PFI Medan Jadikan Storytelling Kewajiban Dunia Jurnalistik Kekinian

  • Whatsapp
PFI Medan Jadikan Storytelling Kewajiban Dunia Jurnalistik Kekinian
PFI Medan Jadikan Storytelling Kewajiban Dunia Jurnalistik Kekinian

Storytelling sudah menjadi kewajiban dunia jurnalistik kekinian karena saat ini fotografi memang harus dipublikasikan agar terlihat semua orang. Karena itulah, storytelling merupakan cara penyajian karya fotografi agar orang lain mampu melihat pesan tersebut dengan mudah.

Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Oscar Motuloh, Minggu (13/11) menjelaskan, karya fotografi dengan cara storytelling sudah menjadi kewajiban masa kini. “Storytelling sudah jadi kewajiban dunia jurnalistik kekinian. Karena memang harus dipublikasikan ke semua orang. Dalam storytelling, yang paling penting adalah kesinambungannya,” ucapnya di depan peserta diskusi fotografi ‘Storytelling & Multimedia’ Pewarta Foto Indonesia (PFI) di Garuda Plaza Hotel Medan.

Read More

Fotografi, sebutnya, memang tidak dapat berdiri sendiri. “Fotografi tidak dapat berdiri sendiri, di dalamnya ada berbagai disiplin ilmu lainnya, seperti sastra, teknologi, media dan lain. Dunia sastra juga ada dunia gambar. Bagaimana penyajiannya supaya visual tersebut sampai. Maka, anda harus mengambil tokoh yang benar-benar jelas,” sebutnya.

Dikatakannya, seperti membuat foto yang humanis, juga tidak terlepas dengan pemilihan tokoh dalam foto. “Misalnya, si A ingin membuat cerita tentang orang-orang yang tergusur. Maka, orang-orang yang terpilih itu adalah tokoh-tokoh kita. Lalu, dipilihlah orang-orang jahat dan orang-orang baik. Angle (sisi) kita berdiri itu adalah perspektif. Storytelling di sini adalah memilih. Bagaimana cara untuk menyampaikannya, semakin simple (sederhana) maka makin mudah orang melihatnya,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, peserta juga menanyakan bagaimana sajian multimedia saat memunculkan gambar. “Mayoritas lebih dari 50 persen sajian multimedia harus memunculkan gambar. Multimedia itu didominasi foto atau alat-alat grafis. Orang nonton dokumentasi itu paling tinggi 30 menit. Untuk membuat itu lebih menarik, dokumentari terkadang ditambahkan dengan unsur lain. Sementara, foto feature, teks minimal 18-20 kata,” jawabnya kepada beberapa penanya.***(CM-Ist/Ahmad Ridwan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *