Pantaskan Diri Meraih Beasiswa Luar Negeri

  • Whatsapp

pantaskan-diri-meraih-beasiswa-luar-negeri

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, begitulah pepatah orang zaman dulu. Siapa yang tidak mau mengenyam pendidikan sampai keluar negeri, sudah pasti itu impian semua orang untuk dapat sukses dan mapan di luar negeri. Namun, biaya keluar negeri tidak terkira oleh orang Indonesia yang berpenghasilan jauh lebih rendah, hanya orang-orang dengan kekayaan melimpahlah yang mampu untuk berkuliah di luar negeri. Persaingan yang ketat membuat para pemburu beasiswa agar lebih keras memperbaiki kualitas diri. Minimnya pemberitahuan tentang beasiswa, membuat pelajar-pelejar perkotaan saja yang bersaing memperebutkannya, sementara talenta-talenta di daerah tetap tidak berkembang.

Read More

Saat ini, semua orang Indonesia dapat merasakan fasilitas dari pemerintah yaitu beasiswa keluar negeri. Pemerintah sudah banyak melakukan program-program kesejahteraan masyarakat, beasiswa adalah salah satunya. Tidak mudah untuk memeanangkan beasiswa, bersaing dengan seluruh pemburu beasiswa di Indonesia. Berikut adalah cara yang dapat dilakukan agar lulus dalam program beasiswa.

 

Berusahalah untuk Excellent di Bidang Akademis

Buat kamu yang masih SMA, sedang menempuh pendidikan Sarjana atau bahkan Master di Indonesia dan berencana melanjutkan pendidikan tingkat selanjutnya dengan beasiswa, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah usahakan selalu dapat nilai bagus. Kalau ada kesempatan jangan segan mencoba mengikuit olimpiade, berkaitan dengan bidang studi yang kamu minati.

Walau angka di atas kertas bukan segalanya tapi pencapaian akademis yang bagus akan menunjukkan komitmenmu terhadap pemberi beasiswa. Beberapa institusi beasiswa, seperti Monbukagakusho (MEXT) dari Jepang dan Beasiswa Pemerintah Singapura bahkan mensyaratkan pelamarnya adalah mereka yang memiliki pencapaian akademis baik. Dalam beberapa kasus, pemenang Olimpiade Sains akan lebih mudah mendapatkan beasiswa.

 

Pintar Akademis, Aktif Organisasi

Sudah merasa yakin bisa dapat beasiswa karena nilaimu selalu bagus? Eits, jangan salah. Nilai bagus itu baru syarat awal. Di luar sana masih banyak yang lebih pintar dibanding kamu. Pintar saja tidak pernah cukup. Kamu harus punya sesuatu yang menarik untuk dijual ke pemberi beasiswa. Biasanya mereka akan mencari orang yang tidak hanya berprestasi, tapi juga aktif di organisasi. Kalau kamu memang niat masuk dalam bursa perjuangan mendapatkan beasiswa mulailah memperbanyak pengalaman organisasi. Tidak perlu masuk partai politik atau bahkan aliran-aliran aneh. Kamu bisa mulai dari OSIS atau di Himpunan Keluarga Mahasiswa Kampus. Mereka yang aktif organisasi akan lebih dilirik para pemberi beasiswa karena dianggap bisa memanfaatkan ilmu yang didapat untuk kepentingan orang banyak.

 

Jangan Ragu untuk Jadi Relawan

Selain keaktifan di organisasi, pengalaman di kegiatan sosial juga menjadi nilai tambah. Khususnya kalau kamu mengincar beasiswa di negara Amerika dan Eropa. Beasiswa Fullbright Amerika Serikat, Beasiswa Chevening dari Inggris dan Beasiwa Erasmus Mundus Eropa cenderung lebih tertarik pada pelamar yang punya pengalaman menjadi relawan di kegiatan sosial. Ini tidak bisa dilepaskan dari kuatnya kultur volunteerism di negara mereka. Di kota tempatmu tinggal saat ini pasti banyak sekali kesempatan untuk menjadi relawan. Gabung dengan gerakan anak muda di kampus atau kamu juga bisa menginisiasi gerakan ini sendiri. Tidak perlu repot atau khawatir masalah biaya, bahkan dengan membersihkan sampah di lingkungan sekitarmu kamu sudah bisa mulai melakukan kegiatan sosial.

 

Tes Kemampuan Bahasa Asing

Setelah cukup mempersiapkan diri dari bidang akademis dan non-akademis kini saatnya kamu mengasah kemampuan bahasa asing kamu. Salah satu persayaratan beasiswa memang menuntutmu untuk meraih level tertentu dalam tes kemampuan bahasa asing. Masing-masing beasiswa punya persyaratan tes bahasa sendiri, tapi yang paling umum digunakan adalah TOEFL dan IELTS. Untuk mengamankan posisimu, pastikan kamu memiliki skor TOEFL di atas 550 dan nilai IELTS di atas 6,5. Saat ini kamu bahkan bisa mempersiapkan diri dengan mengikuti latihan via online untuk TOEFL dan IELTS.

 

Temukan Orang yang Bisa Memberimu Rekomendasi

Untuk menilai performamu di dunia nyata, pihak pemberi beasiswa akan meminta surat rekomendasi dari mereka yang sudah mengetahui rekam jejakmu. Biasanya surat rekomendasi bisa diberikan oleh staf pengajar dari institusi tempatmu menempuh pendidikan atau supervisor di tempatmu bekerja. Rekomendasi dari mereka sangat penting, karena tidak jarang pemberi beasiswa akan langsung menghubungi untuk menanyakan pendapat tentangmu. Pastikan kamu punya rekam jejak yang cukup baik dalam pendidikan dan pekerjaan. Jaga hubungan baik dengan mereka yang bisa memberimu rekomendasi.

 

Ciptakan Curriculum Vitae (CV) yang Informatif

Cara pemberi beasiswa tahu pengalaman dan pencapaianmu adalah dengan melihat ke CV (Curiculum Vitae). Dalam CV mereka akan mendapatkan gambaran bagaimana dirimu selama ini telah berkembang. Untuk membuat CV yang baik kamu perlu cermat mencatatat kegiatan yang kamu lakukan selama ini berdasarkan waktu kegiatan. Karena kamu akan apply beasiswa, pastikan kamu membuat CV yang representatif tapi tetap informatif. Salah satu format CV yang cukup baik untuk kamu contoh adalah CV Europass yang wajib digunakan bagi pelamar beasiswa Erasmus Mundus.

 

“Jual” Dirimu Lewat Motivation Letter

Langkah selanjutnya, kamu harus menyiapkan motivation letter. Tujuan dari surat ini adalah untuk menunjukkan mengapa kamu tertarik mengambil bidang studi yang kamu pilih dan memperlihatkan mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa. Motivation letter adalah bagian krusial yang akan menentukan bagaimana kelanjutan lamaran beasiswamu.

Untuk membuat motivation letter, kamu perlu tahu tentang jurusan yang akan kamu ambil. Jelaskan kenapa program itu menarik buatmu, tunjukkan juga bagaimana pengalaman kerja dan pencapaianmu selama ini membuat kamu cocok untuk belajar disitu. Yakinkan pemberi beasiswa bahwa kamu punya komitmen untuk memberikan yang terbaik sehingga layak menerima dana mereka. Kamu harus punya passion terhadap bidang yang kamu pilih. Semangat dan kecintaan terhadap bidang studi itu akan terasa di motivation letter-mu.

 

Latihan Sebelum Interview

Jika kamu lolos seleksi administrasi lewat CV dan motivation letter pintu menuju beasiswa selanjutnya adalah tes wawancara. Di tahap ini kamu akan bertemu panelis dari negara pemberi beasiswa, atau bisa juga profesor yang kompeten di bidangnya. Agar lancar di wawancara, kamu perlu mempersiapkan diri agar tidak gerogi dan malah mengacaukan semua persiapanmu.

Biasakan diri untuk berbicara dengan bahasa Inggris atau bahasa lain yang akan digunakan dalam wawancara minimal 2 hari sebelum wawancara berlangsung. Cara ini akan melatih lidahmu agar tidak terkaget-kaget dan kehilangan banyak kosa kata. Di depan panelis, tunjukkan bahwa kamu percaya diri dan meyakinkan. Bekali dirimu dengan pengetahuan soal bidang studi yang kamu pilih dan tunjukkan semangatmu untuk belajar dengan beasiswa.

 

Tunjukkan Bahwa Beasiswa Ini Akan Membantumu Berkontribusi ke Indonesia

Saat ditanya mengapa kamu ingin mendapatkan beasiswa, jangan hanya menjawab dengan tujuan egois seperti ingin mengembangkan diri atau memperbanyak pengalaman. Tunjukkan juga bahwa jika kamu menerima beasiswa maka kamu akan lebih punya kapasitas untuk berkontribusi ke lingkungan terdekatmu. Pemberi beasiswa akan lebih tertarik pada kandidat yang memiliki visi yang luas dan bermanfaat. Inilah kenapa aktif di kegiatan sosial dan organisasi menjadi penting. Dengan aktif di kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, akan lebih mudah bagimu untuk menentukan kontribusi macam apa yang hendak kamu berikan selepas menempuh program beasiswa.

Sekali mencoba apply beasiswa kamu belum tentu akan berhasil. Jangan langsung putus asa dan merasa tidak memenuhi kualifikasi. Banyak yang harus mencoba berkali-kali sebelum akhirnya lolos. Justru dengan pernah gagal kamu akan tahu bagian mana yang harus kamu perbaiki untuk bisa menjadi kandidat.

Lagipula kebanyakan beasiswa tidak melarang kandidat yang sempat gagal mendaftar ulang di seleksi selanjutnya. So, kenapa takut gagal? Kalau gagal sekali, coba lagi-coba terus. Itulah informasi seputar tata cara agar lolos seleksi beasiswa, semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi.***(CM-04/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *