95% Anak Rentan Karies Gigi

  • Whatsapp
Anak Rentan Karies Gigi
Anak Rentan Karies Gigi

Kebiasaan jajan sembarangan anak mengalami karies gigi. Hal tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia (FKG Unpri) Medan.

Diperoleh sekitar 95 persen anak mengalami karies gigi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kebiasaan jajan sembarangan di lingkungan sekolah ataupun di sekitar rumah.

Dekan FKG Unpri Prof Dr drg Monang Panjaitan MS MA mengungkapkan, pedagang jajanan seringkali menggunakan zat pewarna dan pengawet dari bahan kimia, dimana kandungan dari zat-zat tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut anak jika terus dikonsumsi.
Menurutnya, kurangnya perilaku sikat gigi yang benar oleh anak dan kunjungan berkala ke dokter seharusnya konsisten untuk dilakukan. “Lewat BKGN 2016, baik orang tua maupun anak-anak bisa mendapatkan edukasi tersebut. Sehingga diharapkan orang tua dapat menjaga dan mengingatkan anak untuk menjauhi kebiasaan atau makanan yang dapat merusak gigi,” ucapnya.
Prof Monang menambahkan, BKGN di FKG Unpri akan memberikan pelayanan promotif, preventif, serta kuratif secara gratis. Dia berharap dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat dengan membangun pemahaman yang lebih baik lagi akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk mengenal dan mencegah sejumlah kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak.
“FKG Unpri juga memberikan pengalaman edukasi yang menyenangkan bagi anak, yaitu dengan cara menggambar dan mewarnai. Kebiasaan buruk yang umum berpengaruh bagi kesehatan gigi dan mulut adalah tidak berkunjung ke dokter gigi secara rutin,” paparnya.
Prof Monang mengatakan, melalui kunjungan rutin ke dokter gigi, permasalahan gigi bisa segera ditangani sehingga mampu mengurangi resiko gigi berlubang, penyakit gusi, serta mencegah perawatan lanjutan. “Dengan perawatan rutin maka kondisi mulut seseorang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan buruk lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan menyikat gigi dengan cara, frekuensi dan waktu yang salah. Padahal menyikat gigi dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dapat selama minimal 2 menit dapat mengurangi resiko gigi berlubang sebanyak 50%.
Rektor Unpri Prof dr Djakobus Tarigan, AAI, DAAK menambahkan, orang tua juga perlu mendampingi anak saat menyikat gigi. Pasalnya, penelitian memperlihatkan bahwa resiko gigi berlubang pada lapisan terluar dentin gigi berkurang secara signifikan sebesar 32% dan 56% pada lapisan dentin gigi terdalam pada anak. Itu karena  anak mendapat pendampingan menyikat gigi dari orang tua. ***(CM-Ist/Ucup)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *