IBX5A49C9BC313D6 Hilangkan Perbedaan Bersama Caritas PSE - Cerita Medan

Hilangkan Perbedaan Bersama Caritas PSE

Hilangkan Perbedaan Bersama Caritas PSE

Tepat pada tanggal 5 Desember, hari ini ditetapkan sebagai Hari Relawan sedunia. Relawan adalah orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk memberikan bantuan bagi orang lain yang membutuhkan bantuan tanpa pandang suku, bangsa bahkan agama. Relawan juga disebut sebagai orang yang tulus memberikan bantuan tanpa pamrih. Apapun definisinya, tetap saja relawan itu memiliki satu makna, yaitu orang rela memberikan pertolongan kepada siapa pun tanpa pamrih. Semakin berkembangnya zaman maka, semakin tinggi juga cara berpikir masyarakatnya. Begitu juga, yang terjadi di Kota Medan saat ini. Sudah banyak gerakan kerelawanan yang terbentuk di Kota Medan, baik itu relawan dalam bidang sosial, ekonomi, budaya dan bahkan relawan terhadap virus yang sangat ditakuti oleh para masyarakat saat ini, yakni virus HIV.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Sampai saat ini, belum ditemukan obat yang dapat menjamin kesembuhan orang-orang terjangkit virus HIV. Berbicara tentang virus HIV maka akan sejalan juga jika kita bahas tentang Caritas PSE. Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi atau yang sering disingkat dengan Caritas PSE adalah semua LSM yang bergerak untuk isu HIV dan tempat pemulihan adiksi narkoba sebagai penanganan yang bermasalah dengan narkoba lewat rehabilitasi.

Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan didirikan pada awalnya karena melihat adanya bencana alam tsunami yang terjadi pada tahun 2006. Yang membutuhkan banyak bantuan, dari sini lah awal mula Caritas terbentuk yang mana Caritas PSE Medan ini awalnya bergerak pada bidang sosial kemanusiaan. Namun, secara resmi Caritas PSE Medan diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2011. Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi ini berada dalam naungan Geraja Katolik Jerman. Sedangkan bergerak pada bidang penyuluhan pada ODHA telah dimulai sejak tahun 2010.

Pelayanan yang dilakukan oleh relawan Caritan PSE berada di dua tempat, pertama di Rumah Singgah Caritas PSE, sebagai pusat informasi HIV dan narkoba, dengan kegiatan penjangkauan ke daerah penggunaan narkoba dan ke rumah sakit khusus ODHA, penyuluhan ke sekolah, pemuda mesjid dan gereja, konseling, sesi di Radio Maria, pelatihan dan pendidikan seputar HIV dan Narkoba.

Yang kedua, Recovery Center, sebagai pusat pemulihan dan perawatan pecandu narkoba yang ingin dipulihkan dengan rawat inap selama 6 bulan. Kegiatan menggunakan pendekatan humanis, detoktifikasi, konseling, olahraga, pendidikan dan pelatihan. Recovery Center bertempat di Jalan Bougenville Dalam No.1 Komplek Kejaksaan, Medan. Selain itu, Tiurma Banjarnahor sebagai relawan dari Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Medan memaparkan bahwa Caritas PSE ini juga menangani pengguna jarum suntik (Penasun) jenis heroin. Serta membagikan jarum steril dan kondom. Tujuannya adalah agar para pengguna jarum suntik tidak melakukan barter jarum dengan teman yang lain karena salah satu penularan HIV adalah melalui jarum yang tidak steril.

Meskipun berada di bawah naungan Gereja Katolik Jerman, Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi ini tidak melihat suku dan agama orang yang akan dilayani dan membutuhkan layanan dari para relawan Caritas. Relawannya juga berasal dari berbagai agama dan suku yang ada di Sumatera Utara.

Saat ini, di Caritas PSE terdiri dari beberapa bagian yakni staf inti, staf IPW1, dan relawan. Tidak ada syarat tertentu untuk menjadi relawan di Caritas PSE ini, cukup orang-orang yang hatinya tergerak untuk membantu sesama manusia tanpa pandang umur, agama dan suku budaya. Para relawan Caritas PSE ini akan merawat para ODHA selama 3 bulan penuh dan akan selalu mendampingi mereka agar mereka dapat terus bertahan hidup meskipun sudah terkena virus HIV. Dan yang harus diketahui bahwa orang-orang yang terkena virus HIV ini tidak harus dijauhi. Harusnya dapat dirangkul dengan baik agar mereka tidak merasa frustasi dengan apa yang mereka alami. Jangan takut ketularan dengan virus HIV ini hanya karena kamu berbincang dengan para penderita positif HIV AIDS. Virus HIV hanya akan menular ketika kamu melakukan hubungan seksual dengan para penderitanya serta bertukaran jarum suntik dengan para penderita virus HIV.

“Tidak ada alasan lain untuk gabung di Caritas PSE, selain untuk membantu teman-teman yang bermasalah dan adiksinya kemudian mau menghapus paradigma masyarakat tentang ODHA. Memberikan edukasi ke masyarakat tentang HIV AIDS agar mereka paham. Memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba terutama bagi anak sekolah,” tutup Tiurma Banjarnahor.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA