Setelah Bangkrut, 5 Orang ini Bangkit Dari Keterpurukan

  • Whatsapp
Gary Heavin
Gary Heavin

 

Tak ada seorang pun di dunia ini mampu menentukan nasib mereka, ibarat roda yang berputar hidup juga demikian, terkadang kita diatas namun dengan sekejap bisa di bawah. Belum tentu kesuksesan yang dimiliki seseorang bersifat selamanya begitu pula sebaliknya.

Read More

Kebangkrutan bisa dialami oleh siapa saja bahkan seorang yang kaya raya sekalipun, hidup bergelimangan harta tidaklah membuatnya lantas menjadi jauh dari kemiskinan. Tapi, kejatuhan bukan berarti tak bisa bangkit lagi. Berikut ini adalah para miliyarder yang pernah jatuh namun mampu bangkit kembali dari keterpurukan.
Gary Heavin

Ketika masih berumur 20 tahun Gary Heavin dikeluarkan dari sekolah tempat ia belajar, tak lama setelah itu ia pun mencoba peruntungan dengan membuka bisnis pusat kebugaran yang diberi nama Women’s World of Fitness. Tak disangka ternyata usahanya tersebut meraih kesuksesan besar, bahkan disaat umurnya menginjak 25 tahun Gary sudah berstatus sebagai seorang milioner.

Begitu bernafsunya untuk terus mengembangkan bisnisnya tersebut ia pun tak ragu untuk menambahkan beberapa fasilitas lain seperti peralatan tanning dan juga kolam renang. Namun, besar pasak dari pada tiang, begitulah kenyataan yang harus ia rasakan. Pasalnya penambahan fasilitas harus diimbangi dengan perawatan yang cukup mahal. Hingga pada 1986 Gary pun mengalami kebangkrutan yang memaksanya untuk menutup perusahaan di usia 30 tahun.

Pernikahannya dengan seorang wanita bernama Diane yang juga merupakan rekan kerjanya dimasa lalu memberikan semangat untuk kembali berbisnis. Tepatnya di tahun 1992 mereka pun membuka usaha yang sama, kali ini berganti nama menjadi Curves di Harlingen, Texas.

Luar  biasanya hanya berselang 3 tahun sejak awal terbentuk yakni 1995 Gary Heavin kembali ke jalur kesuksesan dan menjadikan Curves sebagai usaha waralaba hingga kini terdapat 10.000 cabang yang tersebar di berbagai belahan bumi.

 

Elton Jhon

Siapa yang tak kenal Elton Jhon, penyanyi dan penulis lagu serta peraih penghargaan Grammy yang tenar di era 80 sampai 90an. Lelaki ini ternyata sempat mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Kaya raya dan gaya hidup yang boros menjadi faktor utama, dimana ketika berada di masa-masa emasnya, Elton mampu menghabiskan uang sebesar US$ 2 juta hanya dalam waktu satu bulan.

 

Kebangkitannya dimulai pada tahun 2002 ketika ia memutuskan untuk kembali mengeluarkan album yang berisi lagu-lagu terbaiknya sepanjang karir bertajuk Greatest-Hits. Penjualannya pun sangatlah sukses bahkan terjual sampai dengan 5 juta kopi.

 

Setelah itu berbagai tour konser, kontrak disebuah acara, hingga royalti mulai datang, ia pun kini kembali sukses dengan jumlah kekayaan yang diperkirakan mencapai Rp. 760 milliar.
Dorothy Hamill

Dorothy Hamill adalah seorang atlet peraih emas pada ajang olimpiade di cabang olah raga seluncur indah dan belakangan ia mencoba peruntungan di dunia akting. Dorothy terbilang cukup sukses sebab lewat sebuah acara yang dibintanginya dalam televisi ia menerima bayaran sebesar US$ 1 juta pada tahun 80an. Namun sifatnya yang suka menghambur-hamburkan uamg termasuk untuk membeli berbagai jenis perhiasan membuatnya harus menelan pil pahit bahwasanya ia telah mengalami kebangkrutan dipertengahan 90an belum lagi masalah utang-utang yang belum selesai.
Untuk mengganti semua kesalahannya itu, Dorothy pun mencoba berkeliling dunia melakukan tur seluncur indah. Ia juga muncul kembali di acara televisi berjudul NBC special “The Christmas Angel: A Story on Ice pada 1998.

 

Setelah itu buku soal kehidupannya berjudul, “A Skating Life: My Story,” mulai dipasarkan pada Oktober tahun 2007 dan terjual cukup laris di New York. Pada tahun yang sama ia juga main film layar lebar “Blades of Glory,” bersama komedian Will Ferrell. Dari sanalah ia meraih kesuksesannya kembali.

 

MC Hammer

Ia merupakan penyanyi rap pemenang penghargaan Grammy dan bintang televise yang meraih puncak karirnya di akhir 1980 dan awal 1990an. Hammer punya harta sekitar US$ 33 juta. Namun, dari kekayaannya tersebut ia harus mengeluarkan uang hingga US$ 500 ribu tiap bulan untuk 200 karyawannya, cicilan rumah mewahnya senilai US$ 10 juta, biaya perawatan 17 mobil mewah, juga 21 kuda balap. Sampai pada akhirnya ia terpaksa mendaftarkan kebangkrutan dirinya pada tahun 1996.

Sadar akan harta dan ketenarannya mulai memudar, Hammer pun mulai mencoba kembali naik dengan menjadi seorang pengusaha. Ia mendirikan banyak perusahaan rekaman, berinvestasi di perusahaan teknologi, dan sekarang menjadi CEO Alchemist Management, perusahaan manajemen atlit dan petarung gaya bebas.

 

Larry King

Di tahun 60-an Larry King hanyalah seorang penyiar radio, gaji yang rendah tidak bisa menutupi kebiasaan borosnya dalam berbelanja ia juga terkenal sebagai seorang yang gemar bermain judi. Hingga pada 1978 ia terpaksa mendaftarkan kebangkrutannya ke pengadilan setelah punya utang sebanyak US$ 350 ribu.

Ditahun yang sama ketika menyatakan kebangkrutannya, ia pun mendapat tawaran untuk kembali menjadi penyiar oleh WIOD Radio di Miami di acara berskala nasional bernama Nighttime Talkshow. Dari Sinilah King mulai dilirik oleh pendiri CNN founder Ted Turner. Pada 1985 ia mendapat kesempatan untuk membuat acara Televisnya sendiri yang berjudul “Larry King Live”. Acara ini pun bertahan selama 25 tahun dan Larry mendapat keuntungan US$ 10 juta per tahun sebelum pensiun pada tahun 2010.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *