Kamu Tipe Freelance yang Mana?

  • Whatsapp

freelance medan

Ketatnya persaingan di dunia kerja saat ini banyak membuat sebagian besar lulusan universitas memilih banting setir untuk menjadi pekerja independen atau yang lebih sering disebut freelance. Tak hanya karena masalah persaingan, beberapa orang yang memang lebih tertarik untuk bekerja lepas atau tidak terikat yang tidak menggunakan sistem kerja dari jam 9 pagi hingga ke jam 5 sore juga kerap kali lebih menikmati menjadi seorang freelancer yang dianggap lebih fleksibel dalam bekerja. Sehingga membuat orang – orang tersebut dapat mengerjakan lebih dari satu proyek dalam sehari untuk mendapatkan penghasilan yang lebih.

Read More

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute terhadap 8000 responden di Eropa dan Amerika Serikat yang terdiri dari orang – orang dengan usia dan latar belakang yang berbeda, hasilnya tak semua orang menikmati bekerja sebagai freelance. Ada yang karena pilihan, terpaksa, ada pula yang karena datang tawaran untuk mengerjakan proyek lepasan. McKinsey menemukan, dari sejumlah 162 juta angkatan kerja di Eropa dan Amerika Serikat, 20-30 persen populasi usia produktif pernah terlibat dalam proyek freelance. Para pekerja lepas itupun dibagi dalam 4 tipe yaitu:

 

Free Agents

Mereka adalah yang dengan sadar memilih untuk menjadi pekerja lepas dan sepenuhnya menggantungkan pemasukan dari freelance. Mereka tak ingin menjadikan pekerjaan kantoran sebagai mata pencahariannya. Tipe yang satu ini memang sepertinya sangat menikmati pekerjaan yang tidak memiliki ikatan kerja, jam kerja, dan batasan – batasan lainnya yang pada umumnya dibuat oleh perusahaan kantoran pada karyawannya. Tipe ini menomersatukan fleksibilitas kerja yang membuatnya menikmati pekerjaannya.

 

Casual Earner

Freelancer ini melakukan pekerjaannya untuk mendapatkan pemasukan tambahan, namun hanya sebagai sampingan saja. Para Casual Earner ini biasanya pekerjaan utamanya telah bekerja sebagai karyawan kantoran, mereka mengambil pekerjaan sampingan untuk tambahan pengalaman ataupun penghasilan.

 

The Reluctants

Tipe ini biasanya memang memilih pekerjaan ini karena belum mendapatkan pekerjaan kantoran yang sesuai dengan keinginannya yang mungkin karena terlalu ketatnya persaingan ataupun memang mereka sendiri yang belum ingin mengambil kesempatan bekerja sebagai karyawan kantoran. Mereka yang menggantungkan hidup dari pekerjaan lepasan, tetapi sebenarnya ingin menjadi pekerja kantoran.

 

The Financially Straped

Melakukan pekerjaan tambahan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan adalah alasan utama dari tipe ini. Para orang – orang ini biasanya tidak begitu menyukai bekerja sebagai freelancer, namun karena tidak ada pilihan lain yang dapat menjadi solusi atas masalah keuangannya, akhirnya orang – orang ini terpaksa memilih bekerja sebagai freelancer. Bisa dibilang, pekerjaan ini sebenarnya tak mereka inginkan, namun karena posisi ini lebih baik daripada sama sekali tak memiliki pekerjaan, para Financially Straped ini akhirnya memilih untuk menjadi freelancer sebagai pekerjaannya.

Di antara semua kategori, Free Agents adalah tipe freelancer yang memiliki kepuasan tertinggi pada pekerjaannya jika dibandingkan dengan pekerja kantoran pun mereka juga merasa lebih baik karena faktor keuangan bukan menjadi hal utama mereka bekerja walaupun memang membutuhkan. Para Free Agents ini nyaman dengan faktor fleksibilitas yang membuat mereka bebas menentukan waktu kapan saja mereka ingin bekerja. Sudut pandang inilah yang mengindikasikan bahwa ada aspek lain diluar faktor keuangan yang menjadi jawaban pada pilihan mereka sebagai freelancer. Wah, sedikit mirip para entrepreneur, ya? Jadi, kamu termasuk yang mana?***(K-02/Adenovina Dalimunthe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *