IBX5A49C9BC313D6 Batu Katak, Keindahan Wisata Sumut Dibalik Bebatuan Terjal - Cerita Medan

Batu Katak, Keindahan Wisata Sumut Dibalik Bebatuan Terjal

Wisata Batu Katak
Wisata Alam Batu Katak
Foto : wisatabatukatak.blogspot.co.id

Kali ini kami akan mengulas tentang wisata alam Batu Katak. Apakah kamu sebelumnya pernah mendengar wisata Batu Katak ? Ya, wisata alam Batu Katak ini termasuk wisata alam yang masih seusia jagung. Wisata ini baru dikenal pada tahun 2013 lalu. Secara geografis, Taman Wisata Batu Katak ini terletak di Desa Batu Jonjong, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.  Jaraknya yang dapat ditempuh sekitar kurang lebih 2-3 jam dari Kota Medan dengan sepeda motor melalui rute Medan – Pinang baris – Binjai – Bahorok. Apabila perjalanan terhitung dari Pasar Bahorok, berkisar kurang lebih 9 km lagi untuk menuju ke lokasi wisata.

Tentunya seperti yang sering kita ketahui, jika sebuah nama tempat dibuat atas dasar sejarah yang pernah dialami desa tersebut. Begitu juga dengan Batu Katak ini. Nama Batu Katak ini dibuat atas sejarahnya pada zaman nenek leluhur mereka. Alkisah, dahulu kala seorang nenek sedang memancing. Dan ketika ia menjala, sang nenek mendapat batu yang bentuknya persis seperti katak. Si nenek pun membuangnya ke air. Tanpa pikir panjang, sang nenek pindah ke hulu lagi, dan mendapatkan batu dengan bentuk yang sama lagi. Sampai 3 kali mendapatkan batu yang sama, sang nenek pun menyerah dan membawa batu tersubut ke rumahnya. Ketika malam tiba, sang nenek bermimpi dalam tidurnya bahwa batu tersebut memberi perintah padanya untuk menjadikannya hal yang dimuliakan dan disembah oleh warga kampung tersebut. Jadilah titah itu dijalankan oleh warga setempat, karena dahulunya mayoritas warga setempat tidak menganut agama (atheis). Dan di setiap musim panen tiba, mereka menyerahkan sesajen yang merupakan hasil panen untuk dihanyutkan ke sungai sebagai simbol dari rasa syukur yang mereka dapatkan dari hasil panen tersebut.

gua-batu-katak

Di tempat wisata Batu Katak ini, Anda akan dimanjakan oleh panorama alam yang masih sangat alami dan belum terjamah oleh para perusak alam. Di tempat ini kita dapat berkeliling memasuki gua-gua yang berupa lorong-lorong untuk melanjutkan perjalanan. Dan gua yang terbesar dapat ditempuh sekitar 1 jam kemudia dari gua pertama. Keindahan gua tersebut membuat para pengunjung terkesima. Konon, di dalam gua tersebut sangatlah indah dan terang, membuat orang yang melihatnya tak berhenti menatap dan tak bosan untuk mengunjunginya.

Tapi, disamping keindahan alamnya, ada berita yang tidak nyaman. Jalan menuju Batu Katak ini cukup membuat seluruh energi Anda terkuras. Karena kita harus melewati jalan-jalan berbatuan dan terjal. Maka sangat dianjurkan untuk tidak melewati wilayah ini pada malam hari, disamping jalan yang tidak memungkinkan, perjalanan menuju Taman Wisata ini tidak ada lampu jalan di sepanjang jalan yang sepi.

Di Batu Katak ini, kita akan melihat satu jembatan yang menghubungkan antara dua desa. Selain itu, lewat jembatan ini kita dapat melihat penjangnya aliran sungai. Tak jarang dari pengunjung yang berfoto di atas jembatan ini untuk mendapatkan panorama yang indah. Menurut Litmalem Tarigan, warga desa Batu Katak ini memaparkan bahwa, “Di awal tahun 2013-2014 sangat ramai pengunjung. Hanya saja, untuk beberapa bulan terakhir ini pengunjung Batu Katak terlihat lebih menurun dari sebelumnya. Mungkin dikarenakan mereka sudah tahu keadaan jalan yang terjal, sehingga membuat mereka berpikir ulang untuk melakukan perjalanan ke wisata ini untuk kedua kalinya”.

Ternyata masih banyak tempat wisata di Sumatera Utara yang eksis dan indah. Walaupun memiliki kekurangan karena jalan menuju ke sana jelek dan curam, tapi itu semua akan terbayar lunas ketika kita sudah menikmati indahnya panorama alam yang diberikan Batu Katak. Yuk visit wisata alam di daerah sendiri.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

KOMENTAR

BACA JUGA