Wisata Lubang Jadi Trend Anak Medan

  • Whatsapp
Wisata Lubang Jadi Trend Anak Medan
Wisata Lubang Jadi Trend Anak Medan

Banyak cara untuk menangkap fenomena ganjil di sekitar kita, terutama yang dapat dijadikan trend positif demi membangun nilai moral yang baik dikalangan masyarakat.

Hadirnya keberagaman di Kota Medan, baik itu suku, ras, dan budaya tentu menjadi indikator penting dalam membangun keberlangsungan hidup yang adil, makmur dan sejahtera kedepannya.

Read More

Cukup beragamnya masyarakat di Kota Medan, sejauh yang terpantau selama ini. Namun, untuk suatu persoalan yang akan diangkat dalam tulisan ini mengenai adanya ketidakadilan terhadap masyarakat Medan. Maka, sedikitnya keberagaman itu menjadi suatu bentuk keseragaman dalam bertindak. Minimal, yang dilakukan adalah banyaknya tanggapan warga masyarakat Medan dalam menyikapi masih terus bertambah banyaknya wadah-wadah genangan air di tengah jalan. Biasa disebut lubang jalan.

Diawali dengan terjadinya banjir di akhir bulan September 2016, yang membuat genangan-genangan air hampir di seluruh jalan Kota Medan tercinta. Mengharuskan ditulislah sebuah tanggapan akan gambaran kejadian yang telah terjadi : Di Medan, Ada Danau yang Bisa Menghilang.

Hal tersebut sebagai bentuk reaksi positif yang keluar dari pemikiran warga Kota Medan terhadap fenomena banjir yang menggenangi jalan hingga berhari-hari.

Berselang sebulan dari itu, muncul lagi adanya persoalan-persoalan akan ketidakadilan yang dialami masyarakat Medan. Itu dilihat dari harus merasakan ketidaknyamanan disaat berkendara lalu lalang di jalan-jalan Kota Medan, karena banyaknya lubang-lubang yang mulai berkembang biak menjadi lobang-lobang besar.

Ini merupakan fenomena yang tidak baru.

Hadirnya lubang-lubang di jalan-jalan Kota Medan, memang menjadi sorotan redaksi Cerita Medan. Yang coba disajikan dalam beberapa poin dan foto dari jalan-jalan mana saja yang dalam kondisi tidak baik seperti di bawah ini.

Jl. Cempaka Tanjung Gusta, Medan Helvetia
Jl. Cempaka Tanjung Gusta, Medan Helvetia

 

Jl. Kp. Lalang, Medan
Jl. Kp. Lalang, Medan

 

Pulo Brayan Darat I, Gg. Nusa Indah, Medan Timur, Indonesia
Pulo Brayan Darat I, Gg. Nusa Indah, Medan Timur, Indonesia

 

 

Aspalnya Sudah Habis : Jl. Bilal Ujung , Medan Timur
Aspalnya Sudah Habis : Jl. Bilal Ujung , Medan Timur
Wisata Lubang di Jalan Bambu III
Wisata Lubang di Jalan Bambu III

Hal tersebut menjadi trend bagi anak-anak Medan terpantau dari social media yang diposting lalu di komentari. Begitu juga Cerita Medan melakukan survei kecil-kecilan dengan membuat postingan-postingan yang menjelaskan di mana saja banyak jalan-jalan berlubang. Lucu-lucu tanggapan dari pemain social media di Medan ini.

 

jalan-bahagia

kampung-lalang

 

Trend tersebut di kalangan anak-anak Medan semoga berdampak positif untuk kebaikan Kota Medan tercinta. Karena, baik kita berbuat untuk kota kita, baik juga di mata orang banyak di luar sana.

Berikut sepenggal cerita untuk Kota Medan.

—- 2 hari lagi aku akan libur sekolah. Aku memilih Kota Medan sebagai tujuan wisataku ketika libur panjang sekolah. Medan merupakan kota yang sering dianggap paling update dan memiliki kemajuan di segala bidang dibanding dengan  kota-kota kecil lain yang ada di Sumatera Utara. Kota yang  memiliki pendidikan dan pembangunan yang maju. Kota yang dibayangkan menjadi ikon terpenting di Sumatera Utara.  Begitulah persepsiku  sebelum aku  menginjakkan kaki di kota ini. Bahkan ketika ku ucapkan aku akan ke Medan kepada teman-temanku, mereka sudah memandangku penuh takjub. Bagaimana tidak, bagi kami Medan adalah kota indah, kota maju di mana kami akan mendapatkan segala hal dengan mudah. Membayangkan begitu indahnya Medan saja sudah membuatku bahagia tak menentu. Aku membayangkan betapa beruntungnya diriku dapat menginjakkan kaki di Medan, di kota terbesar ketiga di Indonesia.

Kini aku tengah berada di kota yang ku mimpikan selama seminggu lalu, kota yang aku idam-idamkan untuk aku kunjungi, Kota Medan. Namun, semua berubah ketika kakiku telah berpijak di kota ini. Bagaimana aku bisa membayangkan bahwa Medan kini yang ku anggap begitu indah di bandingkan kampung halamanku, Hopong. Kota Medan, yang ku anggap merupakan kota yang selalu mendapat perhatian lebih dari pemerintah ternyata terlihat begitu memprihatinkan. Tidak jauh berbeda dengan kampung halamanku. Apalagi sarana jalannya. Sampai-sampai membuatku tak dapat membedakan antara Medan dengan Hopong. Keduanya memiliki persamaan yaitu sarana jalan yang tak layak. Sesedih inikah jalanan Kota Medan kini? Ini sangat berkebalikan dengan apa yang ku banyangkan berminggu-minggu. Bagaimana Medan kini terlihat sama dengan kampungku? Lantas apa perbedaan Medan dengan daerah terpencil di kampungku?

Bagaimana aku bisa beranggapan bahwa Medan mempunyai pembangunan yang maju dibanding kampungku. Nyatanya kini, ketika aku  telah berada di Medan, aku menyaksikan betapa mirisnya Kota Medan. Dengan  jalanan yang berlubang bak ibarat kolam ikan. Apalagi kini musim hujan tengah menyapa, segan sekali rasanya untuk menginjakkan kaki di Medan ini. Bagaimana bisa aku dengan tenang duduk di dalam angkot sedangkan angkot yang ku naiki terus saja berdisko ria meski tanpa musik.

Sampai saat ini aku tak paham bagaimana bisa kota metropolitan ini memiliki jalan yang sama dengan di desaku. Jika di desaku sarana jalan jelek itu dikarenakan jauhnya desaku dengan pemerintah pusat, nah bagaimana dengan Kota Medan ini. Apa alasan kuat yang membuat Kota Medan terlihat begitu memprihatinkan? Mungkin aku harus mendatangi gedung-gedung mewah pemerintahan untuk memastikan langsung apakah yang menjadi pemicu indahnya jalan-jalan Kota Medan saat ini.

Dan apakah sepertinya aku salah memilih Medan sebagai tempat wisata yang indah. Ntah lah. Karena kini nyatanya aku tak menikmati setiap perjalananku di Medan. Bahkan setiap aku menyusuri Kota Medan ini, aku harus berulang kali menarik nafas berusaha bersabar dan tidak mengeluh dengan melihat jalanan Medan dengan air kecokelatan di tengahnya. Tampaknya aku harus merubah tema liburku di tahun ini, kalau di awal sebelum keberangkatanku ke Medan aku membayangkan jalanan indah nan menawan di Medan. Kini telah berubah menjadi jalanan berlubang nan menyeramkan. Bagaimana tak menyeramkan kalau di setiap harinya lubang-lubang ini memakan korban.

Nah, kalau teman-teman ingin berwisata gratis dan menguji adrenalin maka, Medan tempatnya. Kota Medan yang paling cocok untuk dijadikan tempat wisata lubang terkeren. Kini Medan bukanlah hanya kota metropolitan, tapi kini Medan akan terkenal dengan julukan kota dengan wisata lubang.

Ini tulisan bentuk kesal ku, semoga ini tidak bertahan lama. Aku mengharapkan Kota Medan yang asri seperti impianku. Semoga kita semua tergerak untuk saling membangun kota tercinta ini. Aamiin.***(CM/Tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *