Madrasah Aliyah Mualimin Univa Wajibkan Ekstrakulikuler

  • Whatsapp

Madrasah Aliyah Mualimin Univa Wajibkan Ekstrakulikuler

Bagi orang Medan, pasti sudah tidak asing lagi dengan sekolah yang satu ini. Sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1958 ini sudah memiliki segudang prestasi dan kemajuan dalam bidang teknologi. Di dalam bangunan Univa ini terdapat beberapa sekolah di dalamnya. Mulai dari SMP sampai dengan perkuliahan yang sudah menjadi kegiatan rutin di gedung serba hijau ini.

Read More

Madrasah Aliyah Mualimin Univa ini sudah memiliki 8 kegiatan ektrakurikuler yang membantu menyokong siswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki. Selain itu, ekstrakulikuler ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengeluarkan seluruh kreativitas yang mereka miliki. Kedelapan ekstrakulikuler yang ikut menghiasi jalannya kegiatan pembelajaran di Madrasah Aliyah Univa ini diantaranya, Pramuka, Nasyid, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Marching band, Jurnalistik, Kaligrafi, dan Pencak silat.

Setiap siswa diberikan kebebasan untuk memiliki ekstrakulikuler yang diminati. Pihak sekolah hanya memberikan fasilitas dan peralatan yang berkaitan dengan ekstrakulikuler, sedangkan kemauan dan bakat itu kembali kepada setiap siswa. Ketentuan dan peraturan dari Madrasah Aliyah Mualimin terhadap semua siswanya untuk mengikuti minimal 1 ekstrakulikuler selama bersekolah mempunyai alasan yang kuat. Bidang kesiswaan memaparkan bahwa setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti paling tidak satu ekstrakulikuler agar mereka dapat aktif dalam kegiatan yang dilakukan di sekolah. Ekstrakulikuler memiliki peran penting dalam report siswa.

“Semua sering mengikuti kegiatan di luar. Bahkan baru-baru ini Pencak Silat meraih 2 medali perunggu dalam Pekan Olahraga Kota Medan (Porkot),” ujar Irwan, S. Pd. I. Untuk dalam waktu dekat ini, ekstrakulikuler Kaligrafi mendapat Juara 1 di MAN 2 dan MAN 3, Syarhil Qur’an menempati posisi juara kedua, dan Fahmil Qur’an mendapatkan juara 2 dalam rangka kegiatan menyambut Muharram.  Ekstrakulikuler Pramuka juga tidak kalah aktif dengan ekstrakulikuler yang lain, sebagai ektrakurikuler tertua yang ada di Madrasah Aliyah Mualimin Univa, Pramuka juga sering mengikuti kegiatan perkemahan, seperti perkemahan di Raimuna Cabang Kota Medan.

Latihan untuk kegiatan ekstrakulikuler difokuskan pada hari Jum’at dan Sabtu dikarenakan proses pembelajaran lebih cepat selesai dibandingkan hari biasa sehingga para siswa tidak merasa terlalu lelah untuk melakukan kegiatan ekstrakulikuler setelah jam belajar. Pelatih dalam kegiatan ekstrakulikuler di Madrasah Aliyah Muallimin Univa ini berasal dari luar dan bukan dari guru-guru yang mengajar di MAS Muallimin Univa ini.

Irwan, S. Pd. I, sebagai bagian kesiswaan di mas Univa yang ikut dalam membimbing dan memberikan wejangan kepada setiap siswa yang tidak aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler. Tentunya berbagai ekstrakulikuler yang ada ini harus dilakukan evaluasi agar tidak ada siswa yang bermalas-malasan dalam kegiatan ekstrakulikuler. Setiap 3 bulan sekali, Irwan S. Pd. I melalukan evaluasi terhadap setiap ekstrakulikuler yang ada. Evaluasi ekstrakulikuler ini dilakukan secara bergantian setiap harinya, evaluasi ini dilakukan dengan melihat daftar hadir yang ada pada setiap ekstrakulikuler. Melalui presensi ini lah akan terlihat siswa yang sudah mulai jarang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Disinilah peran bagian kesiswaan dalam menangani siswa yang malas untuk ikut serta dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolah.

Madrasah Aliyah Mualimin Univa Wajibkan Ekstrakulikuler

Ekstrakulikuler di Madrasah Aliyah Mualimin ini menjadi komponen terpenting di report siswa. Pasalnya nilai ekstrakulikuler juga akan dicantumkan di report siswa sehingga ini akan membuat pengaruh terhadap nilai siswa. Semua siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ektrakurikuler, kecuali bagi siswa kelas XII yang merasa terganggu karena kegiatan ektrakurikuler maka, mereka diberi kebebasan untuk tidak mengikuti kegiatan ektrakurikuler di sekolah.

Setiap prestasi yang diraih pasti memiliki kendala, begitupun dalam mengkondisikan setiap siswa untuk tetap semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Kendala dalam melaksanakan tugasnya dalam bidang kesiswaan, Irwan, S. Pd. I memaparkan sulitnya mengimbau mereka untuk mengikuti latihan. Kebanyakan dari siswa hanya semangat di awal gabung pada ekstrakulikulerr saja, lama-kelamaan mereka pada malas dan bersemangat. Inilah yang menjadi PR bagi saya tentunya. Bagaimana mengajak anak untuk kembali aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler tanpa menggunakan cara paksa.  Karena jika kita memaksa siswa, kelak ketika kita tidak mengawasi dia akan kembali malas untuk ikut latihan. Dalam hal ini, butuh motivasi untuk meningkatkan kesadaran siswa agar tetap mengikuti latihan walau tanpa diawasi.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *