Stand Up Please, Kokoh dengan Tiga Personel

  • Whatsapp
Stand Up Please
Stand Up Please

 

Beberapa orang memang mengaku jika sebuah kehidupan akan terasa hampa tanpa musik. Tidak sedikit orang yang menjadikan musik sebagai passion hidupnya. Tentu saja semua itu harus dijalankan dengan konsistensi yang mau tidak mau harus dilalui sebagai seorang musisi seperti halnya band indie Medan yang satu ini. Delapan tahun berdiri dengan nama Stand Up Please, mereka adalah sebuah grup band yang memulai karirnya dari panggung ke panggung.

Read More

Di tahun periode 2008 sampai 2012 band indie ini sempat meraih popularitas sejak awal-awal muncul ke indutri musik lokal. Band beraliran Pop Punk ini mampu menggaet pasar penikmatnya yang kebanyakan berusia remaja. Lagu mereka yang berjudul Heart Attact, Everybody say hay, dan Don’t leave me alone again pernah menjadi lagu favorite yang di minati oleh para penikmat musik Pop Punk.  Beberapa lagu tersebut pun sekaligus mengukuhkan nama Stand Up Please sebagai band lokal yang patut diperhitungkan. Lagu-lagu tersebut masuk kedalam album pertama Stand Up Please yang berjudul Get Ready to Big Punch.

Tiga Personel Stand Up Please
Tiga Personel Stand Up Please

 

Namun, akibat kesibukan pribadi setiap personil Stand Up Please memutuskan untuk vacum beberapa tahun sejak tahun 2012 dan muncul kembali di indutri musik lokal di tahun 2015. Awal kembalinya Stand Up Please, mereka pun menyapa para penggemarnya dengan kembali merilis 2 single baru yang berjudul Di Hari Yang Sama dan juga Lone Wolf.

Lagu yang berjudul ‘Di Hari Yang Sama’ ini menceritakan tentang sebuah kehidupan yang mana semua orang di dunia ini pada dasarnya memiliki posisi yang sama. Sementara di lagu ‘lone wolf menceritakan tentang seorang yang hobinya selalu menyendiri dan selalu merasa dirinya sebagai orang asing di jajaran orang-orang yang sebenarnya memiliki derajat yang sama dengan dirinya. Kedua lagu bagu ini rencananya akan dimasukkan kedalam mini album yang sedang dipersiapkan untuk tahun depan. Uniknya lagi, lagu Lone Wolf yang diciptakan oleh vokalis Stand Up Please ini di tulis selama 1 bulan sebelum rampung menjadi lagu yang indah.

Band yang dibentuk pada tanggal 14 Agustus 2007 awalnya memiliki 5 personil namun kesibukan yang membuat mereka vacum beberapa tahun Stand Up Please memberanikan diri untuk hadir walaupun hanya dengan 3 personil. Arrigata Yudha sebagai Vokalis, Tama Tambul sebagai Basis dan Dani sebagai gitaris. Tidak menutup kemungkinan kualitas musik mereka menurun, Stand Up Please menemukan solusi terbaik dengan menambahkan personil tambahan untuk setiap aksi panggungnya.

“Bukannya kita nggak mau nambah personil ya. Tapi memang kita maunya additional player kita ini untuk turun langsung dan ngerasain perjuangan Stand Up Please. Bahkan kita selalu ngebuka pintu lebar-lebar buat mereka mantan personil buat gabung lagi ataupu pengen manggung kalau waktu mereka memang pas. Mana mungkin kami ngelupain orang-orang yang pernah berjuang di Stand Up Please,” tegas Yudha, vokalis Stand Up Please.

Performance Stand Up Please
Performance Stand Up Please

 

Dengan kemunculan Stand Up Please ke permukaan musik lokal Kota Medan, mereka pun menyenderkan harapan mereka kepada industry kreatif di Medan. Mereka mengakui penikmat musik di Medan ini memang luar biasa tetapi terkadang banyak band indie Medan masih sedikit di kesampingkan karena beberapa faktor tertentu.

Tidak seperti di kota-kota lainnya, Kota Medan sendiri masih terlalu sempit dalam hal musik indie, seperti yang dikatakan oleh Arrigata Yudha Septian atau yang biasa dipanggil Yudha. Ia mengatakan, indutri kreatif di kota Medan masih terlalu sempit dan banyak juga event penyelenggara acara yang masih kurang menghargai band indie Medan.

“Misalnya aja nih ya, bukan kita sok ngartis. Masalah band-band indie ini nggak jauh-jauh dari Fee Band yang terkadang harga band indie itu dirusak oleh band-band yang lain demi popularitas. Kalo bahasa kasarnya, pasar band lokal itu dirusak sama band-band sendiri. Bukan berarti nggak kompak ya malah bisa dibilang kita sesama anak band saling mendukung tetapi ada anak-anak band newbie atau apalah yang membuat pandangan masyarakat kalau anak band itu negatif padahal tidak semua,” tambah Tama.

Mereka juga berharap band-band di Kota Medan bisa semakin maju tertutama di kanca musik nasional yang bisa menaikkan nama Kota Medan di dunia musik. Karena  banyak band-band indie kota Medan yang memiliki potensi yang luar biasa dan tidak kalah serta mampu bersaing dengan musisi-musisi kelas atas lainnya. Stand Up Please juga berharap band-band indie di Medan  mampu menjaga solidaritas  dan mau bahu-membahu dalam mendukung scene talenta lokal Medan.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *