Ahmad Fuadi Ajak Mahasiswa UINSU Untuk Gemar Menulis

  • Whatsapp
Ahmad Fuadi Ajak Mahasiswa UINSU Untuk Gemar Menulis
Ahmad Fuadi Ajak Mahasiswa UINSU Untuk Gemar Menulis

Penulis novel terkenal Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi hadir di Kota Medan. Kehadiran Ahmad Fuadi  di UIN SU sebagai pemateri dalam Workshop Motivasi dan Kepenulisan yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UIN Sumatera Utara pada Rabu (09/11/2016) di Aula Lantai II UIN Sumatera Utara.

Workshop Motivasi dan Kepenulisan yang diadakan oleh LPM Dinamika UIN SU merupakan rangkaian acara dari Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa, sebagai suatu media untuk membantu para peserta workshop untuk menemui jembatan dalam kepenulisan. Peserta workshop Motivasi dan Kepenulisan memiliki antusiasme yang baik. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Ahmad Fuadi.

Read More

Workshop Motivasi dan Kepenulisan dibuka dengan menampilkan video yang telah disiapkan oleh pemateri. Melalui video ini, peserta dibius dengan biografi pemateri  yang menggambarkan awal perjalanan seorang Ahmad Fuadi. Dari yang hanya sekadar anak desa menjadi seorang motivator ternama di dunia. Bahkan Ahmad Fuadi sering diundang ke luar negeri untuk sekadar mengupas tuntas isi novel yang ditulisnya, Negeri 5 Menara.

Menurut Ahmad Fuadi, hal yang paling penting dalam menulis adalah sebongkah hati. Jika hati yang tergerak untuk menuangkan hasil pemikiran ke dalam sebuah tulisan, maka menulis akan berjalan dengan baik dan penuh dengan keikhlasan. “Dari hatilah kita tergerak untuk menulis. Tanya ke hati untuk apa kita menulis,” ujar Ahmad Fuadi dalam Workshop Motivasi dan Kepenulisan.

Ahmad Fuadi merupakan penulis yang berasal dari tanah minang, Sumatera Barat yang lahir di Maninjau, 30 Desember 1972. Ahmad Fuadi merupakan seorang pegiat sosial, novelis, dan wartawan. Novel pertamanya berjudul Negeri 5 Menara. Novel yang sampai hari ini masih dicari-cari oleh orang lain, dan sudah mendunia hingga ke Eropa. Bahkan novel ini menjadi buku pegangan yang wajib dimiliki oleh setiap siswa yang bersekolah di salah satu sekolah di Washington DC.

Ahmad Fuadi masuk ke pondok pesantren Darussalam Gontor Ponorogo dan lulus pada tahun 1992. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjajaran. Seperti dalam kisahnya yang tertuang dalam novel tersebut, Bandung adalah kota favoritnya. Dan sudah takdirnya ia merasakan pendidikan di Kota Kembang, Bandung.

Ahmad Fuadi juga menyabet berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional, diantaranya Ahmad Fuadi diberi penghargaan atas prestasinya sebagai penulis dan fiksi terfavorit, anugerah pembaca Indonesia 2010. Ia juga dinobatkan sebagai penulis/ buku fiksi terbaik versi Perpustakaaan Nasional Indonesia 2010. Ahmad Fuadi memang memiliki sederet prestasi yang patut diacungi jempol.

Bakat dan minat yang mengantarkannya menjadi seorang penulis juga sering mendapatkan beasiswa di universitas-universitas ternama. Buktinya Ahmad Fuadi adalah penerima beasiswa S2 di Royal Holloway University of London dan The George Washington University, Washington DC. Selain itu Ahmad Fuadi juga pernah bekerja sebagai wartawan Tempo dan wartawan Voice Of America. Dalam workshop ini, Ahmad Fuadi memaparkan bagaimana cara untuk menulis dengan baik.

“Semua orang bisa menulis. Hanya saja untuk dapat membiasakan dengan tulisan yang baik itu harus diiringi dengan latihan yang konsisten,” tegas Ahmad Fuadi dalam menyampaikan isi materinya.

Nurul Habibah, selaku moderator dalam Workshop Motivasi dan Kepenulisan menambahkan, bahwa dalam workshop ini para peserta tidak hanya mendapatkan motivasi dan ilmu dalam kepenulisan, tetapi bagi para penanya yang beruntung juga diberikan bingkisan dari Ahmad Fuadi. Sehingga membuat antusiasme peserta mejadi begitu meriah karena berlomba-lomba mengajukan pertanyaan dan juga mendapatkan bingkisan langsung oleh pemateri.

Workshop ini merupakan kegiatan positif yang mengarahkan kita dalam memotivasi diri agar memulai menulis. Ini merupakan kegiatan edukatif baik bagi para jurnalis maupun non-jurnalis. Peserta workshop juga dapat berinteraksi langsung dengan Ahmad Fuadi untuk mengetahui secara detil tentang kepenulisan melalui ­session tanya-jawab yang telah disediakan panitia.

Peserta workshop kali ini dihadiri sekitar 100 orang peserta, yang berasal dari berbagai kampus di Sumatera Utara dan berbagai kalangan lainnya. Pada workshop kali ini juga dihadiri oleh peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut yang datang dari berbagai LPM di Indonesia. Sementara itu, di akhir acara Workshop Motivasi dan Kepenulisan ini panitia mengadakan pengundian bagi peserta yang telah mengunduh aplikasi My Blue Bird dan telah memegang nomor undian.***(CM-05/Dwi Andriani Lestari)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *