IBX5A49C9BC313D6 Velangkanni, Gereja Berarsitektur India Pariwisata Kota Medan – Cerita Medan

Velangkanni, Gereja Berarsitektur India Pariwisata Kota Medan

Velangkanni, Gereja Berarsitektur India Pariwisata Kota Medan
Velangkanni, Gereja Berarsitektur India Pariwisata Kota Medan

Pada umumnya gereja adalah tempat ibadah berarsitektur kokoh dan menjulang tinggi disertai dengan tanda salib di atas menaranya. Berbeda halnya dengan Gereja Graha Maria Annai Velangkanni atau lebih kerap disapa Velangkanni bagi warga sekitar. Terletak di kawasan Asam Kumbang, Jalan Sakura Indah III, Tanjung Selamat. Velangkanni merupakan sebuah Gereja Katolik dengan arsitektur khas India layaknya sebuah kuil tempat beribadahnya orang-orang Hindu. Hal inilah yang membedakan Velangkanni dengan gereja-gereja lainnya. Perbedaan ini ternyata menjadikan Velangkanni sebagai salah satu destinasi pariwisata Kota Medan.

Nama Annai Velangkanni diambil dari bahasa India, Annai yang artinya Bunda sedangkan Velangkanni merupakan nama sebuah Desa di India dimana Bunda Maria menampakkan diri. Pada abad ke-17, dikatakan bahwa Bunda Maria menampakkan dirinya di Desa Velangkanni, India. Jadi, Gereja Velangkanni dibangun sebagai tempat pengabdian kepada Bunda Maria. Gereja Velangkanni masih terbilang wajah baru di Kota Medan, karena baru berdiri sejak tahun 2001. Dipelopori oleh Pastur James Barataputra yang terinspirasi dari keajaiban-keajaiban Bunda Maria yang singgah di Desa Velangkanni, Tamil Nadu, India. Gereja yang diresmikan oleh Uskup Medan ini memukau setiap mata yang berkunjung. Bangunan gereja jika dilihat dari jauh ataupun sekilas, jelas orang akan mengatakan bahwa itu adalah kuil, namun setelah mengetahui kebenaran dan fakta bahwa bangunan yang mereka sebut-sebut sebagai kuil adalah tempat peribadahan bagi orang Kristen Katolik, sontak saja terpancar rona kekaguman sekaligus keanehan. Maka dari itu sejak nama Velangkanni banyak diberitakan, gereja ini pun langsung ramai dikunjungi.

Untuk masuk ke dalam kawasan Gereja Velangkanni tidak dikenakan biaya apapun, termasuk bebas biaya parkir. Para pengunjung yang hanya sekadar ingin melihat-lihat ataupun melakukan ibadah cukup mematuhi peraturan di sekitar kawasan. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencabut tanaman, dan menghargai orang-orang yang sedang beribadah dalam gereja.

Pada pintu gerbang terlihat pernik khas Batak sebagai salah satu etnis yang melekat di Sumatera Utara. Keunikan yang mendatangkan para pengunjung sekaligus kisah bagaimana akhirnya Gereja ini bisa berdiri dengan relief-relief khas Hindu padahal Velangkanni adalah sebuah gereja. Berdirinya gereja ini juga dapat diartikan sebagai salah satu kearifan lokal Medan yang terbentuk dari beragam etnis dan budaya. Perbedaan sangat jelas terlihat pada Gereja Velangkanni yakni sebuah gereja namun kental dengan unsur Hindu, jelas terlihat ada 2 unsur agama di dalamnya. Namun perbedaan tersebut disatukan ke dalam Gereja Velangkanni. Tidak ada perubahan fungsi terhadap Gereja Velangkanni, gereja ini sama halnya seperti Gereja Katolik lainnya hanya penampilannya saja yang menyerupai kuil Hindu.

Geraja Velangkanni didominasi dengan warna biru serta emas, warna-warna kedamaian sangat melekat pada gereja ini. Kabarnya, banyak keajaiban yang tersimpan di Gereja ini yaitu ditemukannya mata air di bawah patung batu Bunda Maria, air ini diyakini sebagai air suci yang mampu mengobati penyakit.

Velangkanni, Gereja Berarsitektur India Pariwisata Kota Medan
Gereja Katolik Velangkanni

Tidak hanya dikagumi denga latar belakang berdrinya, Gereja Velangkanni benar-benar kental dengan nuansa Kuil Hindu. Bagian dalam Gereja Velangkanni juga terdapat lukisan-lukisan, patung serta molek lekuk terkecil pun mencirikan kuil India. Tidak seperti gereja pada umumnya yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi di tengah perkotaan.

Hadirnya Gereja Velangkanni menjadi satu-satunya tempat di Medan bahkan Indonesia sebagai sebuah pusat penziarahan serta pendidikan seputar karohanian. Banyak pengunjung yang berasal dari Medan dan luar Kota Medan. Jadi, buat anak Medan, Gereja Velangkanni bisa jadi tujuan untuk beribadah sekaligus mengabadikan momen budaya yang ada di Kota Medan. Yang beragama di luar Katolik pun diperbolehkan masuk asalkan saling menghargai dan mematuhi peraturan yang berlaku.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA