13 Jawaban yang Harus Kamu Persiapkan Saat Interview

  • Whatsapp

13 Jawaban yang Harus Kamu Persiapkan Saat Interview

Proses interview adalah hal yang mendebarkan bagi sebagian orang khususnya saat akan pertama kali mengikuti interview yang biasanya dirasakan oleh para lulusan baru. Belum berbekal pengalaman sebelumnya membuat beberapa fresh graduate ini merasa interview merupakan suatu momok yang menakutkan karena yang dihadapi adalah manusia, bukan lagi tes melalui kertas atau computer. Tak hanya lulusan baru, orang – orang yang sudah melanglang buana di dunia karier pun masih saja ada yang mengalami hal demikian karena kurangnya persiapan ataupun kurang percaya diri.

Read More

Padahal, proses interview adalah proses yang paling penting untuk menentukan kelulusan kamu dalam menjalani tes rekrutmen karyawan baru karena biasanya kamu akan berhadapan langsung dengan pimpinan perusahaan. Segala sikap tubuh, gaya bicara, dan cara kamu menjawab akan menentukan kualitas kamu sebagai seorang pelamar. Pertanyaan yang diajukan pun biasanya adalah pertanyaan yang tidak sulit, namun terkadang jika kita keliru dalam menjawab, pupuslah harapan untuk lolos rangkaian tes seleksi ini. Apa saja pertanyaan – pertanyaan yang umum ditanyakan dan bagaimana cara menjawabnya? Berikut kami bagikan untuk kamu versi ceritamedan.com.

Menceritakan tentang Hidup Saya Sejak Kecil

Tentu tidak, kamu harus bersikap profesional. Tidak perlu menceritakan kisah hidupmu dan drama-drama yang ada ke pewawancara. Cukup berikan sejarah singkat tentang riwayat pendidikanmu, pengalamanmu, dan kegiatanmu sekarang sudah cukup. Sedikit latar belakang tentang keluarga juga boleh.

Pengetahuan tentang Perusahaan

Ini juga salah satu pertanyaan paling awam di interview kerja. Jangan sampai lengah dan datang tanpa persiapan, selalu cari tahu dan lakukan riset terhadap perusahaan yang kamu lamar. Apakah itu tentang sejarah dasar berdirinya, berita terakhir tentangnya, visi misi perusahaan itu, orang-orang berpengaruh di dalamnya. Lakukan pemeriksaan terhadap latar belakang perusahaan, agar kamu terlihat sudah siap dan terlihat sungguh-sungguh berminat mengabdi dan mendapatkan pekerjaan di sana.

Alasan Menginginkan Pekerjaan yang Anda Lamar

Berikan jawaban realistis namun berwibawa. Meskipun kamu melamar pekerjaan itu karena uang atau gaji, tetap hindari jawaban yang terlalu materialistis seperti ini. Perusahaan biasanya mencari orang yang memiliki minat besar pada pekerjaan itu sendiri, maka ceritakanlah alasan kenapa kamu ingin mendapatkan pekerjaan tersebut. Apakah karena sesuai dengan minat dan bakatmu, kemudian dilanjutkan dengan betapa kamu merasakan kecocokan antara visi misimu dengan visi misi perusahaan tersebut, sehingga kamu ingin bergabung dan berkontribusi bersama mereka.

Apa yang Kamu Cari dalam Sebuah Pekerjaan

Tunjukkan kalau kamu benar-benar tertarik bekerja di sana. Sekali lagi, meskipun tujuan utamamu bekerja untuk mencari pemasukan tapi untuk pertanyaan ini berikan jawaban yang lebih cenderung menitikberatkan tentang karier itu sendiri. Hindari juga jawaban yang hanya berputar di bagian ingin mencari pengalaman semata, karena nggak sedikit perusahaan yang tidak mau jadi ajang coba-coba. Utarakan bahwa kamu tertarik untuk menjadi bagian dari sebuah lembaga atau organisasi dan ingin berkontribusi dan dikenal karena prestasi.

Mengapa Anda Orang Terbaik untuk Menjabat di Posisi Ini

“Beri alasan kenapa kami harus menerima Anda?” adalah bentuk lain dari pertanyaan ini. Pertanyaan ini memang nampak blak-blakan dan mengintimidasi, namun ini adalah kesempatan bagi kamu untuk menonjolkan kualitasmu sebagai pekerja. Jawabanmu sebaiknya menjelaskan tiga hal ini di dalamnya, bahwa kamu tidak hanya bisa mengerjakan tugas dari posisi tersebut, tapi juga mampu memberikan hasil yang baik dan kamu merasa cocok dan klop dengan kultur perusahaan itu.

Kisahkan Prestasi dan Pencapaian

Soal gaya bicara juga harus diperhatikan, jangan sampai kamu malah terkesan sombong, ya. Jika kamu sudah pernah bekerja sebelumnya, menjawab pertanyaan ini bisa menjadi cukup mudah. Jika kamu adalah fresh graduate, yang sedang mencari pekerjaan pertamamu, kamu bisa menggunakan pengalaman saat berorganisasi atau magang sebagai jawabannya. Metode S-T-A-R dapat membantumu dalam pertanyaan mengenai prestasi atau pengalamanmu sebelumnya.

Jangan hanya menjawab seadanya, seperti contoh: “Saya pernah mendapatkan predikat karyawan teladan 3 bulan berturut-turut,” melainkan jawab dengan rumus S-T-A-R atau Situation Task Action Result. Artinya, sebaiknya kamu menceritakan pengalamanmu itu dengan runut. Yaitu kemukakan situasi yang kamu alami, tugas yang kamu hadapi dari situasi tersebut, aksi yang kamu lakukan untuk menyelesaikan tugas, dan akhirnya pencapaian yang kamu dapatkan.

13 Jawaban yang Harus Kamu Persiapkan Saat Interview

Ceritakan Masalah yang Pernah Anda Hadapi, dan Cara Mengatasinya

Dengan pertanyaan ini, tunjukkan bahwa kamu mampu melakukan problem solving. Tidak jauh berbeda dari pertanyaan soal pencapaian profesional sebelumnya, pertanyaan ini juga sebaiknya kamu jawab dengan pola S-T-A-R. Misalnya, di pekerjaan sebelumnya kamu mengalami kesulitan saat bekerja di bidang sales department karena banyak klien yang tidak tertarik menyalurkan produkmu. Kemudian kamu membuat strategi promosi baru dan pendekatan berbeda agar vendor-vendor itu mau menjajakan produkmu. Akhirnya target penjualanmu terpenuhi. Itu salah satu contoh pengaplikasian metode S-T-A-R yang bisa kamu sesuaikan dengan pengalaman aslimu.

Bagaimana Rekan Kerja Terdahulu Mendeskripsikan Anda

Asalkan bisa menjalin hubungan baik dengan kolega atau pimpinan, kamu tidak akan kesulitan menjawab pertanyaan ini. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mencari tahu seberapa baik kemampuan anda untuk bekerja di dalam kelompok dan menjaga komunikasi dengan manajer atau kolega lain. Ada baiknya jika kamu memiliki referensi dalam menjawab pertanyaan ini. Seperti “Manajer saya selalu bilang bahwa saya adalah orang yang tidak pernah putus asa dan selalu inovatif dalam menghadapi tantangan kerja.” Tambahkan penjelasan mengapa manajermu bisa berpikiran begitu dengan menjelaskan kontribusimu ketika bekerja dengannya. Jawablah dengan jujur karena biasanya pewawancara akan menindaklanjuti jawabanmu dengan bertanya kepada orang yang kamu referensikan. Buat yang baru pertama kali melamar pekerjaan, kamu bisa gunakan pengalaman berorganisasi atau magangmu dan menjadikan salah satu dosen atau bosmu untuk menjadi referensi.

Kelemahan Terbesar Anda

Sampaikan jawaban yang jujur tapi sekaligus gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan kelebihan diri. Tidak bisa dipungkiri, pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang paling ditakuti oleh para pelamar. Terkesan serba salah untuk menjawabnya. Kunci untuk menjawab pertanyaan ini adalah jawab dengan jujur namun penuh strategi. Jangan menjawabnya dengan sesuatu yang seolah meninggikan posisimu hanya karena kamu tidak mau mengakui kelemahan atau tidak ingin terlihat jelek di mata pewawancara. Yang ingin mereka lihat adalah apakah kamu pribadi yang mawas diri, bijaksana dan mau merubah kekurangan dan kelemahanmu.

Berikan kelemahan kecil yang berhubungan dengan pekerjaan atau kinerjamu yang sedang dan lebih baik lagi kalau sudah kamu perbaiki. Contoh: “Saya tidak begitu bagus dalam perihal public speaking, namun saya telah berusaha mengatasinya dengan mejadi volunteer sebagai pimpinan pada pertemuan atau rapat, agar saya terbiasa berkomunikasi dengan orang banyak.” Atau “Saya beberapa kali mendapat kritik karena kurang fokus terhadap detil ketika mengerjakan sebuah proyek. Karena itu, saya hampir setiap hari mengevaluasi kembali hasil-hasil proyek yang saya kerjakan untuk melihat mana yang perlu saya perhatikan agar tidak terulang ke depannya.”

Berapa Gaji yang Anda Minta

Meskipun terdengar menggiurkan, namun kamu harus hati-hati dengan pertanyaan ini. Jawaban yang terlalu muluk bisa membuat pewawancara menertawaimu di dalam hati, sementara jawaban terlalu rendah menunjukkan bahwa kamu kurang informasi tentang perusahaan tersebut atau tidak percaya diri. Kamu bisa mencari informasi tentang bayangan atau rata-rata penghasilan yang bisa didapatkan dari bekerja di perusahaan tersebut melalui internet. Setelah tahu kisaran gaji di tempat tersebut, beri tahu juga bahwa kamu cukup fleksibel. Bahwa kamu tahu kalau kemampuanmu berharga namun kamu terbuka pada negosiasi gaji yang masuk akal.

Ceritakan tentang Tempat Kerja Anda Sebelumnya

Kamu juga wajib berhati-hati saat menceritakan kekurangan kantor lamamu. Lagi-lagi sebuah pertanyaan menjebak, karena ada saja di antara kita yang kelepasan menjelek-jelekkan bos lama di depan calon bos baru. Tetap netral dan profesional, berikan jawaban yang apa adanya, namun kurangi unsur mencari-cari kejelekan mantan perusahaan yang pernah mempekerjakanmu. Apalagi jika kamu membawa-bawa pandangan dan konflik pribadi ke dalam ceritamu itu.

Kemana Saja Anda Telah Melamar

Pertanyaan ini adalah kesempatan bagus bagi kamu untuk menunjukkan bahwa kamu dan keahlianmu laris dan dibutuhkan, tanpa membuat dirimu seolah desperate dan menawarkan dirimu ke terlalu banyak pihak. Maka jujurlah dan sebutkan beberapa perusahaan lain yang sedang kamu lamar namun tak usah menjelaskannya terlalu rinci. Dengan mengetahui kalau kamu benar-benar serius mencari kerja dan memiliki banyak peluang lain membuat pewawancara akan berminat melirikmu.

Melihat Diri Anda 5 Tahun yang Akan Datang

Pertanyaan ini juga sering mengecoh dan membuat para pencari kerja terbata-bata, bingung ingin menjelaskan apa. Jelaskan secara jujur dan spesifik tentang ambisimu 5 tahun yang akan datang. Biasanya pewawancara mengharapkan hal-hal ini dari jawabanmu. Apakah tujuanmu dalam karir tersebut realistis? Apakah kamu memiliki cukup ambisi untuk berkembang atau maju lebih jauh dari posisimu sekarang? Apakah posisi yang kamu tuju itu sejalan dengan jenjang karir posisi yang kamu lamar? Jadi yang bisa kamu lakukan untuk menjawabnya adalah memberikan jawaban realistis dan menunjukkan bahwa kamu ingin berkembang, tidak mandek dalam jenjang karirmu.

Selain menjawab pertanyaan pewawancara kamu juga harus memperhatikan hal-hal lain agar tidak gagal saat wawancara kerja. Siapkan juga beberapa pertanyaan di akhir wawancara, untuk membuktikan kalau kamu benar-benar mengerti tentang perusahaan yang kamu tuju. Berlatih dan terus mengasah diri juga perlu kamu lakukan untuk persiapanmu menghadapi interview. Jika semua telah kamu persiapkan, proses wawancara tidak akan lagi terlihat menyeramkan. Semoga sukses!***(K-02/Adenovina Dalimunthe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *