Remaja Paling Rentan Terkena Virus Sosial Media

  • Whatsapp

remaja-paling-rentan-terkena-virus-sosial-media

Zamrud Cendekia Counsulting mengadakan seminar topeng media sosial pada hari Sabtu, tanggal 12 November 2016. Seminar ini dihadiri sekitar 80 orang peserta. Seminar topeng media sosial ini diadakan di Grand Sakura Hotel.

Read More

Seminar dengan tema “Remaja cerdas dan kreatif dalam bermedia sosial” ini diisi oleh 2 pemateri yang sangat ahli dalam bidang psikologi dan bidang sosial media, yaitu Ilona Dewita, S.Psi Psikolog dan penggagas Medan Heritage, Rizky Syahfitri Nasutian, S.Psi.

Pada pembukaan seminar ini, peserta diminta untuk menyaksikan video yang disediakan oleh panitia sebagai wacana berpikir peserta seminar. Dalam video tersebut bahwa banyak terjadi fenomena-fenomena sosial yang terlalu candu dengan media sosial. Seminar yang berlangsung sama 3 jam ini, diisi dengan materi yang sangat dekat dengan remaja, yaitu penggunaan media sosial yang baik. Peserta yang hadir di acara seminar topeng media sosial ini didominasi oleh siswa SMA.

Dalam seminar ini, para peserta diminta untuk mematikan smartphone yang mereka punya dan hanya fokus kepada materi yang disampaikan oleh kedua pemateri yang telah disiapkan. Lewat seminar topeng media sosial ini, Acara seminar topeng media sosial yang diadakan oleh Zamrud Cendikia Counsulting, yang merupakan biro psikologi yang membantu membimbing dan mengarahkan pendidikan. Zamrud Cendekia Counsulting juga berperan dalam memberikan arahanan tentang psikologi anak, baik itu anak usia Tk, SMP, dan SMA.

Ilona Dewita, Psikolog, sebagai narator yang pertama dalam seminar ini memaparkan bahwa hal yang dapat membatasi kita dari kecanduan sosial media adalah diri sendiri. Diri kitalah yang berperan penuh dalam membuat kontrol diri terhadap media sosial. Orang yang candu terhadap media sosial biasanya dilatarbelakangi kurangnya perhatian dari orangtua mereka sehingga membuat mereka mencari tempat untuk dapat mencurahkan segala keluh kesah yang ada pada diri mereka. Masa remaja adalah masa yang paling entan terkena virus sosial media.

“Terjadinya perubahan pada diri remaja dipengaruhi oleh yang ada di sekitarnya, termasuk media sosial,” ujar Ilona.

Ilona Dewita, juga menjelaskan bagaimana peranan orang tua terhadap tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan anak-anaknya. Ilona mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam membatasi kegiatan anak dengan smartphonenya adalah dengan menciptakan suasana rumah yang nyaman dan keluarga yang harmonis sehingga dia tidak mencari tempat lain untuk mengekspresikan dirinya.

Selain Ilona Dewita, Rizky Syahfitri Nasution, juga menjadi pembicara dalam seminar topeng media sosial ini memaparkan bahwa internet memang penting bagi kita semua tapi jadilah pengguna internet yang cerdas dan manfaatkanlah internet sebagai media yang menguntungkan bagi kita. Internet atau media sosial dapat kita jadikan sebagai sumber kehidupan bagi kita, contohnya menulis di blog.

“Pengguna media sosial saat ini sudah sangat candu terhadap internet sehingga sudah mulai sibuk dengan smartphone-nya. Bahkan ibu yang sudah memiliki anakpun sering lupa dengan anaknya ketika smartphone berada di genggamannya,” ujar Rizky.

Di akhir acara, penonton kembali diminta untuk menyaksikan video yang berkaitan dengan sosial media. Setelah menyaksikan video, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompoknya diminta untuk mendiskusikan fenomena yang terjadi di era global ini.

Evi Syafrida Nasution, sebagai ketua panitia dan penggagas biro konsultan psikolog ini menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari pengenalan terhadap dunia luar tentang Zamrud Cendekia Counsulting. Dan dari cara seminar ini Zamrud Cendekia Counsulting berharap agar ditemukannya agen-agen yang dapat membantu membuat perubahan pada warga di sekitarnya setelah mengikuti seminar topeng media sosial ini.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *