Mengobati Patah Tulang dengan Patah Tulang

  • Whatsapp
Daun Patah Tulang
Daun Patah Tulang

 

Patah tulang diakibatkan oleh insiden tak diinginkan oleh korbannya, berupa beban berat yang menimpa tulang dengan bobot besar ataupun kontraksi lainnya. Patahnya tulang biasanya terjadi pada tangan ataupun kaki dan itu sangat mengganggu korbannya dalam melakukan aktifitas. Patah tulang diatasi dengan obat-obat kedokteran, biasanya berujung pada amputasi. Untuk orang awam seperti kita yang tidak paham mengenai penyakit serta cara mengatasinya, kata-kata dokter adalah jalan keluarnya. Ternyata patah tulang dapat diatasi dengan alternatif herbal menggunakan tanaman asli Indonesia.

Read More

 

Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli), begitu orang menyebutnya. Dikatakan tanaman patah tulang karena bentuk tanaman ini menyerupai tulang. Tanaman patah tulang adalah tanaman tradisional yang jarang diketahui orang awam. Tanaman ini tidak memiliki daun, hampir seluruh bagian dari tanaman ini adalah batang, bercabang-cabang tak beraturan persis seperti tulang namun berwarna hijau. Bunganya berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok terdapat di ujung batang, dengan warna kuning kehijauan.

 

Bila masak, buahnya akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian 600 mdpl.

 

Tanaman patah tulang jarang dijumpai dipekarangan rumah. Hanya orang-orang dengan wawasan luas yang memiliki tanaman patah tulang dipekarangan rumahnya ataupun tanaman ini hanya dijadikan sebagai tanaman hias karena bentuknya lucu dan unik. Namun bukan berarti tanaman ini sulit ditanam atau dibudidayakan.

 

Tanaman tradisional ini, sudah tidak asing bagi dukun-dukun kampung yang ahli dalam hal patah tulang. Mengandalkan tanaman patah tulang, tangan atau kaki yang patah bisa sembuh total. asalkan rutin mengoleskan getahnya, dalam kurun waktu 2 bulan tangan atau kaki yang patah kembali menyatu seperti semula walaupun pasti ada perbedaanya.

 

Tanaman patah tulang bukan hanya berfungsi mengobati patah tulang saja. Semua bagian dari tanaman ini bisa digunakan sebagai obat. Mulai dari akar sampai batangnya. Akar dan ranting tanaman patah tulang, dapat menyembuhkan sakit lambung, rematik, sakit tulang, sipilis (penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri), wasir, tukak rongga hidung, dan nyeri syaraf. Batang kayunya dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit, kusta, serta mati rasa pada daerah tangan dan kaki.

 

Tidak hanya mengoleskan getah batang tanaman patah tulang tapi juga dapat digunakan dengan cara lain. Tanaman ini juga bisa diminum yaitu dengan cara akar dan ranting dikeringkan lalu ditumbuk menjadi bubuk. Campur dengan lontong beras sampai merata, lalu dibuat pil kecil-kecil sebesar telur cecak lalu jemur. Dimakan bila perlu.

 

Tanaman patah tulang juga mampu menghilangkan penyakit-penyakit pada kulit. Misalnya bekas luka akibat goresan benda tajam, melepaskan kutil atau kapalan, serta mengeluarkan duri dan pecahan kaca yang masuk kekulit dengan sendirinya, asalkan rajin mengoleskan getah batang patah tulang secara rutin.

 

Tanamn unik ini ternyata tidak hanya menyembuhkan penyakit pada manusia. Tanaman patah tulang juga memiliki racun berbahaya dalam batangnya yang berfungsi melawan hama. Dan jika getahnya terkena mata, mata akan mengalami iritasi.

 

Kandungan Kimia tanaman patah tulang:

Getah sifatnya asam (acrid latex), mengandung senyawa euphorbone, taraksasterol, laktucerol, euphol, senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet), dan zat pahit. Herbal patah tulang mengandung glikosid, sapogenin, dan asam ellaf.

 

Demikianlah informasi seputar tanaman tradisional Patah Tulang. Semoga dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang menderita patah tulang.***(CM-01/Chairunnisa)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *