kecewa, orang tua saya juga kecewa, saya di DO secara sepihak, awalnya cuma mendapat skorsing tapi saat diminta suratnya, tahu-tahu saya sudah di DO,” ujar Ilham.

Hal tersebut dibuktikan dengan pemecatan yang dilakukan oleh Rektorat Universitas Negeri Medan terhadap Ilham Rizky Nasution dengan SK  Rektor No:0325/ UN33.Kep/ KM/ 2016 tentang Pemecatan Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Medan, Drop Out, No:0013/ UN33.3/ Kep/ KM/ 2016 tentang Pemberian Sanksi Skorsing 1 Semester kepada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi dan Surat Keputusan No:0014UN33.3/ KEP/ KM/ 2016 tentang Pemberian Sanksi Pembatasan Dua Belas SKS kepada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi kepada 11 mahasiswa di antaranya Dahlan Syuhada Purba, Dedy Harianjah, Yolanda Rafika, Morina Sembiring, T.M Putra Bachdar Johan, Maria Magdalena, Lingga Ariska Nainggolan, Mahendra Manik, Agustinus Nainggolan, Boy Ture Sitanggang dan Sanjana Panjaitan.

Ilham menjelaskan bahwa semua permasalahan bermula dari kegiatan kemahasiswaan yang mereka lakukan, yakni “Kegiatan Belajar Bersama Alam (KBBA)”, kegiatan yang memang mendtradisi di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) setiap tahunnya menyambut mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Geografi di Unimed. Sebanyak 100 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini, hendak dilaksanakan di Sibolangit, Medan. Kegiatan ini malah dianggap sebagai pelanggaran disiplin dan tata tertib kampus. Dengan terpaksa kegiatan dihentikan karena Dekan FIS Unimed menjemput paksa mahasiswa yang sedang mengikuti kegiatan. Dekan mengancam dengan nada tinggi, mahasiswa harus segera dipulangkan dan acara harus dihentikan. Ruang dialog telah diupayakan antara panitia dengan pihak Dekanat, namun dialog tersebut malah menghasilkan ancaman kepada mahasiswa oleh Kajur Pendidikan Geografi, Drs. Ali Nurman Hutabarat, M. Si. sejalan dengan surat edaran Dekan FIS No.04299/ UN 33.3/ KM/ 2016 tentang Larangan Mobilisasi Mahasiswa Baru tanggal 6 September 2016.

Pembungkaman demokrasi dan berekspresi di dalam kampus masih terus terjadi dan kian marak. Jaminan konstitusi terhadap kebebasan berpendapat, berkumpul dan berekspresi tidak lagi menjadi penghalang untuk dilanggar. Korak Sumut beranggapan bahwa meningkatnya kasus pemecatan sepihak dan tindakan yang menghalang-halangi mahasiswa untuk berekspresi sebagai bentuk pembungkaman gerakan mahasiswa dalam menjalankan fungsi Agent of Change and Control Social, hal ini sangat jelas melenceng dari Tridarma Perguruan Tinggi. Dalam hal ini Korak Sumut meminta kepada Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk lebih memerhatikan keadaan Lembaga Pendidikan Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Adapun tuntutan serta rekomendasi kami dalam konferensi pers kali ini yaitu:

  • Cabut Surat Keputusan Rektor Unimed atas pemecatan 1 orang mahasiswa Unimed, Ilham Rizky Naasution;
  • Cabut Surat Skorsing terhadap 11 mahasiswa Unimed dan menyatakan mahasiswa tersebut aktif kembali;
  • Mengecam tegas tindakan pembubaran paksa kegiatan mahasiswa yang dilakukan oleh pihak Rektorat Kampus Unimed;
  • Berikan kebebasan dalam berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat terhadap mahasiswa.

Pendidikan yang sejatinya bertujuan untuk memanusiakan manusia merupakan semangat lembaga pendidikan dalam bentuk karakter anak didik yang akan membawa perubahan bagi peradaban dunia. Hal tersebut tercantum dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA