Arrum Haji Buka Peluang Umat Islam Pergi Haji

  • Whatsapp
Arrum Haji Buka Peluang Umat Islam Pergi Haji
Arrum Haji Buka Peluang Umat Islam Pergi Haji
Pegadaian Syariah merilis produk terbarunya bernama Arrum Haji yang hadir memberikan peluang bagi umat Islam untuk berangkat haji. Dengan bermodalkan emas yang dimilikinya atau membelinya dari Pegadaian, maka seseorang memiliki peluang menunaikan ibadah wajib ke tanah suci tersebut.
Arrum Haji, merupakan produk Gadai Syariah yang arahnya membantu masyarakat menengah ke bawah yang memiliki emas, untuk berangkat haji. Melalui perpaduan program yang dimiliki oleh Pegadaian Syariah, maka emas dijadikan saran bagi kemaslahatan umat di dalam mempermudah mewujudkan mimpi mulia, yaitu menunaikan haji ke Tanah Suci. Produk Arrum Haji dapat terselenggara berkat adanya kerjasama Pegadaian Syariah dengan Bank Penerima Setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPS BPIH).
Sebelum munculnya program Arrum Haji, PT Pegadaian (Persero) sudah terbiasa dengan transaksi emas. Betapa tidak, 95% jaminan gadainya adalah emas. Dengan tingginya frekwensi transaksi emas ini, maka para operator out-let menjadi sangat akrab dengan emas.
Pegadaian Syariah pernah menerbitkan program koin emas Ongkos Naik Haji (ONH) tahun 1999. Koin emas ini dijual bebas bagi orang yang ingin berangkat haji. Para calon haji membeli koin emas yang beratnya 250 gram ini untuk dicairkan menjadi uang di Pegadaian. Uang tersebut digunakan untuk pendaftaran haji di Bank. Sayangnya tahun 2004 program ini ditunda.
Tahun 2008, diluncurkanlah program Murabahah Logam Mulia Untuk Investasi Abadi (Mulia), sebuah sarana bagi masyarakat untuk bisa membeli emas baik secara tunai maupun angsuran bagi keperluan haji dan lainnya, mirip koin emas ONH.
Berangsur-angsur dengan banyaknya produk-produk yang ditawarkan Pegadaian terkait emas, ternyata turut pula mempengaruhi masyarakat untuk beradaptasi dengan melakukan transaksi emas. Hingga akhirnya, Pegadaian Syariah memunculkan Arrum Haji yang juga melibatkan transaksi emas. Diharapkan, produk baru ini cukup mendapat perhatian karena masyarakat sudah tidak asing lagi dengan transaksi emas.
“Nasabah yang masih memiiliki koin emas sejak area koin emas ONH, melalui Arrum Haji tersebut bisa menggunakannya untuk pendaftaran haji. Arrum Haji bisa terselenggara dengan baik karena telah terjalin kerjasama yang baik antara Pegadaian dengan BPS BPIH,” kata Deputi Bisnis II PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Iswandi melalui Kepala Humas Lintong Parulian Panjaitan dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (1/11/2016).
Untuk pendaftaran haji lewat Arrum Haji gambaran teknisnya adalah, apabila seseorang memiliki 15 gram emas atau sekitar Rp 7 juta (atau tergantung kurs emas pada saat tanggal terkait), maka  yang bersangkutan dapat menggadaikan di Pegadaian, untuk mendapatkan pinjaman senilai 25 juta. “Uang tersebut digunakan untuk mendaftar haji dan langsung mendapat kursi. Setelah itu calon haji menebus barang gadai (emas) tersebut dengan cara diangsur “..
Disinilah kelebihannya menggunakan fasilitas Arrum Haji. Nasabah tidak harus membawa langsung uang tunai sebesar Rp 25 juta, untuk mendaftar haji. Dengan modal emas seharga Rp 7 juta saja nasabah bisa menggadaikannya untuk mendapatkan pinjaman Rp 25 juta. Pinjaman itu kemudian dibayar dengan cara diangsur.
Ada beberapa periode angsuran, yang disepakati dengan sebuah akad. Dengan membuat akad itu nasabah dipersilahkan memilih di antara tiga jangka waktu pembayaran angsuran yaitu selama 12, 24 atau 36 bulan. Angsurannya dapat dilakukan selama 12 bulan = Rp 2.336.200; 24 bulan = Rp 1.294.500; 36 bulan = Rp 947.300.
Usai menggadaikan emas, nasabah bersama Pegadaian menuju ke bank untuk membuka rekening sebagai sarana menyimpan uang pendaftaran dan menuju ke Departemen Agama untuk mendapatkan porsi haji. Surat keterangan porsi haji inilah nantinya yang disimpan Pegadaian sebagai jaminan bagi pinjaman uang pendaftaran haji tersebut. Selanjutnya, nasabah tinggal mempersiapkan pembiayaan perjalanan haji selengkapnya (diluar biaya pendaftaran) setelah angsuran baiaya pendaftaran haji lunas.
Bagi yang tidak memiliki emas, tapi berkeinginan mengikuti Arrum Haji masih ada kesempatan. Solusinya, yaitu menggabungkan dengan program lain, misalnya : program Mulia. Dalam hal ini, nasabah mendapatkan emas dengan cara mengangsurnya. Setelah emas ukuran tertentu lunas, nasabahpun dapat mengikuti Arrum Haji.
Perihal Pegadaian Syariah sendiri sebagai unit yang mengeluarkan beberapa produk gadai Syariah termasuk Arrum Haji tersebut, mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sejak berdiri tahun 2003. “Perkembangan Pegadaian Syariah dapat berjalan cukup baik dikarenakan kesadaran masyarakat tentang ekonomi Syariah juga meningkat,” ujarnya.
Dengan melihat potensi jumlah penduduk muslim di Indonesia yang cukup besar, melalui kerjasama dengan lembaga syariah lainnya, Pegadaian Syariah kemudian memasarkan atau mensosialisasikan produk pertamanya yaitu Fidusia kendaraan (Rahn Tasjily).***(CM-Ist/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *