Mesir Siap Datangkan Jutaan Wisatawan Tahun ini

  • Whatsapp
Mesir
Mesir

 

Siapa yang tidak tahu Negara Mesir? Terletak di bagian utara benua Afrika, negara yang sebagian besar wilayahnya merupakan padang pasir memang terkenal dengan berbagai kisah dan sejarahnya sebut saja kisah firaun, Sphinx patung singa raksasa berkepala manusia serta barisan piramidanya yang memiliki banyak cerita didalamnya. Tak hanya itu, Mesir juga dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki peradaban manusia tertua di dunia, jangan heran jika disini terdapat banyak arkeolog berupa tulisan maupun gambar yang menceritakan kehidupan dimasa lalu.

Read More

Adanya hal tersebut rupanya menjadi daya tarik bagi para wisatawan mancanegara untuk berkunjung kesini. Setiap tahunnya ada ratusan ribu orang datang untuk menyaksikan ke megahan peninggalan bersejarah yang berada di Mesir. Namun, sejak beberapa tahun terakhir sepertinya jumlah wisatawan yang datang semakin menurun, maka pemerintah Mesir pun mempersiapkan proyek teranyarnya guna mendongkrak sektor pariwisata negara ini.

Sebuah proyek besar-besaran pun telah dicanangkan pemerintajh Mesir untuk meningkatkan fasilitas di kawasan wisata terkenal di Mesir tersebut yakni, Giza Necropolis, dimana di kawasan ini terdapat patung Sphinx dan piramida. Dijadwalkan seluruh tahap  pengerjaan dari proyek ini akan rampung pada September tahun 2016.

Nantinya akan ada gerbang keamanan baru yang akan mengurangi ketakutan turis dunia untuk berkunjung ke salah satu keajaiban dunia ini. Proyek ditaksir menghabiskan biaya sebesar 35 juta euro atau Rp 519,7 miliar dalam mata uang Indonesia. Menghabiskan uang sebanyak itu, Mesir sendiri menargetkan pertumbuhan wisatwan sebanyak kurang lebih 2 juta orang.

Pengerjaannya sendiri telah dimulai sejak tahun 2009. Mesir pun membuat ruang kontrol baru, pusat berkumpul turis dan meningkatkan fasilitas parkir. Semua itu dilakukan untuk mempermudah dan menarik lebih banyak wisatawan. Temopat sampah juga diperbanyak diwilayah ini guna menguranmgi banyaknya oturis yang membuang sampah sembarangan. Ditambah lagi pemerintah akan memanjakan para pengunjung dengan memperbanyak penjual cinderamata diwilayah ini yang akan menjual berbagai jenis kerajinan tangan.

“Kami bertekad untuk melakukan perbaikan besar-besaran. Ada beberapa monumen yang perlu dipulihkan dari nol, dan ada juga keinginan untuk melindungi barang-barang antik. Kami memang mengalami beberapa hambatan dalam urusan dana, tetapi kami mengguunakan sumber daya kami untuk mengatasi hal ini,” kata Direktur Arkeologi Mesir, Ashraf Mohie Eddin.

Mengingat para wisatawan banyak yang berasal dari luar negeri maka akan banyak tanda-tanda peringatan berupa tulisan yang menggunakan bahasa Inggris dan juga Arab. Sebab banyak sekali para pengunjung disini mencoba untuk mendaki piramida padahal aturan yang berlaku adalah tak ada satupun wisatawan yang boleh mendaki sebab berpotensi menciptakan reruntuhan yang pastinya akan merusak, adanya tanda ini diharpakan mampu menciptakan kemanan serta kenyamana dalam berwisata.

Pada Januari lalu, petugas kecolongan oleh seorang turis remaja asal Jerman menjadi yang berhasil mendaki hingga puncak piramida Giza dan mengambil serangkaian foto spektakuler. Hal tersebutpun langsung menjadi pemberitaan banyak media lokal dan internasional.

Perlu kita tahu mendaki bangunan purbakala satu akan membuat struktur bangunannya kian menjadi rapuh dan rusak apalagi bangunan ini sepertinya perlu banyak perawatan agar tetap terjaga kekokohannya. Maka dari itu pihak dari Otoritas Negara Mesir melarang dengan tegas tindakan nekad tersebut. Bahkan bagi para wisatwan yang masih beranmi mencoba untuk  mendaki naik ketas piramida maka, ancaman hukuman selam tiga thun pun akan diberikan dengan tegas.***(CM-03/Rio Khairuman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *