Mandi Air Hangat Berefek Buruk, Benarkah?

  • Whatsapp
Mandi Air Hangat
Mandi Air Hangat

 

Disaat tubuh merasa lelah, berbagai cara dilakukan untuk mengobati rasa lelah dalam tubuh. Seperti pijat, refleksi, tidur pulas dan juga mandi air hangat. Ternyata terlalu sering mandi air hangat juga merupakan kebiasaan buruk yang dapat berakibar fatal untuk kesehatan. Beberapa orang memang mulai merasakan efek baik dari mandi air hangat yaitu menghilangkan rasa lelah. Perlu diketahui ada beberapa dampak negatif dari mandi air hangat. Berikut kami rangkum dampak buruknya:

Read More

  1. Tekanan Darah Menurun

Ternyata mandi air hangat mampu membuat tekanan darah menurun dan berpengaruh pada pembuluh darah. Bagi mereka yang tidak biasa mandi menggunakan air hangat, akan merasakan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya karena jantung memompa darah dengan cepat. Ketika tubuh terkena siraman air hangat, pembuluh darah di bagian kulit akan menjadi lebar sehingga berakibat pembuluh darah perifer akan berkerja berlawanan sehingga tekanan darah bisa menurun.

 

  1. Memperbesar pori-pori

Hal ini biasa terjadi bagi mereka yang membuat mandi air hangat sebagai kebiasaan rutin. Karena semakin sering menggunakan air hangat, mampu menyebabkan pori-pori menjadi besar. Ketika pori-pori kulit mulai membesar, tidak menutup kemungkinan akan membuat tubuh rentan terkena penyakit. Lebih parahnya, ketika pori-pori mulai membesar akan sangat sulit untuk menutup atau mengecilkan pori-pori kulit yang sudah membesar. Bagi anda yang memiliki kulit jerawatan, hindari menggunakan air hangat ketika ingin mandi karena akan membuat jerawat semakin banyak.

 

  1. Keguguran

Ibu hamil sering sekali dihimbau untuk tidak menggunakan air hangat saat mengandung karena dapat membuat kontraksi janin lebih cepat bahkan sistem pembuluh darah ibu hamil juga berbahaya.  Ibu muda yang sedang hamil terlalu rutin mandi dengan menggunakan air hangat juga membuat kemungkinan besar janin menjadi cacat. Agar terhindar dari yang tidak diinginkan ada baiknya untuk tidak terlalu sering menggunakan air hangat ketika mandi.

 

  1. Kulit Sensitif

Ini juga sering terjadi apabila tidak terbiasa mandi menggunakan air panas. Perubahan suhu pada air inilah yang memicu kulit menjadi sensitif. Biasanya kejadian ini sering terjadi pada anak bayi dan juga orang lanjut usia. Dalam hal ini akibat perubahan suhu, kulit akan terasa melepuh dan juga merah-merah seperti terbakar. Bagi mereka yang menderita diabetes hindari menggunakan air hangat ketika ingin mandi karena akan berdampak negatif yang lebih serius. Misalnya saja, mereka yang mengalami luka akibat diabetes lalu menggunakan air hangat untuk membersihkan tubuh tanpa disadari akan mengancam kerusakan syaraf disekitar luka akibat diabetes.

 

  1. Sakit Kepala

Pernah merasakan sakit kepala setelah mandi? Yah! Itu adalah salah satu dampak buruk bagi penggunaan air hangat saat mandi. Perubahan suhu inilah yang membuat aliran darah menjadi bermasalah di bagian-bagian tubuh tertentu. Perubahan darah ke aliran otak yang menyebakan anda mengalami sakit kepala setelah mandi air hangat. Lebih buruknya lagi tidak hanya sakit kepala berlebihan tetapi anda juga akan mengalami sulit berjalan ataupun berdiri serta mengganggu kesehatan tubuh anda.

Untuk menghindari hal-hal negatif yang tidak diinginkan akibat mandi menggunakan air hangat ada beberapa cara khusus. Seperti, jangan menggunakan air terlalu panas dan usahakan suhu air hanya 40-50 derajat Celsius dan juga sebelum air digunakan untuk mandi ada baiknya untuk mencelupkan tangan kedalam tangan terlebih dahulu sebelum di siram ke seluruh tubuh. Untuk yang lebih baik lagi adalah jangan terlalu sering menggunakan air hangat ketika mandi.***(CM-01/Dela Aria Dahaka)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *