IBX5A49C9BC313D6 Kacang Sihobuk, Potensi Lokal yang Merambah Nusantara - Cerita Medan

Kacang Sihobuk, Potensi Lokal yang Merambah Nusantara

Kacang Sihobuk
Kacang Sihobuk

Tentu kita tidak asing lagi mendengar kata Sihobuk bukan? Kacang Sihobuk merupakan kacang yang berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara. Sihobuk merupakan nama merek yang diambil dari nama sebuah desa produsen kacang ini. Tidak berbeda dengan kacang lain, Kacang Sihobuk memiliki rasa yang gurih dan renyah. Kacang Sihobuk merupakan sejenis makanan ringan/ camilan yang mampu membuat para penikmatnya tak ingin berhenti memakannya.

Asal mula dinamakan Sihobuk karena dahulunya kacang ini menjadi home industry di Desa Sihobuk. Namun, karena dahulu di Desa Sihobuk pernah terjadi longsor sehingga membuat para penduduknya berpindah ke Desa Sipoholon. Kedatangan warga Desa Sihobuk membawa keberuntungan bagi warga Desa Sipoholon. Warga Desa Sihobuk yang berpindah ke Desa Sipoholon kembali merintis usahanya dalam penjualan Kacang Sihobuk, melihat usaha Kacang Sihobuk ini laris di pasaran membuat warga asli Desa Sipoholon tertarik untuk merintis usaha yang sama. Dari sinilah usaha itu semakin berkembang dan banyak dijumpai di Desa Sipoholon dan Desa Sikalintang. Bahkan saat ini, di desa awal tumbuhnya kacang Sihobuk, Desa Sihobuk sudah mengalami penurunan dalam penjualannya.

Semakin lama, penjualan Kacang Sihobuk menyebar ke sepanjang jalan lintas Sumatera, buktinya di kawasan Sikalintang sudah terlihat banyak ruko/ toko yang menyajikan makanan khas Tarutung. Kacang Sihobuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kota Tapanuli Utara. Namun, tak jarang juga dapat kita temui di toko-toko yang ada di Kota Medan ini. Hal ini tentu saja menunjukkan popularitas Kacang Sihobuk yang semakin meningkat. Bahkan pendistribusiannya juga sudah sampai keluar daerah  Sumatera Utara ini.

Bukan hanya populer di kalangan etnis Batak saja, Kacang Sihobuk juga sudah menjadi primadona bagi warga Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota besar lainnya yang ada di Nusantara.

Beberapa orang asli Tarutung merantau ke daerah-daerah di Indonesia. Nah, dari sinilah Kacang Sihobuk merambah ke Nusantara. Melalui warga asli Tarutung yang merantau inilah yang mengenalkan potensi lokal yang mereka miliki, yaitu Kacang Sihobuk. Kacang Sihobuk ini menjadi primadona karena kacang ini terkenal dengan kualitasnya yang baik dan tak diragukan lagi. Kacang Sihobuk justru menjadi oleh-oleh yang ditunggu warga kota lain bagi siapa saja perantauan asal Tarutung.

Meski masih terbilang sederhana. proses pembuatan Kacang Sihobuk ini dapat dikategorikan cukup sulit dan memakan waktu yang lama. Pasalnya, Kacang Sihobuk ini sudah terkenal dengan kegurihan dan kerenyahannya, sehingga membuat para penikmatnya tidak akan pernah merasa bosan untuk terus menikmatinya. Oleh karena itu, para produsen Kacang Sihobuk ini benar-benar memerhatikan kualitas dari kacang yang akan didistribusikan nanti.

Langkah awal dari pembuatannya, kacang harus dipilih terlebih dahulu berdasarkan kualitasnya. Kacang yang bagus tentunya kacang yang tidak busuk dan mempunyai kulit yang bagus. Biasanya, mereka melakukan pemilihan kacang ini dengan cara menampinya menggunakan nampan. Tahap kedua,  kacang-kacang yang sudah dipilih kemudian dijemur sampai benar-benar kering. Kendalanya jika sedang musim hujan, kacang yang dijemur memakan waktu lebih lama dalam proses penjemuran.

Tahap ketiga, kacang yang sudah kering kemudian direndam dalam 2-3 hari menggunakan air biasa atau dapat juga menggunakan air hangat. Perendaman ini bertujuan agar kacang bersih dari tanah yang masih melekat pada kulitnya dan agar lebih terjaga keawetannya. Biasanya, para produsen Kacang Sihobuk ini merendam kacang selama 2 malam karena menurut mereka semakin lama waktu perendaman maka, semakin bagus pula kualitas kacang yang dihasilkan nantinya.

Setelah direndam, kacang-kacang ini akan digongseng menggunakan pasir di dalam kuali besar. Pasir dipanaskan terlebih dahulu di atas kuali dengan api yang besar kemudian masukkan kacang yang sudah melalui proses perendaman. Kacang yang digongseng harus terus menerus diaduk agar tidak gosong. Selanjutnya, kacang didinginkan dan dibersihkan dari pasir yang menempel. Kemudian kacang ditampi dengan menggunakan nampan kembali untuk membedakan buah yang kosong atau jelek untuk disortir.

Dan tahap terakhir dari proses pembuatan Kacang Sihobuk ini adalah pengemasan kacang ke dalam kantong plastik dan ke dalam kaleng yang sudah disediakan. Proses packaging yang terlihat sederhana namun sudah diberi label Kacang Sihobuk, loh.

Dalam proses yang panjang ini, biasanya ada saja kacang yang terkelupas dari kulitnya. Nah, kacang yang terkelupas kulitnya ini akan dipisahkan dari kacang yang bagus. Kacang yang terpisah dari kulitnya ini dapat dikonsumsi sendiri atau dapat juga dikemas dalam kemasan yang berbeda.

Nurhayati, salah seorang penjual Kacang Sihobuk yang telah menjalani usaha ini secara turun temurun sejak tahun 2015 hingga 2016 ini. Dahulu, keluarga Nurhayati membuka Rumah Makan di Hutagalung. Karena omset penjualan di Rumah Makan yang mereka rintis terlihat semakin lama semakin menurun, mereka memilih berganti bisnis menjadi penjual Kacang Sihobuk. Keluarga Nurhayati memilih untuk berbisnis Kacang Sihobuk karena kacang jenis ini merupakan potensi asli daerah asalnya, yaitu Tarutung. Selain ingin mengembangkan potensi daerahnya, penjualan Kacang Sihobuk ini mempunyai omset yang menjanjikan. Omset yang didapatkan Nurhayati berkisar 100-500 ribu/ harinya. Biasanya keluarga Nurhayati memproduksi 14 kaleng setiap produksinya, dan produksi Kacang Sihobuk ini dilakukan setiap 2 hari sekali.

Kini, keluarga Nurhayati memasarkan Kacang Sihobuk di Jl. Raja Johannes, Hutagalung, Siatas Barita. Toko mereka yang diberi nama Toko Kacang Ilham ini merupakan toko Kacang Sihobuk satu-satunya yang kita temui di Desa Hutagalung. Untuk sejauh ini, keluarga Nurhayati belum membuka cabang di tempat lain.

Toko Kacang Ilham - Jual Kacang Sihobuk
Toko Kacang Ilham – Jual Kacang Sihobuk

Dulu usaha ini pernah merambah ke dunia maya, seperti Facebook dan Twitter. Namun, karena kesibukan kuliah mereka tidak lagi memasarkannya lewat media sosial. Kacang Sihobuk yang dijual oleh keluarga Nurhayati ini merupakan hasil produksi dari pabrik sendiri dengan dibantu oleh beberapa warga yang mahir dalam pembuatan Kacang Sihobuk ini. Karena pada dasarnya, tidak semua orang dapat membuat kacang Sihobuk menjadi kacang yang enak.

“Sekarang orangtua lagi belajar agar bisa masak kacangnya sendiri. Karena gak semua orang bisa masak kacang Sihobuk jadi enak,” ujar Nurhayati.

Sebagai makanan camilan yang cukup murah, oleh-oleh khas Tarutung ini sangat laris di pasaran. Kacang Sihobuk keluarga Nurhayati sudah melakukan distribusi sampai ke Kota Jakarta dan sekitarnya.  Tak jarang ada yang memborong puluhan bungkus atau sampai dengan lima kaleng untuk di bawa ke Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia. Biasanya mereka memesan kacang Sihobuk sebagai camilan untuk acara pesta.

Kacang Sihobuk yang dijual oleh keluarga Nurhayati ini  dibandrol dengan harga 5 ribu, 10 ribu dan 15 ribu/ kemasannya dari kemasan yang terkecil sampai yang terbesar. Dan kacang yang dalam kemasan kaleng dibandrol dengan harga 250 ribu/ kalengnya. Nah, bagi kamu warga Medan yang ingin menikmati sensasi renyahnya kacang Sihobuk dapat langsung memesan dengan Nurhayati, yang merupakan salah satu mahasiswi USU Jurusan Akutansi ID Line : Nurhayati19. Dengan pemesanan minimal 100 ribu, ya, guys.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA