IBX5A49C9BC313D6 Sisi Lain Kota Binjai, Kota Idaman - Cerita Medan

Sisi Lain Kota Binjai, Kota Idaman

Sisi Lain Kota Binjai, Kota Idaman

Binjai adalah salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Dahulunya Binjai merupakan Ibukota dari kabupaten Langkat, yang sekarang berpindah ke Stabat. Binjai terletak 22 km di sebelah barat Ibukota Provinsi Sumatera Utara, Medan. Kota Binjai berbatasan langsung dengan Kabupaten Langkat di sebelah barat dan utara serta Kabupaten Deli Serdang di sebelah timur dan selatan. Binjai dihubungkan oleh jalan raya Lintas Sumatera yang menghubungkan antara Medan dan Banda Aceh. Oleh karena itu, Kota Binjai terletak di daerah strategis karena merupakan pintu gerbang Kota Medan menuju ke Provinsi Aceh. Kota asri ini dikelilingi oleh 3 kabupaten dan kota sekaligus. Tentu saja Kota Binjai menjadi kota transit yang tepat untuk beristirahat atau menyapa saudara yang ada di Kota Binjai.

Binjai sejak lama dijuluki sebagai Kota Rambutan karena rambutan Binjai memang sangat terkenal. Bibit rambutan asal Binjai ini telah tersebar dan dibudidayakan di berbagai tempat di Indonesia seperti Blitar, Jawa Timur menjadi komoditi unggulan daerah tersebut. Jadi, jangan heran kalau pada gerbang utama Kota Binjai itu terdapat tugu rambutannya.

Kota Binjai memiliki sejarah yang cukup panjang. Dimana pada zaman dahulu kota Binjai merupakan tempat persinggahan dan tempat para pedagang untuk melakukan sistem barter dengan warga dari daerah lain. Merujuk dari beberapa referensi, asal-muasal kata “Binjai” merupakan kata baku dari istilah “Binjéi” yang merupakan makna dari kata “ben” dan “i-jéi” yang dalam bahasa Karo artinya “Bermalam di sini”. Dimana pada awal terbentuknya wilayah Binjai, kota ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang dari dataran tinggi Tanah Karo dan pedagang dari Langkat untuk menukarkan barang yang mereka punya. Dan di Binjai inilah mereka harus bermalam dan kembali melakukan perjalanan panjang menuju daerah mereka lagi. Untuk itulah mereka menamai kampung ini, Binjai. Karena jarak tempuh yang cukup jauh membuat mereka harus bermalam di tempat ini ketika mereka harus melakukan barter.

Menurut cerita dari versi lain, kota Binjai ini berasal dari sebuah kampung kecil yang ada di pinggir sungai Bingai. Pada upacara adat dalam rangka pembukaan kampung tersebut diadakan pada sebuah pohon yang memiliki batang yang besar yang berdiri kokoh di pinggir Sungai Bingai. Di sekitar pohon Binjai yang besar itulah kemudian dibangun beberapa rumah yang lama-kelamaan menjadi besar dan luas yang akhirnya berkembang menjadi bandar atau pelabuhan yang ramai didatangi oleh tongkang-tongkang yang datang dari Stabat, Tanjung Pura dan juga dari Selat Malaka. Kemudian nama pohon Binjai itulah yang akhirnya melekat menjadi nama kota Binjai. Konon pohon Binjai ini adalah sebangsa pohon embacang dan istilahnya berasal dari bahasa Karo. Kota Binjai dahulunya terletak di antara dua kerajaan besar, yaitu Kesultanan Deli dan Kerajaan Langkat. Inilah yang membuat kota Binjai menjadi kota yang didominasi oleh suku Melayu. Untuk mengulas beberapa fakta yang menjadi kekhasan Kota Rambutan ini, Cerita Medan akan berikan rangkumannya untuk kamu.

  1. Rambutan

Kota Binjai terkenal dengan buah rambutannya yang manis dan lekang. Rambutan merupakan buah yang kaya akan vitamin A dan C yang akan membuat kita mendapatkan banyak manfaat ketika kita mengonsumsinya. Jadi, kalau main-main ke Binjai, jangan lupa untuk menikmati si merah yang manis rupawan ini ya. Rugi kalau melewatkan buah yang satu ini ketika kamu main langsung ke Binjai. Karena di Kota Binjai inilah kamu akan merasakan sensasi rambutan asli.

  1. Burung Walet

Jika kamu mengunjungi Kota Binjai di sore menjelang maghrib. Kamu akan melihat burung walet yang cukup banyak yang beterbangan menghiasi indahnya langit sore kota Binjai ini. Burung walet atau puyuh ini sudah memiliki beberapa tempat di kota Binjai ini. Bahkan ada yang memang khusus membudidayakannya. Selain itu sarang burung walet ini juga memenuhi lapak pasar yang disiapkan pemerintah untuk para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggiran trotoar jalan. Namun, relokasi pedagang yang tidak dilanjutkan kembali pembangunannya membuat gedung/ lapak yang disediakan tepat berada di belakang Pasar Tavip Binjai menjadi sarang bagi para burung walet.

  1. Mayoritas Suku Melayu

Kota Binjai yang dulunya berada di antara dua Kerajaan Melayu ini menjadi alasan kuat mengapa kini Binjai ditempati oleh orang yang bersuku Melayu. Memang tidak dapat dipungkiri kalau ternyata di Kota Binjai banyak ditemukannya orang dari suku lain, seperti Jawa, Aceh, Batak/ Karo dan Tionghoa. Jika kamu berjalan-jalan di pusat kota Binjai, maka kamu akan menemukan orang-orang bersuku Tionghoa yang tinggal dan berjualan di sekitaran pusat kota. Pusat kota Binjai diisi dengan jejeran ruko yang menjulang tinggi milik warga bersuku Tionghoa. Untuk memajukan dan mempertahankan budaya Melayu yang ada di Kota Binjai, banyak bangunan pemerintah kota yang memiliki arsitektur Melayu. Beberapa komunitas Melayu juga dibentuk oleh aktivis Binjai yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk Jaka dan Dara Kota Binjai yang menjadi duta remaja Kota Binjai.

  1. Pasar Kaget Binjai

Buat kamu warga Binjai pasti sudah tahu dengan pasar yang muncul di malam hari ini. Pasar yang memenuhi separuh badan jalan ini akan selalu ramai di sore menjalang malam. Dinamakan Pasar Kaget karena pasar yang hanya akan terlihat ketika hari gelap. Sepanjang Pasar Kaget ini dipenuhi dengan jajanan kuliner harga murah dan memiliki porsi yang cukup banyak. Pantas saja orang yang membeli jajanan di pasar ini merasa kaget. Pasar Kaget Binjai terletak di sepanjang Jalan Ahmad Yani (one way). Kemacetan yang terjadi di jalan ini sudah dimaklumi bagi warga Binjai, sebab pasar yang buka setiap malam sepanjang Senin hingga Minggu ini selalu dipadati pembeli. Jadi, kalau kamu tidak berniat untuk menikmati kuliner di pasar ini usahakan hindari jalur ini dengan melewati Jalan Imam Bonjol.

  1. Makam Pahlawan

Kota Binjai juga memiliki Taman Makam Pahlawan diberi nama Taman Makam Pahlawan Syuhada yang terletak di  Jalan Pahlawan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Kota. Taman Makan Pahlawan Syuhada Binjai ini tempat peristirahatan bagi para syuhada dari Kota Binjai dan sekitarnya. Pada bagian tengah dari Taman Makam Pahlawan Syuhada Binjai ini terdapat tugu berbentuk bambu runcing dan terdapat lambang Pancasila di tengah tugu tersebut.

  1. Binjai Supermall (BSM)

Sekitar tahun 2006, Binjai Supermall resmi dibuka dan hingga sekarang, BSM menjadi mall terbesar di Kota Binjai. Mall yang memiliki berbagai hiburan seperti bioskop, pusat perbelanjaan, restaurant/ foodcourt, dan lainnya menjadi titik kumpul warga Binjai. Tidak hanya Binjai, warga Langkat dan Medan juga berbondong-bondong walau hanya cuci mata di mall ini. Mall yang bersebelahan dengan Masjid Agung Kota Binjai terus dipadati pengunjung apalagi hari libur nasional.

  1. Pusat Kuliner

Warga Kota Binjai selalu berinovasi dalam memadukan masakan agar dapat menjadi nilai jual. Hal ini dibuktikan dengan berbagai jajanan kuliner yang ada di Kota Binjai. Pemerintah pun ikut serta memfasilitasi tempat untuk pusat kuliner. Kamu bisa mencicipi masakan khas Kota Binjai dan masakan lainnya di Pujasera, Pasar Kuliner Bundar Binjai, Kampung Kuliner, dan Pasar Kaget.

Sisi Lain Kota Binjai, Kota Idaman

Kota Binjai yang memiliki jargon sebagai Kota Idaman adalah kota kecil yang memiliki jumlah penduduk tidak banyak. Namun keberagaman berbagai suku, makanan, pasar, dan lainnya akan membuatmu merasa tenang dan nyaman untuk terus bermalam di kota ini. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi.***(CM-05/ Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA