Muhammad Rizky Pranata, Lelaki Mandiri dengan Segudang Prestasi

  • Whatsapp
Muhammad Rizky Pranata
Muhammad Rizky Pranata

 

Muhammad Rizky Pranata nama yang diberikan ibunya, namun ia lebih gemar menyebut dirinya sebagai Rizky Chen. Lelaki kelahiran 17 Desember 1990 menjuarai berbagai perlombaan baik pidato maupun Debate Bahasa Inggris didalam lingkup kampus maupun diluar kampusnya. Selain itu dia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia di acara Duta Perdamaian Organiasi International yang diikuti sekitar lebih dari 10 Negara Asia. Menjadi finalis 10 besar pidato bahasa inggris se-Kota Medan, menjuarai pidato toatsmaster dan banyak lagi.

Read More

Tinggal disebuah rumah sederhana milik orang tuanya, “Teriknya panas dinginnya hujan serta tidak menyewa sudah sangat disyukuri, asal tidak terkena namun bukan berarti cita-cita membangun istana sendiri tidak terlintas”, jelas lelaki yang lahir 26 tahun lalu ini yang tinggal tepatnya di Jalan Karya Jaya Gang Meterologi.

Hobinya yang gemar membaca menjadikannya memiliki keinginan untuk menjadi dosen serta memiliki usaha bimbel Bahasa Inggris. Sejak kecil pemuda ini tidak pernah merasakan kemewahan yang didapat dari kedua orang tuanya dan dia pun tidak pernah berharap lebih. Dia cukup sadar diri, karena latar belakang keluarga yang cacat hukum. Bapak dan Abangnya adalah seorang mantan Narapidana. Namun hal in tidak menyurutkan semangatnya. Hal inilah yang menjadikannya bersemangat untuk mencapai tujuannya, membaggakan orang tuanya serta menampar wajah-wajah yang sudah meragukan kemampuannya dengan prestasi.

Bahasa yang kini menjadi makanannya sehari-hari, dulunya adalah bahasa yang sempat tidak ingin dia pelajari lagi dengan alasan guru bahasa inggris yang tidak dia sukai. Ia menaruh minat pada bahasa asing yang kerap digunakan oleh orang-orang kulit putih,bermata biru sejak duduk dibangku Sma. Melihat orang-orang yang bisa berbahas Inggris dan terbesit keinginan untuk seperti orang-orang terebut. Bukan main, banyak piala berjejer dikamarnya yang menunjukkan keseriusannya.

Semua kisahnya bermula sejak SMA dia sudah tidak lagi membebankan orang tuanya, Rizky tidak hanya berprestasi dalam Bahasa Inggris saja, nilai-nilainya juga dikatakan bagus semua mata pelajaran. berkahnya prestasinya mendatangkan keutungan, dibantu oleh sebuah yayasan Vihara Metta Jaya yang bersedia membiayai sekolahnya, sekaligus berperan penting dalam pengetahuannya tentang Bahasa Inggris. Dengan syarat ia harus tetap menjaga prestasinya, mampu tidak mampu, ia harus tetap menjaga prestasinya agar tetap mendapatkan beasiswa dari Yayasan Vihara Metta Jaya.

Niatnya yang sudah menjadi darah daging ditambah dengan cemooh orang-orang terhadapnya, semakin membuatnya terpacu mendidihkan darahnya. Bukan hanya kutukan dalam hati saja tetapi memang benar dia mencapainya. Saat sampai ke bangku putih abu-abu, dia menjadi sangat tenar dengan kemampuan berbahasa inggrisnya itu. Padahal ia tidak pernah samasekali mengikuti kursus pendidikan bahasa inggris, untuk bersekolah saja menggandalkan beasiswa. Ntah darimana ia dapat kepintaran ini. Inilah jalan yang diberikan tuhan untuknya.

Saat menyelesaikan pendidikan di bangku Sma, ia bertekad untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Tidak peduli bagaimana caranya, dia harus membanting tulang untuk bisa berkuliah, disaat yang lain fokus untuk belajar saja, dia harus fokus pada dua tanggung jawab, bekerja dan berkuliah. Apapun dia kerjakan, termasuk menjadi pencuci piring dirumah makan semasa SMA dan menjadi cleaning service dibanyak tempat, Monica Bridal, Og Bridal, dan di Palladium serta pembagi brosur, ini terus dilakukannya sampai pendidikannya di perkuliahan semester 2.

ASM Cendana yang ia pilih sebagai wadah mengasah bakatnya dengan jurusan Management Perusahaan. Perguruan tinggi yang memfokuskan semua mahasiswanya untuk bisa Berbahasa Inggris, semakin mendorong keampuannya ini, ASM Cendana seperti wadah untuknya mengasah kemampuan berbicaranya. Selain Bahasa Inggris ia juga menekuni Public Speaking yang memang dibekali dari kampusnya.

Kemampuannya dalam bahasa inggris yang bisa dibilang master ini dimulai dengan nekad berbicara dengan bulek, dan mengikuti lomba-lomba pidato Bahasa Inggris. Karena dia sadar, untuk mahir berbahasa inggris butuh praktek. Bermula dari nekad berlanjut menjadi kebiasaan. Setiap kali dia melihat orang asing, dia memberanikan diri untuk berbicara dengan mereka. Lama-kelamaan mulut dan telinganya menjadi terbiasa dengan Bahasa Inggris. banyak orang kulit putih bermata biru yang menjadi temannya. Pergaulannya pun semakin luas, banyak peluang menghampirinya dikarenakan keahliannya itu.

Sekarang kehidupannya jauh berbeda, jika dibandingkan dengan pengorbanan dan penderitaan yang dialaminya dulu, semua ini setimpal. Menjadi staff di perguruan tempat dia menempuh pendidikan ASM Cendana, sekaligus instruktur Bahasa Inggris di beberapa sekolah penerbangan, Nadarya Aviation Center dan Try Sky Center.

Dengan latar belakang pendidikan yang samasekali tidak ada hubungannya degan Bahasa Inggris, Rizky mampu menguasainya, itu semua karena niat serta ketekunan untuk benar-benar menjadi seorang ahli dibidang tersebut. Problema keuangan bukanlah alasan untuk berhenti mencapai cita-cita. Akan ada jalan bagi yang bersungguh-sungguh.***(CM-01/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *