IBX5A49C9BC313D6 Destinasi Air Terjun Saringgana Pariwisata Langkat - Cerita Medan

Destinasi Air Terjun Saringgana Pariwisata Langkat

Wisata Air Terjun Saringgana
Air Terjun Saringgana
Foto : instagram.com/suwandichandraa

Destinasi wisata alam memang sedang menjadi tren akhir-akhir ini untuk berakhir pekan. Langkat merupakan salah satu kabupaten dengan sejuta keindahan menyilaukan mata. Kabupaten yang terkenal dengan arung jeramnya ini menjadikan Air Terjun Saringgana sebagai salah satu andalan wisata dari banyak wisata arung jeram lainnya. Terletak di Desa Sulkam, Kecamatan Kutambaru Marike, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Air Terjun Saringgana merupaka salah satu destinasi alam Taman Nasional Gunung Leuser yang dilindungi oleh pemerintah.

Keindahan tiada tara terselip di antara jurang, sungguh bukanlah pesona murahan. Percikan air, deburan ombak, hempasan angin itulah sensani Air Terjun Saringgana, surga alami ciptaan Tuhan. Pelangi juga ikut ambil posisi menambah indah pesona air terjal dari tebing Saringgana. Dengan ketinggian kira-kira 60 meter dari permukaan tanah, Air Terjun Saringgana menerobos terjal menghempaskan percikan segarnya diikuti kicauan burung. Kejernihan dan kebersihan semakin menyegarkan mata pengunjung.

Jarak dari Medan menuju Air Terjun Saringgana sekitar 3 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dengan kecepatan 60 km/ jam, kemudian dilanjutkan setengah jam perjalanan jalan kaki. Trek yang harus dilalui untuk dapat melihat pesona Air Terjun Saringgana cukuplah pelik. Hampir sepanjang perjalanan bebatuan dan pasir serta tanah berlumpur memasuki Desa Sulkam dikelilingi hutan sawit dan semak belukar semakin memacu adrenalin para pengunjung. Sangat ditekankan bagi kamu yang akan bepergian ke Air Terjun Saringgana untuk memeriksa keadaan motor Anda agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dikarenakan trek ekstrim, keahlian serta keberanian pengemudi diuji. Bebatuan dan kerikil tajam ditambah lagi tanah berlumpur dan licin jika pada musim penghujan.

Tidak jarang pengendara yang membawa pasangan harus menurunkan pasangannya untuk berjalan beberapa langkah melewati trek yang tidak sanggup dilewati kendaraan dengan bobot lebih dari seorang. Bahkan sampai mendorong kendaraan dikarenakan kondisi kendaraan yang tidak mampu melewati trek. Memang diperlukan tenaga ekstra untuk mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Perlu diperhatikan bagi pelancong yang ingin berkunjung ke destinasi Air Terjun Saringgana untuk memersipkan terlebih dulu perlengkapan yang akan dibawa misalnya jas hujan, sepatu gunung atau sendal gunung, jaket, baju ganti, karena akan sia-sia jika Anda tidak menikmati segarnya guyuran Air Terjun Saringgana. Jangan lupa membawa alat P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) seperlunya saja, misalnya minyak kayu putih dan lain sebagainya. Khusus untuk makan siang disarankan agar membeli dalam perjalanan namun dibedakan dengan kuahnya karena akan lebih memperingan barang bawaan Anda akan sangat membebani anda bila membawa banyak perlengkapan ditambah lagi makanan dari rumah.

Namun semua kelelahan akan terbayar jika sudah mendengar desiran Air Terjal Saringgana. Kondisi tubuh yang sudah tidak sanggup menikmati bebatuan ingin segera bergeletak menikmati percikan air terjun di bawah jurang berhiaskan dinding-dinding tebing. Saat sudah mencapai pos titik dimana penitipan kereta pengunjung hanya dikenakan retrebusi sebesar Rp. 5.000,-. Penderitaan belum berakhir, pengujung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak ditengah hutan liar melewati jurang, berpegangan pada ranting-ranting pohon. Untuk menyususri hutan hingga mencapai Air Terjun Saringgana, pengunjung diharuskan menyewa seorang pemandu wisata yang bukan lain adalah penduduk setempat atapun biasanya seorang pemandu akan menjemput calon tamunya di simpang jalan besar Binjai, tentunya dengan tarif yang sudah disesuaikan sebelumnya bekisar Rp. 40.000,-. Jangan khawatir, tidak ada hewan liar yang begitu berbahaya. Penduduk setempat yang ramah juga tidak menutup pintu atas kehadiran para pengunjung, tidak segan penduduk segan untuk menawarkan apabila terjadi kesulitan pada pengunjung.

Seperti yang diketahui, Air Terjun Saringgana terletah ditengah-tengah hutan tropis dengan kadar curah hujan yang cukup tinggi, disarankan agar pukul 3 sore sudah beranjak pergi dari Air Terjun Saringgana. Menurut kabar yang beredar, hujan sering mengguyur kawasan tersebut pada sore hari. Akan sangat berbahaya apabila kembali pulang menyusuri trek dengan keadaan licin dan terjal.

Banyaknya rambu-rambu yang disebar pada batang-batang pohon berisikan himbauan pelestarian alam mengharuskan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membunuh hewan liar. Karena Air Terjun Saringgana berada di kawsan hutan lindung Indonesia yang dimiliki dan dijaga oleh warga Indonesia juga khususnya Sumatera Utara. Itulah informasi seputar Air Terjun Saringgana, destinasi air terjal pariwisata Langkat, Sumatera Utara. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi referensi. Menyatulah dengan alam, maka alam akan menjagamu.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA