IBX5A49C9BC313D6 Jongs Bataks Angkat Kesenian Topeng - Cerita Medan

Jongs Bataks Angkat Kesenian Topeng

Jongs Bataks Angkat Kesenian Topeng di Taman Budaya
Jongs Bataks Angkat Kesenian Topeng di Taman Budaya

Jong Bataks Arts Festival  #3 2016 yang digelar pada 25-28 Oktober 2016 menawarkan konsep Ritual Topeng dalam pagelaran seni di Taman Budaya Sumatera Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan No.33 Medan.

Pagelaran seni Jong Bataks ini diselenggarakan oleh (RKI) Rumah Karya Indonesia menggandeng 48 komunitas kesenian di Sumatera yang tergabung dari 481 pelaku seni. Pemilihan konsep Ritual Topeng telah digagas dan didiskusikan secara matang dari berbagai referensi dan literatur Batak. Selama berbulan-bulan konsep ini dikaji secara teoritis, filosofi dan praksis dalam konteks kekinian. Kekinian dalam arti sebagai sebuah spirit, Jong Bataks Arts Festival adalah sebuah event budaya yang mencoba merangkul generasi muda untuk lebih dekat kepada identitas bangsa yang Berbhineka Tunggal Ika.

Membangun Sumatera Utara yang multietnis harus memiliki gagasan yang dapat membentuk jembatan untuk menghubungkan berbagai perbedaan yang terawat dengan baik. Apalagi Batak, dalam sejarahnya banyak mengalami dinamika dan pergolakan yang menghabiskan energi kreatif sendiri. jong Bataks Art Festival hadir dengan tekad, dapat membangun jembatan untuk mempertemukan berbagai puak yang ada disekitaran Danau Toba. Ada 7 Kabupaten yang secara administratif masuk ke kawasan Danau Toba. Masing-masing kawasan tersebut memilki kekhasan kebudayaannya. Begitu juga dengan ritula-ritual yang diciptakan oleh para leluhur Etnik Batak.

Sudah Selama 3 tahun berturut-turut kegiatan ini diadakan, selalu saja ada pandangan miring tentang Batak. Hal ini lah landasan rutin diadakannya Jong Bataks Festival untuk mengikis paradigma buruk terhadap Etnik Batak. Zaman terus bergerak, diera media yang mampu menembuh ranah privasi menjadi konsumsi publik menafsirkan Batak dan yang bukan beretnik Batak. Jong Batak dinilai sebagai ajang terjalinnya komunikasi diseluruh elemen Sumatera Utara.

Salah satu ritual yang memiliki filosofi cukup dalam adalah ritual Topeng. Topeng menjadi ikon untuk mengekspresikan diri kita. Topeng merupaka kesenian yang hidup dan juga menghidupkan. Seperti yang kita ketahui, banyak generasi muda Sumatera yang mulai menjauhi akar budaya sumatera. Diadakannya Jong Bataks secara berkelanjutan tidak lain adalah memprovokasi budaya ke dalam publik.

“Topeng memiliki sejarah amat panjang dari zaman ke zaman sangat besar potensinya menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di tanah Batak. Dalam setiap upacara selalu ada ritual yang kemudian dapat dikembangkan menjadi seni pertunjukan untuk mempromosikan tanah Batak sebagai surga yang hilang,” ungkap Ojax Manalu sebagai Direktur Jong Bataks Art Festival #3.

Dalam gelaran ke-3 ini, Jong Bataks Arts Festival akan menghadirkan karya-karya genrasi muda diatas panggung yang tersebar dibeberapa Kabupaten di Smatera Utara. Melalui Topeng, mereka mencoba menghasilkan kreasi yang dituang dalam bunyi, gerak serta tatanan visual. Ritual Topeng bukan sekedar hal-hal  berbau mistis, namun Topen juga banyak menginspirasi banyak lahirnya karya seni yang harus dirawat.

“Jong Bataks Art Festival menjadi sebuah acara dengan potensi bagus sebagai ajang generasi muda melahirkan gagasan-gagasan kreatifnya dan tetap mempertahankan tradisi leluhur. Di pesta budaya ini kita bisa menyaksikan pameran kuliner tradisional, produk-produk lokal, seni rupa, kreatifitas seni pelajar, pertunjukan interdisipliner seni (tari, musik, film, sastra dan teater). Selama 4 hari masyarakat luas dapat menikmati sajian Ritual Topeng yang bisa beradaptasi dengan jiwa pemuda masa kini. Dari anak-anak hingga dewaa bisa menikmati sajian yang berangkat dari spirit nasionalisme,” ditambahkan oleh Agus Susilo (Sekertaris Jong Bataks Art Festival) #3.

Ditargetkan sebanyak 10.000 pengunjung akan menghadiri Jong Batak Art Festival ini. Semua persiapan telah dipersiapkan guna memanjakan pengunjung agar tetap merasa nyaman berlama-lama menikmati kesenian yang disuguhkan.

Ojak mengatakan, untuk kedepannya kami akansegera menampilkan pagelan yang bukan hanya mengatas anmakan Jong Batak namun akan mengangkat Jong Sumatera. Ekspetasi yang diharapkan adalah acara ini akan menjadi pagelaran bertaraf Nasional bahkanInternational.

Hadirnya kegiatan ini tentu dirasa sangat luar biasa menginspirasasi dan memotivasi paara genari muda terutama pelajar agar tidak terseret kekejaman teknologi dengan terus berkarya menggunakan budara daerah Sumatera Utara. Tentu saja kita sebagai warga Sumatera harus ikut mengambil peran agar acara kesenian ini terus terjaga guna melestarikan budaya daerah.***(CM-04/Chairunnisa)

KOMENTAR

BACA JUGA