Keseganan Warga Sektar Melintas di Kanal Deli Tua

  • Whatsapp
Keseganan Warga Sektar Melintas di Kanal Deli Tua
Keseganan Warga Sektar Melintas di Kanal Deli Tua Sebab Jalan yang Sepi dan Rawan

Hakikatnya kanal sebagai saluran air buatan manusia untuk berbagai keperluan. Kanal merupakan bagian dari aliran sungai yang mengalami pelebaran atau pendalaman pada posisi tertentu. Di Indonesia sendiri, fungsi kanal sebagai sistem mengatasi banjir, namun di negara lain kanal juga berfungsin sebagai jalur lintas transportasi air. Selain fungsi kanal, keadaan jalan di sekitar kanal perlu kita perhatikan. Pasalnya sering terlihat daerah bantaran kanal malah tak terawat dan menjadi daerah pembuangan sampah baik dari usaha industri maupun sampah rumah tangga warga sekitar. Diperparah lagi dengan kondisi jalan gelap dan seram di malam hari, hanya diterangi remang-remang lampu jalan. Tentunya hal ini memicu tindak kriminal yang berakibat buruk pada pengguna jalan sekitar kanal.

Kanal Deli Tua, begitu warga sekitar menyebutnya. Jalan kecil di pinggir kanal yang menghubungkan Deli Tua, Johor dan Jalan STM ini menjadi alternatif warga dikala tidak ingin bertemu dengan macetnya jalan raya sekaligus menghindari Polisi lalu lintas. Pada siang hari, jalan kanal ini ramai dilalui pengendara, ditambah lagi terdapat banguna SMA Negeri berdiri kokoh di pinggir kanal, semakin menambah ramai pelintas yang sembari mengantar anaknya sekolah. Suasana di jalan tersebut terbilang asri, berkelak-kelok, beda halnya jika jalan ini dilalui pada malam hari.

Read More

Banyak sekali tindak kriminal terjadi di jalan kanal, pembegalan, pemerkosaan, penjambretan, bahkan pembunuhan. Pasalnya, dahulu jalan ini sangat disegani pelintas saat pukul 09.00 malam ke atas karena jalan kanal ini merupakan tempat berkumpulnya anak geng motor. Seperti yang kita ketahui, geng motor sangat terkenal dengan perlakuan sadis dan kriminal mereka, bertindak semena-mena, merampas kendaraan, harta, kehormatan bahkan nyawa seseorang. Jalanan kanal yang gelap dan hanya diterangi cahaya lampu remang-remang mengundang tindak kriminal. Bukan sekali atau dua kali, pelaku melakukan tindakan keji berulang kali. Pemerkosaan yang kerap kali terjadi di daerah ini. Menurut cerita pedagang bakso bakar yang sempat berdagang di jembatan kanal Deli Tua, korban tidak sendiri melainkan sedang melintasi jalan tersebut bersama kekasihnya, Korban yang tidak berdaya ditinggalkan sendiri dengan pelaku kejahatan. Kabarnya kekasih sempat melakukan perlawanan agar motor yang dikendarainya tidak raib namun hanya berhasil melarikan diri sendiri tanpa pacarnya. Cerita tersebut hanya satu dari sekian banyak kejadian di jalan kanal Deli Tua.

Ramainya tindak kriminal di lokasi tersebut, sempat meresahkan warga sekitar, sehingga mengharuskan pelintas untuk memutar jalan yang lebih jauh jika pulang terlalu larut malam. Jalanan di kawasan kanal tersebut masih saja disegani pelintas. Jika ingin melintas, pengendara disarankan untuk tidak bersantai dengan kecepatan aman tapi harus ngebut dengan kecepatan penuh. Keadaan jalan sangat gelap dan sangat sunyi karena hanya terdapat beberapa rumah penduduk di sepanjang jalan menuju Jalan Deli Tua, Medan.

keseganan-warga-sektar-melintas-di-kanal-deli-tua-2

Saat ini, kawasan tersebut sudah lama tidak mendengungkan kejadian kriminal lagi namun warga masih saja merasa takut untuk melintasi kawasan tersebut di jam sembilan malam ke atas. Kondisi kanal yang tidak ada ubahnya pada malam hari, itu sebabnya tindak kejahatan masih mungkin terjadi. Pedagang pun sama sekali tidak tampak di kawasan tersebut, sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan jembatan kanal di Jalan STM menuju Marindal Medan, terlihat sangat ramai pedagang jagung bakar padahal lokasinya tidak jauh dengan jembatan kanal di Deli Tua yang tembus ke Jalan Ekabudi, Medan Johor. Kisah-kisah mengerikan di masa silam dijadikan warga sebagai nasehat agar berhati-hati melintasi jalan tersebut dan akibatnya sampai saat ini jalan tersebut seolah menyimpan banyak malapetaka bagi pengguna kendaraan motor yang melintasinya.***(CM-04/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *