Kemeriahan Acara Dies Natalies Aotake USU ke-16

  • Whatsapp

Kemeriahan Acara Dies Natalies Aotake USU ke-16

Dalam rangka memeringati acara Dies Natalis jurusan Sastra Jepang Universitas Sumatera Utara (USU) Sabtu, (10/12) Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang (Aotake) mengadakan berbagai perlombaan dan kegiatan untuk memeriahkan acara Dies Natalis Jurusan Sastra Jepang USU. Acara ini diadakan di halaman Fakultas Ilmu Budaya USU yang diikuti oleh siswa SMA dan mahasiswa se-Kota Medan. Acara ini merupakan perayaan pertama yang melibatkan masyarakat umum untuk ikut serta dalam perayaan Dies Natalis Aotake. Jika sebelumnya, perayaan Dies Natalis Aotake (Jurusan Sastra Jepang) ini hanya diadakan secara tertutup oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya USU saja, namun kali ini para mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa Jurusan Sastra Jepang membuat perubahan pada tahun ini. Dengan perayaan Dies Natalis Aotake ke-16 ini dibuka untuk umum dengan beberapa perlombaan yang diadakan sebagai penarik minat para mahasiswa dan pelajar dari luar untuk ikut memeriahkan acara Dies Natalis Aotake USU ke 16 ini.

Read More

Manda Putra Tanio, mahasiswa jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya selaku Ketua Panitia dalam acara Dies Natalis Aotake ke-16 ini memaparkan bahwa acara ini bertujuan untuk mengajarkan kepada adik-adik stambuk yang belum pernah terlibat dalam kepanitian acara yang berkaitan dengan acara kebudayaan yang sesuai dengan jurusan yang mereka jalankan, yaitu sastra Jepang. Selain itu, acara ini juga diadakan sebagai tes simulasi persiapan sebelum menghadapi acara Bunkasai yang secara rutin diadakan oleh para mahasiswa jurusan sastra Jepang yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya.

Sekadar mengulas sedikit tentang Festival Bunkasai yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang USU setiap tahunnya yang merupakan festival terbesar milik mahasiswa Jurusan Sastra Jepang USU. Untuk menghindari kemungkinan kegagalan dalam Festival Bunkasai yang akan diadakan pada bulan Maret mendatang, acara Dies Natalis inilah dijadikan sebagai tempat simulasi untuk menghadapi Festival Bunkasai tahun 2017 mendatang. “Karena ke depannya kami akan mengadakan Bunkasai yang menghabiskan dana ratusan juta. Agar mereka mengerti bagaimana ke depannya,” ujar Manda.

Acara ini juga diisi dengan berbagai penampilan dari magician Medan, dancer dan ada juga beberapa wanita yang berpakaian ala costplay imut yang ada di sekitaran Fakultas Ilmu Budaya. Selain itu ada beberapa perlombaan yang dibuka untuk umum, meliputi Ramen Eating Competition, Manga drawing, karaoke competition, kanji challenge, Taikai (Cerdas Cermat Kejepangan) dan Manniquine challenge. Ada 21 stand bazar yang ikut mengisi dalam acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang, seperti stand bazar mi ramen, Kentang Ngebor, Kebab Ajiib, Jeruk Peras dan masih banyak stand makanan yang ikut mengisi dalam kemeriahan acara ini.

Kemeriahan Acara Dies Natalies Aotake USU ke-16

Seluruh biaya dari acara ini merupakan dana hasil kumpulan dari setiap kelas yang ada di Sastra Jepang USU. Murni semua dari uang mahasiswa tanpa bantuan dari fakultas dan rektorat. Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang saling bahu membahu agar terselenggaranya acara ini. Wakil Dekan II Fakultas Sastra USU juga ikut berpartisipasi dalam membuka acara Dies Natalis Aotake ke-16 ini. Selain itu, buat kamu yang hobi selfie atau groupie, tempat ini juga bisa menjadi tempat pilihan kamu. Panitia acara juga menyediakan photobooth bagi para pengunjung yang ingun selfie sepuasnya di pohon sakura yang disediakan pantia.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *